Sudah seminggu lebih Bastian tidak sekolah. Ada yang membuat Bastian senang. "Manusia-manusia menjijikkan, tidak ada yang bikin Bastian senang," gumamnya dalam hati. Bastian turun untuk sarapan.
"Selamat pagi, semua. Wih, Mami kok tahu aku lagi pengen makan bayam dan ayam goreng. Jadi makin sayang deh!" ucap Bastian sambil mengambil ayam dan sayur. Namun, ketika ia ingin mengambilnya, sendoknya diambil oleh Mami.
"Pertama, terima kasih pujiannya, Bastian. Kedua, kamu jangan makan pedas dulu, ya, soalnya kamu baru sembuh. Awas aja kalau di sekolah kamu makan pedas," nasehati Mami dengan wajah galak, menegaskan agar Bastian tidak makan pedas dulu.
"Iya, Mi, tenang aja. Bastian nggak bakal makan pedas." Dengan wajah terpaksa, Bastian memakan makanan yang terasa hambar. Makan tanpa sambal itu memang tidak enak, kawan.
Meja makan dipenuhi kesunyian sampai semuanya selesai. Tiba-tiba, ada adegan yang membuat Marvin dan Bastian iri melihatnya.
"Sayang, Abang cari duit dulu, ya. Baik-baik di rumah, kalau bosan, belanja aja habiskan duit Abang," ucap Papi sambil mencium kening istrinya yang cantik jelita dan beraroma mawar merah.
"Abang bener-bener cari duit, ya. Matanya jangan lirik cewek cantik, awas aja gue potong itu, Abang," ucap Mami dengan sinis namun tak lupa memberikan ciuman di pipi Papi.
Sementara anak-anaknya yang jomblo itu menatap pasangan suami istri dengan wajah malas. Setiap hari ada saja "drama India" seperti ini yang mereka saksikan.
"Mi, Marvin pergi dulu, ya. Soalnya ada kelas pagi, terus nanti pulangnya telat karena ada kerjaan," ucap Marvin sambil menyalami tangan dan mencium pipi Mami.
"Bastian juga izin ke sekolah, ya, Mi. Jangan kangen, nanti aku pulang cepat kok," ucap Bastian sambil mencium dan menyalami tangan Mami.
"Ya sudah, kalian hati-hati ya di jalan, jangan pada ngebut," ucap Mami sambil mengantarkan mereka sampai depan pintu.
Motor sport Bastian membelah jalan raya yang masih agak sepi, membuatnya sedikit terpancing untuk ngebut. Sesampainya di sekolah, Bastian berjalan ke kelasnya.
"Damai sentosa, tidak ada yang mengganggu pagi cerahku ini. Sama seperti kemarin, mood-ku baik," ucap Bastian dalam hati sambil melihat kelas yang ramai karena sudah hampir bel.
Bel pun berbunyi. Para murid sudah duduk rapi. Guru pelajaran pertama masuk dan sebelum belajar dimulai, guru tersebut memperkenalkan murid baru yang membuat Bastian kaget.
"Anak-anak, sebelum pelajaran dimulai, Ibu mau memperkenalkan murid baru. Nak, silakan masuk," ucap Ibu guru tersebut sambil mempersilakan murid baru masuk.
"Nama saya Pakiza Yasira Dhaniyah. Biasanya saya dipanggil Kiza. Saya dulu homeschooling, jadi mohon kerjasamanya, ya," ucap Kiza setelah memperkenalkan dirinya kepada teman-teman dan gurunya.
"Kiza, kamu silakan duduk di depan, ya, di bangku kosong. Semoga kamu betah di kelas ini. Ayo, anak-anak, buka buku halaman 20. Kiza, kalau belum punya buku, pinjam dulu sama teman sebangkumu, ya," ucap Ibu guru tersebut. Setelah itu, pelajaran pun dimulai seperti biasa.
Bastian merasa kalau Kiza itu benar-benar jodohnya, karena Bastian percaya bahwa pertemuan kedua adalah jodoh yang ditentukan Tuhan.
Vote dan komen ❤️🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
GUE JADI KAYA !
أدب المراهقينBudi Satryo merupakan seorang anak yang hidup sederhana yang meninggal kerena kecelakaan dan berakhir berpindah jiwa ke tubuh Bastian Umran Mahendra anak yang koma dua bulan kerena menjadi korban bully oleh kakak kelasnya bastian merupakan orang...
