Pertemuan Terakhir

45 3 0
                                        

Keluarga Mahendra datang ke pemakaman  keluarga  Kiza , Bastian dengan kaca mata hitamnya dan mami yang di tenangkan papi kerena terus menangis  melihat jenazah  temannya. Setelah selesai  pemakaman beberapa  penziarah  pulang,  Bastian minta ke keluarganya  dulan dia ingin menyampaikan  pesan terakhir  buat Kiza.

"Hai Kiza , gue gak nyangka perpisahan kita berakhir  begini. Gue bakalan kangen sama masakan lu dan senyum lu . Terimakasih  makananya  rasanya yang tidak akan gue lupa kan semoga lu tenang  di atas sana," Bastian mencium nisan  Kiza tanpa dia sadar air matanya sudah jatuh.

Akhirnya  Bastian pulang kerumahnya  ,selama perjalanan di isi dengan ke sunyian. Abang yang melihat adiknya diam merasa aneh tapi abang Marvin tidak mau merusak suasana sedih ini.

"Semua Bastian ke kamar dulu yah," pamit Bastian ke kamarnya .

Sedangkan  mami,papi dan abang sedang di ruang tv mereka, papi yang di bantu abang untuk  menenangkan  mami yang masih sedih atas kepergian temannya.

Sedangkan Bastian sedang memberisahkan badanya dan setelah itu lanjut tidur , menurutnya hari ini sangat mengeuras tenaga dan batinya atas kehilangan orang tersayang. Bastian berdoa semoga dia bisa bertemu Kiza walau hanya di mimpi.

"Ini gue dimana , pemandanganya sangat bagus apakah gue di surga," Bastian bertanya-tanya tempat apa yang dia kunjungi sekarang.

Bastian berkeliling di tempat itu sambil memuji pemandangan yang indah, tiba-tiba Bastian fokus perempuan yang sedang baca buku di pinggir danau mirip Kiza. Tanpa aba-aba Bastian langsung memeluknya dan perempuan itu membalas pelukannya .

"Gue kangen semua tentang lu, kehilangan ini terlalu menyakitkan buat gue," Sambil berpelukan dan menangis Bastian mengeluarkan isi perasaannya.

"Hai Bastian , kamu harus ikhlas mungkin ini sudah takdir tuhan jalan kita seperti ini. Semoga kamu membuka pintu hati kamu buat perempuan yang lain jangan kamu stuck di aku ," ucap Kiza sambil menenangkan Bastian yang sedang menangis.

Lagi menumpahkan rasa kangennya tiba-tiba Bastian terbangun,keluarganya sudah berkumpul di kasurnya dengan wajah khawatir. Bastian juga merasa pipinya basah sepertinya dia terbawa suasana di alam mimpi.

" Bastian kamu bikin kami khawatir, kamu teriak sambil nangis menyebut nama Kiza . Ikhlas  ya pasti mereka sudah tenang  di sana , sekarang  kamu  cuci muka dan makan yah. Tadi mami bawa makan buat kamu ," ucap mami yang menangkan anaknya  yang masih sok.

Setelah  cuci muka Bastian  makan , Bastian melihat chat terakhir  barang Kiza rasanya  sakit tidak berdarah. Dia sepertinya  ingin menenangkan  pikirannya  ke taman kota. Akhirnya d dia turun sekalian minta izin.

"Sekarang  gue harus menenangkan  pikiran,  kalau gue terus sedih kasihan Kiza di sana. Semoga di jalan tidak ada masalah ," ucap Bastian dalam hati.

"Mami dan papi Bastian izin ke taman kota yah, naik motornya  pelan pelan kok . Janji gak minum kopi dan ngerokok," Bastian memasang wajahnya memohon .

Papi melihat mami dan mami pun mengaguk. Sepertinya  mami paham perasaan  anaknya  setelah banyak terjadi.

"Oke tapi ingat jangan pulang malam malam yah", ucap mami sambil mengecup pipi anaknya.

Saat dalam perjalanan menuju tanaman Bastaian berhenti saat melihat Bapak  penjual pentol di palak pereman kerena kasihan dia turun dari motor untuk  membantu  bapak tersebut.

"Om perman  jangan ganggu  bapak itu,"  perman tersebut langsung  melihat ke arah Bastian .

"Heh bocah ini bukan urusan lu, kalau lu gak mau bapak ini di ganggu  kasih kami duit dua ratus ribu . Kalau lu gak punya duit segitu pergi aja sana," ucap pereman tersebut  dengan nada rumahnya.

Tanpa babibu  Bastian mengeluarkan  duit yang pereman tersebut minta, akhirnya  mereka pergi dengan wajah senangnya.

"Nak terimakasih  telah menolong saya , ini ambil pentolnya buat kamu. Semoga tuhan membalas ke baikan kamu ," bapak pentol tersebut  berdoa hal baik buat Bastian.

"Sama-sama  pak , terimakasih  pentolnya dan doanya pak. Ya sudah saya duluan dulu bapak hati hati yah," Bastian berpamitan tidak lupa menyalam tangan bapak pentol tersebut.


Di seberang  jalan ada yang tersepesona dengan Bastian dari awal dia usir pereman  sampai Bastian pergi. Siapakah dia........

A. Adik kelas
B. Mbak mbak rendom
C. Janda anak satup


Vote dan komen bro🔥

GUE JADI KAYA ! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang