Chapter 3

2K 151 8
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Tahun demi tahun pun di lewati, kedekatan Mastani dengan para Pandawa pun semakin mempererat hubungan di antara mereka

Begitu juga dengan Kurawa, namun akhir-akhir ini Mastani merasa bahwa mereka terlalu berlebihan dalam menanggapi kedekatan Mastani dengan para Pandawa

Namun kini sudah berlalu 5 tahun, kini para Kurawa dan Pandawa akan berguru pada Guru Drona

"Aku akan sangat merindukan kalian"ucap Mastani pada para Kurawa dan Pandawa

Sebelum mereka benar-benar pergi, Mastani sempat menitipkan sebuah kain kecil masing-masing untuk mereka bawa

"Jika kalian merindukan ku, maka peganglah kain itu, masing-masing memiliki aroma khasnya sendiri"ucap Mastani

"Tapi aku tidak mencium aromanya"ujar Durjaya

"Aromanya akan tercium apabila kalian sudah tiba disana, semoga Dewa selalu melindungi kemanapun kalian pergi"jawab Mastani

Setelah itu mereka pun berangkat, dan Mastani hanya terdiam melihat hal itu

"Apakah kau tidak ingin berguru Mastani?"tanya Sang Raja Drestarasta

Dengan senyuman andalan Mastani menjawab
"Tidak Yang Mulia bagiku semua yang ku dapatkan sampai saat ini sudah lebih dari cukup"

Raja pun tersenyum mendengar jawaban Mastani begitu pun dengan yang lainnya

"Kau sangat rendah hati putriku"ucap Bisma membuat senyum Mastani semakin mengembang

Lalu setelah itu mereka pun berpisah dan meninggalkan tempat itu

Saat ini Mastani masih berumur 12 tahun, di kakinya mulai melingkar sebuah gelang kaki

Kemana pun ia melangkah selalu terdengar suara gelang kaki, Mastani adalah satu-satunya orang yang menggunakan gelang kaki di istana, membuat setiap orang yang berada di istana langsung mengenalinya dari bunyi gelang kakinya

Saat ini di kamarnya, Mastani sedang duduk dan membaca beberapa buku, Mastani gemar membaca

Karena gemar membaca, wawasannya semakin luas, hal itu lantas membuatnya selalu ikut serta dalam beberapa pertemuan kerajaan

Dengan otak jeniusnya, Mastani dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi di wilayah Hastinapura

Namun hal itu di sembunyikan oleh seluruh istana dengan banyak alasan yang tidak dapat di jabarkan

Kecerdasannya begitu memukau semua orang, sampai-sampai Paman Sengkuni kakaknya Ratu Gandari pun memujinya

'Gadis itu harusnya menjadi Ratu Hastinapura 'batin Sengkuni sambil mengusap-usap janggutnya

Setelah selesai membaca buku, Mastani pun keluar dari kamarnya, ia berkeliling istana

Namun matanya tidak sengaja melihat sebuah lahan kosong di dekat istana

Selama belasan tahun Mastani berada di istana ini, baru kali ini ia melihat sebuah lahan kosong di istana

Mastani melangkah kakinya ke lahan tersebut, kakinya pun ia pijakan pada tahan tersebut

Angin pun berhembus, Mastani pun menutup matanya kemudian membukanya dengan perlahan bersamaan dengan itu senyumannya pun terukir

Mastani pun segera berbalik dan berlari menuju tempat Raja Drestarasta

"Salam Yang Mulia"ucap Mastani

Raja pun menganggukkan kepalanya
"Ada apa Mastani? Apa yang kau inginkan dariku?"

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang