Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***
Hari ini sedang di adakan pertemuan dengan kerajaan Artha, di mana Hastinapura ingin menjalin kerjasama dengan kerajaan Artha, alasannya karena SDA milik kerajaan Artha sangat berlimpah
Di dalam ruang sidang itu terkumpul lah orang-orang penting milik Hastinapura termasuk Mastani
"Yang Mulia Raja Drestarasta, kami adalah utusan kerajaan Artha, dan ini adalah Pangeran kedua dari kerajaan Artha, Pangeran Arthasatya"ucap utusan yang berada di samping pangeran Arthasatya
"Aku datang sebagai utusan dari ayahku,Raja Arthasastra..sesuai yang aku ketahui bahwa Hastinapura ingin menjalin kerjasama dengan kerajaan Artha, semua hal itu bisa di lakukan dengan baik, namun apa untungnya bagi kami jika kami menerima kerja sama itu?"tanya Pangeran Arthasatya
Raja dan beberapa petinggi kerajaan lainnya mulai menjelaskan tentang keuntungan yang bisa di dapatkan oleh kerajaan Artha, agar mereka dapat bekerjasama
Namun si pangeran sepertinya tidak puas atas perkataan Raja dan yang lainnya, Mastani yang mengetahui itu pun angkat bicara, namun hal itu justru di sambut hinaan oleh si pangeran
Pangeran Arthasatya yang baru menyadari keberadaan Mastani pun terpesona namun ia dengan cepat menepisnya
"Apa ini Yang Mulia, bagimana bisa ada wanita di antara percakapan para pria"ujar Pangeran dengan marah
"Hei wanita, turunlah dari tempat itu dan pergilah, kau tidak di butuhkan disini"lanjut si Pangeran
Keadaan pun menjadi lebih serius, Duryudana yang mendengar adiknya di hina pun tidak terima, namun Mastani menahannya
Dengan anggun Mastani turun dari tempat duduknya, ia pun berjalan menuruni tangga
Di pangeran yang melihat itu pun merasa puas
"Ya, terus lah berjalan dan keluar lah dari tempat ini, kau tidak layak berada disini, kau hanyalah seorang perempuan, dan perempuan seperti mu hanyalah beban, tugas kalian hanyalah melayani pria dan melahirkan serta mengasuh anak tidak ada hal yang dapat di banggakan dari hal tersebut selain pelayanan kalian"hina Pangeran
Arthasatya dengan sombong
Arjuna yang berada di dalamnya pun sudah sangat marah, ia bahkan sudah berdiri dari posisinya, namun Mastani mengangkat tangannya seolah berkata bahwa ia tidak perlu ikut campur, Arjuna pun kembali duduk
"Wah-wah, apakah ini yang di ajarkan oleh kerajaan Artha? Seorang pria beraninya menghina seorang wanita? Wahai Pangeran yang sombong, apakah dirimu ini keluar dari lubang batu sehingga perkataan mu tentang wanita begitu sadis?"balas Mastani, Pangeran Arthasatya yang tersulut amarah karena perkataan Mastani
"Aku tau Pangeran pasti sedang banyak pikiran karena dirimu tidak di pilih menjadi Pangeran Mahkota bukan?"lanjut Mastani
"Hentikan omong kosong mu"desis Pangeran Arthasatya
"Tenanglah pangeran, aku tidak berniat menjatuhkan mu, justru aku mendukung mu untuk menjadi seorang Raja di kerajaan Artha"ujar Mastani yang di hadiahi tanda tanya oleh semuanya
"Kau ingin menjadi seorang Raja bukan?"tanya Mastani dan di angguki oleh Pangeran Arthasatya
"Maka aku akan memberitahukan caranya"lanjut Mastani, ia kemudian mendekat ke arah Pangeran dan membisikkan sesuatu
"Tapi bagaimana jika tidak berhasil?atau ketahuan?"tanya sang pangeran
"Tenang saja, semuanya akan berhasil dan Hastinapura selalu berada di belakang mu tetapi dengan syarat setiap sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada pada kerajaan mu akan menjadi milik Hastinapura, bagiamana?"usul Mastani dengan senyuman manisnya yang terlihat berbeda
Mendengar perkataan Mastani si Pangeran pun tergiur
"Baiklah, aku akan menerima kerjasama ini"
Setelah itu sidang pun berakhir dan Pangeran pun meninggalkan sidang
"Apa yang sedang kau lakukan Mastani?"tanya Raja Drestarasta
"Tentu saja, menjalin kesepakatan yang menguntungkan bagi Hastinapura lalu memberikan sedikit hukuman"jawab Mastani sambil tersenyum sinis
Semuanya pun hanya bisa terdiam, setelah itu Mastani pun berjalan keluar
***
Keduanya saling bertatapan, yang satu melihat dengan tatapan memuja yang satunya menatap sinis
Sambil menyodorkan sebuah botol kecil yang berisi cairan merah dan tidak beraroma
"Anda juga harus meminumnya nanti Pangeran"ucap Mastani dengan senyuman yang menyungging
"Lalu di mana penawarnya?"tanya Pangeran Arthasatya
Mastani pun mengeluarkan sebuah botol yang lebih besar yang berisi cairan bening
"Setelah dirimu terkontaminasi racun ini, minumlah dengan segera, namun sebelum menggunakan penawar itu taruhlah botol di suhu ruangan yang dingin"ujar Mastani dan langsung di angguki oleh Pangeran Arthasatya
Kemudian mereka pun berpisah, Pangeran Arthasatya pun menaiki kudanya dan pergi meninggalkan kerajaan Hastinapura
Mastani pun hanya menatap remeh pada sang Pangeran, lalu kemudian ia juga meninggalkan gerbang istana
***
Waktu pun terus berjalan, terdengar kabar bahwa seluruh keluarga kerajaan Artha meninggal(terkecuali Pangeran Arthasatya)setelah di racuni oleh seseorang
Mastani yang mendengar kabar hal tersebut pun tersenyum tipis, ia pun menyuruh pelayan memakainya gelang kakinya
Setelah itu Mastani pun meminta ijin pada Raja Drestarasta untuk mewakili Hastinapura untuk pergi ke kerajaan Artha, ia pun di ijinkan
Suara gelang kaki menggema di lorong istana milik kerajaan Artha, gadis cantik dari Hastinapura datang untuk melayat jenazah milik keturunan kerajaan Artha
Kedatangan Mastani pun di sambut oleh Pangeran Arthasatya yang kini sedang berduka
"Aku turut berdukacita atas kejadian malang ini"ujar Mastani sambil memegang pundak sang pangeran sambil menunjukkan raut sedih
"Terimakasih Putri"ucap Pangeran Arthasatya
Setelah itu Mastani pun menjauh dari Pangeran dan memandangi jenazah-jenazah yang sedang di kremasi
Para tamu dari kerajaan yang lain pun datang untuk mengucapkan belasungkawa kepada Pangeran Arthasatya yang selamat dari insiden tersebut
"Aku dengar bahwa anda juga terkena racun tersebut Pangeran, apakah itu benar?"tanya Raja dari kerajaan seberang
"Anda benar Raja Etresa, namun sepertinya dewa masih masih menyayangi ku"jawab Arthasatya
Beberapa Raja yang ada disitu mencurigai sang Pangeran, namun Pangeran pun tidak menyadari akan hal tersebut
Ia sedang berada di puncak kesenangan, karena tidak ada lagi penghalang baginya untuk naik tahta
"Aku pun bersyukur karena kalian telah berkumpul disini, tidak baik jika sebuah kerajaan tidak memiliki pemimpin walaupun hanya sebentar, jadi setelah ini aku akan menggantikan posisi Ayahku, demi untuk kerajaan ini"lanjut Arthasatya
"Tapi bukankah ini terlalu cepat Pangeran, anda masih dalam kondisi berduka"ujar Raja uang yang lain
Arthasatya pun menatapnya tajam, lalu seorang Raja pun menyela
"Memang benar jika Pangeran berduka, namun tahta yang kosong harus segera di isi, dan yang paling cocok di sini adalah Pangeran Arthasatya sendiri"
Terjadilah perdebatan di antara mereka, dan Mastani yang mendengarnya pun hanya terdiam dengan wajah datar
Selesai dengan kremasi, Mastani pun memutuskan untuk sedikit berkeliling di area istana Artha
***
Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha
TBC
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Mastani Venenum World[END]
Fanfiction*** [Disclaimer: OOC, 17+, all picture from pinterest] Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha. Tidak bermaksud menghina sejarah dan...
![Mastani Venenum World[END]](https://img.wattpad.com/cover/378261678-64-k261836.jpg)