Chapter 30

1.2K 65 10
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

"Cinta membuat ku menjadi bodoh.."lirih Mastani

Duduk dan merenung, segala kekurangan yang ada, dan Mastani sadar, ia memiliki banyak kekurangan

Hari menjelang malam, gelap mulai menutupi seluruh tanah Arya dan yang lainnya mulai menyalakan lampu mereka

Dengan cerutu kesukaannya, serta anggur yang kadar alkoholnya rendah sudah tersedia di atas meja

Jemari yang lentik itu mengambil cerutu nya dan mulai menghisapnya, ia melakukannya beberapa kali dan akhirnya ia meraih botol berisi anggur, lalu menenggak habis tanpa sisa

TAK

Efek dari minuman itu begitu cepat, bahkan Mastani melihat botol itu seperti ada tiga

Mastani berusaha memperjelas penglihatannya namun ia semakin sempoyongan

Cerutu yang masih terselip di jarinya kembali ia hisap, meski dalam keadaan pusing

'bukankah kadar alkoholnya rendah? Kenapa rasanya aku mabuk sekali'

Dengan langkah yang gontai, Mastani berjalan keluar dari kamarnya, beberapa kali ia hampir jatuh namun ia berhasil menahannya

Mastani berniat untuk pergi ke taman miliknya, namun pening menjalar di kepalanya

Matanya memerah akibat mabuk, ia bernafas dengan sedikit kasar, tangannya mencoba mencari pegangan namun tidak ada

SYUNGGG

HAP

Hampir saja Mastani jatuh, jika ia tidak pegang oleh Yudhistira yang kebetulan lewat

"Mastani.."

"Kak Yudhistira.."suara yang dihasilkan begitu menggoda di telinga Yudhistira

"Kau mabuk?"

"Hm? Tidak..aku hanya-"Mastani mencoba untuk berdiri dengan baik namun ia kembali oleng dan beruntungnya Yudhistira masih memegang tangannya sehingga ia tidak jatuh

Wajah Yudhistira mengeras, ia tidak suka dengan keadaan Mastani yang sekarang, dengan cepat Yudhistira menggendong Mastani dan membawanya ke kamar mereka, sementara Mastani hanya pasrah sambil mencoba mengalungkan tangannya di leher Yudhistira

Sesampainya di kamar, Yudhistira segera membaringkan Mastani

"Kakak, ada apa dengan Mastani?"tanya Bima

"Dia mabuk"ujar Yudhistira sambil menatap Mastani yang sedang berbaring

Kondisi Mastani benar-benar berantakan, bahkan saree nya sudah tidak teratur, selendangnya pun terlepas dan terjatuh di lantai kamar

Sebagai seorang pria sejati, tentu saja para Pandawa merasakan hasrat terhadap Mastani apalagi dengan kondisinya yang seperti ini

Saat Yudhistira berbalik dan ingin mengambil selendang milik Mastani, tangannya di tarik oleh Mastani

"Mastani ada ap-"

Tarikan Mastani sangat kuat sampai membuat Yudhistira oleng dan menindih tubuhnya

Nafas gelisah terdengar di telinga Yudhistira
"Shh...kakak.."desah Mastani yang dalam keadaan setengah sadar

Seperti api yang di siram oleh bensin, hasrat yang di tahan selama ini oleh Yudhistira pun berkobar
"Kunci pintunya.."ucap Yudhistira dengan nada berat

Para Pandawa yang sudah terbawa oleh nafsu dan hasrat yang besar pun segera mengunci pintu tersebut, waktu yang tepat, Drupadi tidak ada..

Mastani bergerak gelisah di atas tempat tidurnya, membuat para Pandawa menatapnya dengan tatapan lapar

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang