Chapter 8

1.4K 104 2
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Tiba-tiba terdengar beberapa suara wanita yang meminta tolong di telinga Mastani

Dengan cepat Mastani pun mencari sumber suara itu, lalu sampailah dia pada sebuah kamar yang tidak terpakai

Para penjaga milik Mastani pun mencoba membuka pintu kamar tersebut

Dengan beberapa kali upaya akhirnya pintu terbuka, Mastani langsung melangkah masuk

Mastani di kagetkan melihat pemandangan yang ada di depannya, ada beberapa wanita yang di tawan bersama dengan anak kecil juga

Kondisi mereka pun sangat buruk, terlihat kurus dan begitu kusam, tubuh mereka terdapat banyak bercak darah dan mereka dalam posisi terikat

Tanpa basa-basi Mastani pun menyuruh para pengawalnya untuk membuka tali mereka

"Apa yang ingin kalian lakukan!?"seru salah satu di antara mereka

"Tenanglah, aku hanya ingin menyelamatkan kalian"ujar Mastani dengan tenang sambil membantu membuka tali pada salah satu anak perempuan yang ada disitu

Setelah semuanya di bebaskan, Mastani pun meminta mereka untuk menceritakan sebenarnya apa yang terjadi

Mereka pun bercerita, bahwa mereka adalah Ratu dan Putri dari kerajaan lain, namun di culik oleh pemerintah kerajaan Artha ada sekitar empat kerajaan yang Ratu dan Putrinya di culik oleh kerajaan Artha

Setelah mendengar keseluruhan cerita dari mereka, amarah dalam diri Mastani pun semakin bertambah

"Kalian tenang saja, aku adalah Tuan Putri dari Kerajaan Hastinapura, aku akan membantu kalian"ucap Mastani membuat mereka pun tenang karena ada yang bisa mereka percaya

Di sisi lain

Setelah kremasi semuanya telah berkumpul di aula milik istana Artha

"Hari ini Pangeran Arthasatya akan di nobatkan sebagai raja yang baru menggantikan posisi ayahnya"ujar seorang pria yang berdiri di samping tahta

"Aku tidak menyetujui hal ini"ucap salah seorang Raja

"Ya aku juga, bagiamana mungkin seorang putra yang telah kehilangan ayahnya tidak berkabung selama tiga hari tiga malam, namun ia malam memikirkan tahta"ujar Raja yang lain

Beberapa utusan dari kerajaan lain pun mulai memojokkan Pangeran Arthasatya meski ia sudah mencoba membela dirinya, namun semuanya tidak percaya

'Di mana gadis utusan Hastinapura itu!'seru Pangeran dalam batinnya, ia terlihat gusar, sebelum akhirnya ia mengganti ekspresinya ketika melihat kedatangan Mastani

"Kalian tidak boleh menghakimi seseorang tanpa bukti"ujar Mastani sambil berdiri di samping Pangeran Arthasatya

"Benar, itu benar sekali"ucap Pangeran Arthasatya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya

"Tetapi Pangeran apakah anda bisa menjelaskan padaku tentang hal ini?"tanya Mastani sambil mengkode para pengawalnya untuk membawa beberapa wanita yang di tawan di kerajaan Artha

Arthasatya pun menatapnya tajam
"Apa maksud mu tuan putri"bisik Arthasatya

Mastani tidak peduli dan hanya menatapnya datar
"Bisakah anda jelaskan Pangeran Arthasatya"

Ternyata sang pangeran pun tidak tahu menahu akan hal ini
'Ini pasti ulah ayah'geram Arthasatya dalam benaknya

"Tuan Putri, tentu saja aku tidak tau akan hal ini-ahkkkkk"tenggorokan milik Arthasatya terasa sangat sakit

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang