Chapter 38

814 63 4
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Sudah setahun berlalu hubungan Mastani dan Ram pun terjalin dengan baik, tapi Ram tidak pernah tau di mana Mastani tinggal

"Aku sampai sekarang tidak mengetahui lokasi pondokmu"ujar Ram sambil melempar batu-batu kecil ke dalam danau

Mastani menatap hal itu sambil mengelus perutnya
"Ada beberapa hal yang tidak perlu di ketahui.. seperti alasan mu terhadap diriku"

"Baiklah Leela, tapi aku berharap untuk segera mengetahuinya.."

"Semakin sedikit yang kau tau semakin baik"

Ram pun menghela nafas sambil berbalik ke arah Mastani yang sedang menatap danau, lalu tatapan Ram turun pada perut Mastani yang semakin membuncit, lalu ia kembali melihat wajah Mastani

Mastani berbalik dan melihat Ram yang menatapnya

Mastani berbalik dan melihat Ram yang menatapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada apa?"

"Tidak..aku hanya melihat dirimu semakin hari semakin cantik"Mastani terkekeh kecil, ia kemudian kembali melihat ke arah danau

"Aku memang cantik.."

Senyum Ram terpatri di wajahnya
"Ya, kau memang cantik..tidak, kau indah, apalagi matamu"
Mendengar Ram membicarakan matanya membuat Mastani kembali diam
"Dewa menjatuhkan setitik keindahan di bumi dan itu mendarat tepat di mata birumu, yang mungkin hanya ada satu di dunia ini.."lanjut Ram

"Mungkin ada yang lainnya"cicit Mastani

"Leela"panggil Ram

"Hm?"

"Sudah hampir setahun kita selalu bersama.. apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku?"Ram berdiri tepat di samping Mastani sambil menatapnya dengan lamat

"Hm? Memangnya kau ingin kau berkata apa?"

"Seperti 'aku cinta kamu' mungkin?"

Lantas Mastani pun tertawa kecil, ia berbalik ke arah Ram
"Bagaimana aku bisa berkata cinta padamu padahal hatiku bukan untuk mu?"

Ram terkesiap dan kemudian ia mengalihkan pandangannya dari Mastani
"Lalu hatimu itu milik siapa?"

"Tidak ada"

Sejenak keduanya pun diam, dan hanya terdengar suara angin yang menerpa

"Kau ingin tau siapa pemilik hatiku?"Mastani pun menganggukkan kepalanya

"Itu dirimu, Leela"

"Jangan tanya kenapa aku bisa jatuh cinta padamu..kau indah dan sempurna siapa yang mampu menolak pesona mu?"lanjut Ram, Mastani pun ikut melihat ke arah danau

"Sesuatu yang terlihat indah dan sempurna belum tentu memiliki hal yang baik"

"Tapi dirimu penuh akan hal baik.."

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang