Chapter 46

836 77 5
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***
Sudah beberapa hari ini Pratiwindya tidak bisa menepis rasa penasarannya pada saudari dari ayahnya

Dia penasaran jika memang Pandawa dan Kurawa menyayanginya kenapa mereka tidak mencarinya? Atau mungkin mencarinya tapi secara tertutup

Jika memang dia adalah tuan putri Hastinapura kenapa tidak pernah ada yang membicarakannya?

Rasa penasaran memenuhi diri Pratiwindya, dan tanpa sadar dirinya malah melamun

PUK

"Kakak"sebuah tepukan di bahunya membuat Pratiwindya tersadar dari lamunannya

"Satanika?, ada apa?"Pratiwindya berbalik dan bertanya

"Apa yang sedang kau pikirkan sampai melamun kak?"tanya Satanika di belakangnya juga ada Sutasoma, Srutasena, Srutakarma dan Abimanyu

"Tidak.. tidak ada yang ku pikirkan"jawab Pratiwindya

"Oh ayolah kak, jangan menyembunyikan sesuatu dari kami"Sutasoma langsung duduk di samping Pratiwindya dan di ikut oleh yang lain

Merasa tidak bisa menyembunyikan apapun dari mereka, Pratiwindya pun menceritakan tentang kejadian beberapa hari lalu

"Seorang saudari?, aku baru tau itu.."ujar Abimanyu, dan di angguki oleh yang lain

"Karena itulah aku penasaran akan asal usulnya dan tentang berita kehilangannya yang di ucapkan oleh ayah"jelas Pratiwindya

"Apakah kakak ingin mencari tau?"tanya Srutakarma dan Pratiwindya menganggukkan kepalanya

"Kalau begitu aku juga mau ikut!"seru Srutasena dan lainnya pun juga ingin ikut

"Baiklah kalau begitu, kita harus menyusun rencana.. pertama-tama kita butuh lukisan yang ada di kamar ayah dan kira akan membagi tugas..bla bla bla."

Mereka berenam menyusun rencana untuk mencari tahu kebenaran Mastani karena mereka rasa ada yang janggal dari ucapan sang ayah

***

Setelah menyelesaikan makanan mereka, Ashoka dan Aarav kini sedang melakukan push up dan lain sebagainya untuk menaikkan masa otot mereka

"100.."

"101.."

Dst..

"Semangat berlatih yaaa"ujar Mastani sembari mengetes ketajaman pedang yang baru ia buat pada tiga bambu di depannya

"Aku akan berlatih sampai menjadi kuat agar bisa menggendong ibu!"seru Ashoka dari seberang

"Aku juga!"timpal Aarav

Mastani hanya tersenyum sambil menggeleng lucu
"Silahkan..jika kalian sudah kuat, kalian harus menggendong ibu sampai pada Hastinapura"Mastani dan kemudian menebas tiga batang bambu itu dengan sekali ayun

Aarav yang sedang melakukan pull up pun melepas pegangannya pada besi yang di atas dan mendarat di tanah dengan tepat, ia kemudian menatap sang ibu
"Kemanapun ibu ingin pergi, aku dan kakak Ashoka siap untuk menggendong ibu"dan di angguki oleh Ashoka

"Baiklah, sekarang sudahi latihan kalian dan duduklah di samping ibu"ujar Mastani dan langsung di lakukan oleh keduanya

Mastani menyimpan pedangnya dengan baik, dan kemudian duduk di antara anak-anaknya

"Rencana kita sudah berjalan separuh..namun sebelum itu ibu ingin bertanya apa yang kalian butuhkan untuk semakin menambah kekuatan kalian"ucap Mastani

"Ibu, aku rasa kita perlu banyak berlatih fisik, batin dan juga strategi.."ucap Ashoka

"Dan kita butuh pasukan.."sambung Aarav

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang