Chapter 48

848 80 4
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Sudah begitu banyak latihan dan ujian yang Mastasharv lalui selama 5 tahun setelah bergabung dengan pasukan Ram

Tentu hal-hal tersebut tidaklah mudah, banyak hal yang menjadi pelajaran bagi mereka, banyak suka dan duka, namun justru hal tersebutlah yang membuat Mastasharv semakin kuat

Kini rencana mereka telah berjalan 50% , setelah melakukan pemantauan pada Hastinapura akhrinya mereka dapat melihat keruntuh Hastinapura yang terjadi secara tak kasat mata dan hal itu menjadi keuntungan bagi Mastani

Hari ini para pasukan pemberontak akan mulai bergerak menyusup masuk ke dalam area atau Hastinapura

Mastani, Ram, Mastasharv serta Saliman kini sedang duduk dan bertukar pikiran untuk membuat strategi

"Dari informasi yang ku dapat, hari ini.. Pandawa serta anak dan istrinya akan mengunjungi Hastinapura"ujar Saliman

"Selain mereka apakah ada tamu yang lain?"tanya Mastani

Saliman mengangguk
"Ada, Raja Angga, Karna..lalu kerajaan Magadha, kerajaan Dwaraka..dsb."Mastani pun terdiam sambil memikirkan sesuatu

"Apa kau juga ingin menyusup?"tanya Ram, Mastani langsung menggelengkan kepala

"Kita tidak boleh langsung menyusup, menurutku biarkan para prajurit melakukan teror agar mereka gelisah dan cemas.."Ashoka pun angkat bicara

"Benar, jika mereka cemas dan gelisah terhadap teror itu maka fokus mereka akan tercerai-berai.."lanjut Aarav

"Lalu teror apa yang kalian maksud?"tanya Saliman

Keduanya pun langsung tersenyum sinis
"Teror yang akan membuat mereka terpecah.."ujar Ashoka dengan seringainya

Malam yang tenang di Hastinapura, meskipun sudah 12 tahun namun saja mereka masih kekurangan cahaya pada malam hari hanya beberapa rumah saja yang memiliki pelita itu pun hanya satu atau dua, karena cahaya di Hastinapura terbatas mereka hanya bermodal kan sinar bulan di malam hari

Angin malam berhembus kencang membuat rumput-rumput bergoyang, daun-daun kering berterbangan bersama dengan debu

Di tengah gelapnya malam, seorang pria sedang berjalan sambil bersiul dan sedikit bernyanyi

Sepasang mata tajam memperhatikan pria langkah pria itu, angin kembali berhembus menggelitik tengkuk pria itu

Sejenak ia menghentikan langkahnya karena merasakan bahwa ada yang mengawasinya, ia menoleh ke samping dan belakang namun tidak mendapati siapapun

Mencoba untuk tenang pria itu kembali melanjutkan langkahnya walaupun dengan keringat dingin

BRUKKKKKKK

Bunyi sesuatu yang besar jatuh di belakang pria itu membuatnya tersentak, nafasnya memburu dengan kaku ia mencoba berbalik

Namun sekali lagi dia tidak melihat apa-apa, membuat ia bernafas lega
"Mungkin hanya perasaanku saja"lalu ia kembali berbalik dan berniat ingin  melanjutkan langkahnya

DEG

Jantung sang pria berpacu begitu cepat saat ia berbalik dan melihat bahwa ujung belati yang tajam berada tepat di depan wajahnya

Di depan si pria ada pria lain yang sedang menodongkan belati ke arahnya

Pria itu gemetar ketakutan, bahkan sampai kencing celana, ie mengatupkan kedua tangannya
"Tuan, tolong jangan bunuh aku.."

Bukannya berbelas kasih, namun pria di depannya langsung menusukkan belati itu pada jantungnya

"AHHKKK!"pria langsung memuncratkan darah dari mulutnya

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang