***
[Disclaimer: OOC, 17+, all picture from pinterest]
Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha. Tidak bermaksud menghina sejarah dan...
Beberapa bulan sudah berlalu, Mastani hidup di dalam hutan dengan usahanya sendiri
Bahkan ia telah memiliki pondok yang cukup besar untuknya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia begitu menikmati kesendiriannya, namun di balik itu ia juga sedang menyiapkan diri untuk membalaskan dendam serta penghinaan yang di lakukan oleh mereka padanya
Sambil mengasah belatinya, Mastani mengingat kembali kejadian malang itu.
Hatinya semakin di penuhi oleh amarah dan dendam "Aku tidak akan mengasihani siapapun lagi"
Ternyata waktu itu Mastani menyelamatkan pelayan itu dengan menghentikan pendarahannya, Mastani saat itu masih memiliki belas kasih
Namun pelayan sialan itu tidak tau berterimakasih "Jika aku melihatmu lagi.."gesekan batu dan belati pun terdengar begitu nyaring "Maka aku akan membakar dirimu"ucap Mastani sambil mengingat bagaimana pelayan itu memfitnah dirinya
Mastani mengangkat belatinya dan kemudian membelai belati itu, saking tajamnya belati itu pun melukai jari tengah Mastani
Namun bukannya kesakitan, Mastani malah tersenyum sinis, dan kemudian menyimpan belati itu di balik tubuhnya
Ia masuk ke dalam pondoknya dan berniat untuk memasak sesuatu, namun kayu yang dimilikinya habis, akhirnya Mastani pun keluar dan mencari kayu
Awal-awal tinggal di hutan Mastani sedikit kesulitan namun lama-lama ia mulai terbiasa
Hati dan pikirannya penuh akan rasa dendam, setiap hari ia hanya memikirkan cara-cara untuk membalas dendam pada mereka.. mereka semua
Selesai mencari kayu Mastani pun kembali pada pondoknya, ia mulai memasak makanan untuknya dan duduk menikmati
Saat pagi maka Mastani akan memulainya dengan melakukan pojaa kepada Mahadewa, siangnya ia akan melakukan berbagai latihan fisik dan kemampuan penalaran nya, Mastani berlatih lebih keras dan giat
Dia juga mempelajari tentang anggur yang membuatnya mabuk kepayang dan berakhir menyedihkan itu
Terkadang untuk mengusir rasa bosan Mastani menanam beberapa anakan bunga dan buah-buahan serta sayur-sayuran
Lalu di sore hari menjelang malam Mastani akan menyibukkan diri di dapur dan malam hari dia akan duduk dan melamun sampai tertidur
Begitulah keseharian Mastani, kesepian? Iya..tapi ada nikmatnya tersendiri
Namun beberapa hari ini Mastani merasa tidak enak, terkadang ia merasa pusing, kadang ia merasa ingin demam
Hari ini Mastani merasa tidak baik, sehabis pojaa pada Mahadewa Mastani merasa bahwa ada yang berbeda dari tubuhnya
Kepalanya terasa sangat pening, akhir-akhir ini Mastani tidak memiliki nafsu makan, ketika ia makan maka Mastani akan langsung memuntahkannya
Mastani menyandarkan tubuhnya pada pohon di belakangnya sambil menutup mata dan tangannya memijat pelan pelipisnya