Chapter 34

956 81 21
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Beberapa bulan sudah berlalu, Mastani hidup di dalam hutan dengan usahanya sendiri

Bahkan ia telah memiliki pondok yang cukup besar untuknya

Dia begitu menikmati kesendiriannya, namun di balik itu ia juga sedang menyiapkan diri untuk membalaskan dendam serta penghinaan yang di lakukan oleh mereka padanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dia begitu menikmati kesendiriannya, namun di balik itu ia juga sedang menyiapkan diri untuk membalaskan dendam serta penghinaan yang di lakukan oleh mereka padanya

Sambil mengasah belatinya, Mastani mengingat kembali kejadian malang itu.

Hatinya semakin di penuhi oleh amarah dan dendam
"Aku tidak akan mengasihani siapapun lagi"

Ternyata waktu itu Mastani menyelamatkan pelayan itu dengan menghentikan pendarahannya, Mastani saat itu masih memiliki belas kasih

Namun pelayan sialan itu tidak tau berterimakasih
"Jika aku melihatmu lagi.."gesekan batu dan belati pun terdengar begitu nyaring
"Maka aku akan membakar dirimu"ucap Mastani sambil mengingat bagaimana pelayan itu memfitnah dirinya

Mastani mengangkat belatinya dan kemudian membelai belati itu, saking tajamnya belati itu pun melukai jari tengah Mastani

Namun bukannya kesakitan, Mastani malah tersenyum sinis, dan kemudian menyimpan belati itu di balik tubuhnya

Ia masuk ke dalam pondoknya dan berniat untuk memasak sesuatu, namun kayu yang dimilikinya habis, akhirnya Mastani pun keluar dan mencari kayu

Awal-awal tinggal di hutan Mastani sedikit kesulitan namun lama-lama ia mulai terbiasa

Hati dan pikirannya penuh akan rasa dendam, setiap hari ia hanya memikirkan cara-cara untuk membalas dendam pada mereka.. mereka semua

Selesai mencari kayu Mastani pun kembali pada pondoknya, ia mulai memasak makanan untuknya dan duduk menikmati

Saat pagi maka Mastani akan memulainya dengan melakukan pojaa kepada Mahadewa, siangnya ia akan melakukan berbagai latihan fisik dan kemampuan penalaran nya, Mastani berlatih lebih keras dan giat

Dia juga mempelajari tentang anggur yang membuatnya mabuk kepayang dan berakhir menyedihkan itu

Terkadang untuk mengusir rasa bosan Mastani menanam beberapa anakan bunga dan buah-buahan serta sayur-sayuran

Lalu di sore hari menjelang malam Mastani akan menyibukkan diri di dapur dan malam hari dia akan duduk dan melamun sampai tertidur

Begitulah keseharian Mastani, kesepian? Iya..tapi ada nikmatnya tersendiri

Namun beberapa hari ini Mastani merasa tidak enak, terkadang ia merasa pusing, kadang ia merasa ingin demam

Hari ini Mastani merasa tidak baik, sehabis pojaa pada Mahadewa Mastani merasa bahwa ada yang berbeda dari tubuhnya

Kepalanya terasa sangat pening, akhir-akhir ini Mastani tidak memiliki nafsu makan, ketika ia makan maka Mastani akan langsung memuntahkannya

Mastani menyandarkan tubuhnya pada pohon di belakangnya sambil menutup mata dan tangannya memijat pelan pelipisnya

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang