Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***
Mengingat kejadian 5 tahun yang lalu entah kenapa rasa api amarah yang ada dalam diri Ashoka dan Aarav semakin membara
Apalagi cerita tentang ibunya yang di sidang, membuat rasa dendam semakin berkobar di dalam hati mereka
Oleh karena itu keduanya terus berlatih dengan keras untuk menjadi yang terhebat dan kemudian membalas mereka yang telah menghina ibunya
Keduanya kini sedang mengasah belati mereka masing-masing, sementara Mastani sedang berada sedang berdiri menatap ke arah sungai
"Kakak"
"Hm?"
"Apakah kita bisa sehebat ibu?.."tanya Aarav dengan nada pelan
"Lihatlah.."ujar Aarav sambil melihat ke arah Mastani dan Ashoka pun ikut melihat
"Bagiku ibu adalah orang terkuat yang ada di dunia..dia berdiri dengan kakinya sendiri tanpa bergantung pada siapapun, meski di kutuk oleh orang-orang namun ia tetap ada sampai sekarang dan merawat kita"
Ashoka pun merenungkan perkataan adiknya
"Kita pasti bisa sekuat ibu.. karena kita adalah anak-anaknya"Lalu kemudian mereka kembali mengasah belati mereka
Kegiatan mereka sehari-hari adalah belajar dan berlatih, mereka selalu bangun pagi dan tepat waktu, kemudian melakukan pooja pada Mahadewa, setelah itu mereka makan bersama
Setelah selesai makan, Mastani pun memberikan mereka jeda waktu sedikit sebelum mereka memulai latihan
Waktu yang di tentukan telah selesai, dan saatnya mereka untuk belajar dan berlatih
Kini Ashoka dan Aarav duduk dan Mastani berdiri di depan mereka
"Kalian telah belajar menggunakan senjata jarak jauh maupun dekat, sekarang aku ingin kalian belajar menggunakan benda-benda di sekitar kalian entah itu batu, kayu.. dan benda-benda lainnya yang dapat kalian jangkau untuk menjadi senjata"Mastani pun melihat sekelilingnya dan kemudian mengambil daun yang jatuh dari pohon
"Contohnya daun ini, terlihat seperti tidak berguna dan tidak dapat melukai siapapun"Ashoka dan Aarav memperhatikan dengan seksama
"Namun sebenarnya daun ini bisa menjadi sangat berbahaya jika berada di tangan yang tepat"Masani menunjukkan daun itu pada mereka
"Perhatikan baik-baik"dia menyelipkan daun itu di antara jari telunjuk dan jari tengah, lalu kemudian Mastani melempar daun itu dengan kecepatan tinggi dan daun itu menancap dengan tepat pada seekor burung yang lewat, burung terbang tidak secara optimal dan akhirnya jatuh
Ashoka dan Aarav langsung berlari menuju burung itu yang sudah tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang mengeluarkan garis-garis abstrak
Keduanya pun terheran-heran bagaimana bisa daun yang lembek itu dapat membunuh burung ini
Mastani pun berdiri di belakang mereka berdua dan berkata
"Daun itu memiliki ujung yang lancip, jika di lemparkan dalam kecepatan yang tinggi maka dia bisa menancap pada sesuatu.."
"Tapi kenapa dia sampai mati Guru? Bukankah hanya daun yang menancap?"Tanya Aarav
"Daun itu adalah daun pain bush jika kena getahnya maka akan menimbulkan bengkak dan ruam kemerahan di kulit, tapi lebih berbahaya lagi jika getahnya mengenai darah.. reaksi yang di berikan dapat mengancam nyawa, seperti yang terjadi pada burung itu.. awalnya hanya daun biasa namun bisa membunuh seekor hewan, itulah kenapa aku mengatakan untuk mengambil hal-hal yang dapat di jangkau"jelas Mastani
"Yang dapat di jangkau dalam artian ini adalah sesuatu yang kegunaannya bukan hanya satu tetapi lebih dan memiliki efek samping yang mematikan.."lanjut Mastani dan di pahami oleh keduanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Mastani Venenum World[END]
Fanfiction*** [Disclaimer: OOC, 17+, all picture from pinterest] Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha. Tidak bermaksud menghina sejarah dan...
![Mastani Venenum World[END]](https://img.wattpad.com/cover/378261678-64-k261836.jpg)