Chapter 44

869 73 6
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***

Hari sudah gelap, namun kedua putranya belum juga pulang Mastani pun hanya diam sambil menyiapkan makanan untuk mereka

Saat hampir tengah malam barulah terdengar suara pintu di ketuk, Mastani yang sedari tadi menunggu mereka pun bangun dan membuka pintu

"Dari mana saja.."suara yang biasanya lembut kini terdengar dingin di telinga Ashoka dan Aarav

Mereka berdua lalu masuk dan duduk  sementara Mastani menutup pintu kemudian berdiri di depan mereka

"Jawab pertanyaan ibu.."

Ashoka pun angkat bicara
"Kami..kami memanjat tebing dan pergi ke Hastinapura ibu.."
Tatapan Mastani pada kedua anaknya pun semakin dingin

"Kalian sudah melanggar perintah ibu, apakah kalian sadar itu?"keduanya pun menganggukkan kepalanya

"Kalian akan di hukum.."Mastani segera berbalik dan bermaksud untuk pergi mengambil makanan untuk mereka berdua

"Tuan Putri Hastinapura.."ucapan Ashoka membuat Mastani menghentikan langkahnya

"Itu adalah gelar ibu bukan? Ibu adalah tuan putri dari Hastinapura.."lanjut Ashoka

"Kenapa ibu menyembunyikan hal itu dari kami? Padahal ibu telah berkata bahwa tidak boleh ada rahasia di antara kita"Aarav juga nimbrung

"Jadi kalian sudah mengetahuinya?"ucap Mastani dengan nada pelan

"Tentu, kami telah mendengar semuanya"Ashoka menganggukkan kepalanya di ikuti Aarav
"Tapi kami butuh kejelasan dari ibu.."Mastani langsung berbalik dan berjalan ke arah mereka dan duduk di depan mereka

Dia menatap wajah polos kedua putranya, meskipun sedikit ragu tapi Mastani mencoba untuk menjelaskan kepada keduanya sambil mengelus kepala Aarav Mastani mulai bercerita

Mastani menceritakan seluruh kehidupannya pada kedua anaknya, semua yang pernah terjadi di masa lampau di ceritakan pada mereka berdua

Ashoka dan Aarav begitu serius mendengarkan cerita ibunya, dan bagian yang paling menyakitkan adalah ketika ibunya berada di dalam sidang

"Paman kalian Duryudana, dia awalnya membela ibu tetapi setelah di ancam tidak akan di berikan gelar putra mahkota dia pun diam.."

"Jadi tidak ada yang membela ibu? Bahkan kakek pun juga tidak membela ibu?"tanya Aarav, Mastani menganggukkan kepalanya
"Akhirnya ibu di hukum untuk di rajam oleh seluruh rakyat Hastinapura saat itu.. tetapi karena ibu tidak bersalah jadilah ibu tidak mati, saat itu amarah serta rasa dendam memenuhi ibu bahkan sampai sekarang.."

Mastani lalu memegang kedua dagu anaknya
"Ibu tidak ingin kalian terlibat dalam dendam ibu.." awalnya Mastani memang ingin anaknya juga terlibat namun setelah melihat wajah polos mereka, rasanya Mastani tidak mampu
"Kenapa tidak? Kami adalah anak-anak mu, kami ada karena rasa dendam itu"tukas Ashoka dengan cepat

Memang benar, jika bukan karena rasa dendam dan amarah mungkin Mastani sudah bunuh diri dan anak-anak itu tidak akan hadir di dunia

Mastani melihat anak-anaknya yang baru berusia lima tahun tetapi sangat pandai membuat Mastani seperti melihat dirinya di masa kecil

"Tapi anakku.."

"Tidak ibu, aku dan Aarav akan membantu membalaskan dendam ibu, sesuai dengan arti nama kami, aku akan menghilangkan semua rasa sedih dan amarah ibu, dan Aarav akan membawa kedamaian serta keadilan bagi ibu, lewat balas dendam ini"Ashoka berkata dengan lantang dan di angguki oleh Aarav, Mastani menatap kedua putranya
"Apakah kalian yakin?"

Keduanya pun menganggukkan kepala dengan mantap
"Apapun untuk ibu.."

"Jadi.. apakah aku dan kak Ashoka adalah anak para Pandawa?"tanya Aarav

Mastani tersenyum tipis
"Ashoka adalah anak dari Pandawa, dan kau Aarav..kau adalah anak dari Dewa Shani, Dewa Kebenaran yang kau jadikan panutan itu.."mendengar itu mereka pun terdiam, namun senyuman Mastani semakin lebar
"Tetapi yang sesungguhnya, kalian adalah anak-anakku, Mastasharv.. putra-putra Mastani"

Ashoka dan Aarav pun langsung memeluk Mastani, Mastani membalas pelukan mereka sambil mengelus kepala mereka
'Sekalipun aku harus melawan ayahku, aku sanggup untuk melakukannya..'batin Ashoka

Benih-benih dendam yang awalnya sudah berada saat mereka di ciptakan kini mulai tumbuh setelah mengetahui kenyataan pahit tentang ibu mereka

Tiga Dewa utama yang melihat dari atas pun saling bercakap-cakap

"Mahadewa, bukankah putrimu memupuk sesuatu dengan kebencian dan itu bukanlah suatu hal yang baik"Dewa Brahma

Mahadewa hanya tersenyum tipis lalu menjawabnya
"Suatu perubahan butuh pengorbanan yang besar, dan hal itu sedang berproses sekarang, Mastani putriku telah berkorban dan kini perubahan pun akan di mulai, dan Mastasharv telah menemukan tujuan mereka ada di dunia ini

Setelah mereka menyelesaikan tujuan maka proses perubahan pun mulai berjalan lebih cepat, anggap saja mereka datang untuk membalaskan dendam ibu mereka namun tambahan lainnya mereka membawa perubahan yang besar bagi dunia yang sudah salah dalam mengartikan pengajaran kita.."

"Kau begitu memercayai putrimu.."Narayan juga menimpal

"Tentu saja..dia adalah ibu dari perubahan yang akan datang, dia juga penyeimbang dunia, setelah merasakan keuntungan dari Mastani, Hastinapura juga akan merasakan kerugiannya.."Mahadewa tersenyum tulus

-FLASBACK END-

***

Di Hastinapura mulai terjadi beberapa masalah kecil, yang setiap saat harus di selesaikan oleh Raja

Mereka melakukan beberapa kali pertemuan agar dapat bertukar pikiran dan mendapatkan jalan keluarnya, namun selalu saja hasilnya tidak cukup memuaskan

Masyarakat resah dan Raja pun bingung, banyak yang mulai menyadari perubahan yang terjadi saat Mastani ada dan tidak ada

Saat Mastani masih berada di Hastinapura, semuanya terasa tentram dan tidak pernah kekurangan suatu apapun

Tetapi kini setelah ketidakhadiran nya Hastinapura mulai mengalami penurunan, bahkan ketika mereka melakukan kerjasama dengan kerajaan lain, terkadang terjadi kesalahan-kesalahan kecil namun berdampak besar

Bisma dapat melihat itu semua namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, sementara Sengkuni hanya tersenyum sinis

'Ternyata dia selalu membawa dampak besar bagi orang-orang di sekitarnya, tidak salah aku memilih dia untuk menjadi pendamping Duryudana di masa depan'batin Sengkuni, dia lalu memanggil keponakannya untuk mendekat

Duryudana pun mendekat ke arah Sengkuni
"Ada apa paman?"

Sengkuni pun berbisik di telinga Duryudana
"Keponakanku..kau harus membawa kembali Mastani ke istana ini, jika tidak semuanya akan mengalami kehancuran.."

"Aku sedang mengusahakan nya Paman"

"Baguslah, kau juga harus memantau pergerakan Pandawa, jangan sampai mereka mendahului mu, ingat..jika kau memiliki Mastani sebagai istrimu maka posisimu akan semakin kuat"Duryudana menganggukkan kepalanya dan kembali duduk di tempatnya

Meskipun Mastani membuat posisinya semakin kuat, namun bukan itu satu-satunya alasan ia ingin membawa kembali Mastani, dia harus memiliki Mastani seutuhnya sebelum para Pandawa memiliknya, dan yang paling utama ia menyesal karena tidak membela pujaan hatinya membuat Mastani meninggalkannya

Duryudana menutup matanya
'Maafkan aku..aku akan mengambil mu kembali..'batin Duryudana sebelum ia kembali membuka matanya

***

Jangan lupa mampir di tik tok author ya mastani5736 🤗😉

Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha

TBC

***

Mastani Venenum World[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang