Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
***
Mastani yang kini sedang memakai antingnya di kagetkan dengan kehadiran Durpadi yang menatapnya selidik
"Drupadi, kau mengagetkanku"ucap Mastani yang kemudian kembali memakai antingnya
"Maaf, tetapi ada yang perlu aku ketahui disini"ucap Drupadi
"Apa?"ucap Mastani tanpa berbalik
"Kau punya hubungan dengan Raja dari Angga? Namanya Karna bukan?"
Mendengar pertanyaan Drupadi membuat Mastani menghentikan aktivitasnya
"Ya aku dan Radheya hanya sebatas sahabat saja"jawab Mastani
"Radheya? Apakah itu nama panggilan sayang darimu untuknya? Wah.. sepertinya hubungan kalian bukan hanya sebagai sahabat"
"Drupadi.."
"Tidak Mastani, kau harus jujur padaku"
Sejenak Mastani terdiam, ia lalu menatap Drupadi dari cermin
"Aku tidak tau..aku hanya merasa bahwa jantung ku tidak aman jika sedang berada di dekatnya, seperti debarannya semakin cepat jika aku terlalu dekat dengan Radheya"cicit Mastani
Senyum Drupadi pun terbit
"Itulah yang aku rasakan pada kakakmu dan itu di namakan cinta artinya sekarang kau sedang jatuh cinta pada Karna"
Mastani pun mengalihkan tatapannya
"Benarkah?...kalau begitu apakah dia juga merasakan perasaan yang sama dengan ku?"
Drupadi maju dan membungku sambil memegang bahu Mastani, mereka kini sama-sama menghadap ke cermin
"Lihatlah, kau sangat cantik dan berbakat, dia pasti juga jatuh cinta padamu, termasuk saudara-saudara mu"ujar Drupadi, namun kalimat terakhir ia ucapkan dalam hati
Mastani hanya diam sambil menundukkan pandangannya namun dengan cepat ia merubah raut wajahnya
"Baiklah, aku akan memegang perkataan mu dan untuk memastikannya maka aku harus melakukan sesuatu"
"Memastikan apa?"
"Memastikan bahwa dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku"jawab Mastani sambil mengedipkan mata kanannya
Drupadi tersenyum tipis
'kau memanglah sangat cantik dan baik tidak mungkin Karna tidak menyukai mu, karena saudaramu saja juga jatuh cinta apalagi Karna'batin Drupadi
***
Kini di ruang makan duduklah Mastani di antara Duryudana dan Dursasana lalu di hadapan mereka ada Drupadi di antara para Pandawa
Namun Mastani memilih berdiri, ia mulai mengambil makanan dari pelayan dan mulai membagikan makanan kepada para Kurawa
"Terimakasih cantik"ujar salah satu dari para Kurawa dan Mastani pun membalas dengan kedipan matanya
Para Kurawa pun tertawa kecil melihat interaksi mereka berdua, selesai membagi makanan Mastani pun duduk
Para Pandawa pun menatap bingung pada Mastani
"Mastani, apakah kau tidak ingin membagi juga bagi kami?"tanya Bima
"Eh?"kaget Mastani, ia pun menepuk jidatnya pelan
"Maaf kak, karena kakak-kakakku yang tampan ini sudah memiliki seorang istri, maka kalian akan di layani oleh Drupadi dan aku hanya akan membagi untuk kakak-kakak Kurawa"
Sendok yang di pegang oleh para Pandawa pun di genggam erat oleh mereka, bahkan ada yang hampir bengkok
"Maafkan aku karena lupa memberi tau Drupadi"sesal Mastani
"Sudahlah, ayo duduk"ujar Duryudana yang di angguki oleh Mastani, ia pun duduk
Drupadi pun dengan pelan bangun dan mulai membagikan makanan untuk para Pandawa, Sadewa menatap tajam ke arah makanan yang di bagikan oleh Drupadi
KAMU SEDANG MEMBACA
Mastani Venenum World[END]
Fanfiction*** [Disclaimer: OOC, 17+, all picture from pinterest] Cerita ini di buat iseng-iseng aja, tidak sepenuhnya mengikuti alur Mahabharata, akan ada banyak hal yang di ubah terutama tentang peperangan Bharatayuddha. Tidak bermaksud menghina sejarah dan...
![Mastani Venenum World[END]](https://img.wattpad.com/cover/378261678-64-k261836.jpg)