Negri Aldebaran

110 9 0
                                        

Mereka semua masih memejamkan mata,tapi kok ngak kerasa apa apa ya?

Kok tubuh mereka rasanya melayang?

Bruk

"Adoyy" mereka semua mengaduh kesakitan. Mereka mendarat di tanah dengan posisi tengkurap,hanya satria yang mendarat dengan sempurna.

"Adooh,bilang bilang dong " Seano menggerutu.

"Ini dimana?" Tanya Johan saat melihat sekitar yang memiliki aura suram.

"Negri Aldebaran,negri asal kami" satria membantu mereka berdiri

"Serem bener" Harry bergidik ngeri

"Sekarang kembali ke kerajaan aja Satria,besok adalah acara penyambutan,kita ngak mungkin balik lagi ke bumi" Seano menginstruksi satria

Tik

Dengan menjentikkan jarinya, pakaian satria langsung berubah dengan sepasang sayap hitam dipunggung nya

Tik

Sekali jentikkan jari lagi, mereka berpindah menjadi di dalam sebuah ruangan

"Wanjay,kayak di kerajaan kerajaan gitu ngak sih?" Reffi berseru saat melihat sekeliling

"Norak Lo" sindir Jake

"Biasanya orang yang suka nyinyir masuk neraka jalur prestasi" Reffi balas nyinyir kepada Jake

Jake hanya membalas dengan tatapan mata julid

"Seano kayak panglima perang"Johan bersuara saat melihat Seano

"Seano keren " Joy memberikan acungan jempol

Seano Tidak menanggapi

Seano melirik satria sekilas

Tik

Sekelompok orang berpakaian serba hitam tiba tiba muncul

"Antarkan mereka ke kamar, mereka adalah teman teman ku dari bumi" satria memberikan perintah yang langsung di angguki oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam tersebut

"Satria ngomong apa?" Bisik Johan ke Seano

Seano hanya mengedikkan bahu,malas menjawab

Sekelompok orang itu lebih dulu berjalan

"Ikuti mereka " titah satria

"Lo kalo gini kayak orang bener aja" Reffi tak henti hentinya berucap

"Bacot" balas satria malas

Mereka kecuali Seano dan Satria mengikuti sekelompok orang berpakaian hitam tersebut



"Wanjay , kamarnya bagus banget" Jake berkeliling kamar yang luas itu. Saking luasnya,disana ada 7 kasur sekaligus

Bruk

"Empuk banget cok" Johan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur itu. Tubuhnya berayun ayun

Tring

Sebuah suara mengalihkan perhatian mereka

Tiba tiba saja ,ada makanan di atas meja

"Apaan nih,kok hitam semua,kayak hatinya si Johan" Reffi berekspektasi jijik sambil mengaduk makanan yang berwarna hitam itu

"Hati Lo kalii" Johan tak mau kalah

Cpk

Suara Joy membuat Reffi dan Johan yang saling lempar pandangan permusuhan berpaling

"Ini enak,kayak bubur di bumi" Joy menyendok makanan yang katanya bubur itu ke mulutnya tanpa ragu

How Did It End?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang