22 tamat

1.2K 31 3
                                        

Revan sedang termenung mengingat kalau masa kecilnya dihabiskan dengan ravan seperti ini penuh kasih sayang ayah, bunda, Oma, opa, paman, bibi, dan para sepupunya pasti akan sangat menyenangkan tapi apa boleh buat takdir berkata lain dia merindukan ravan tapi pasti ada waktunya untuk bersama kembali sekarang lebih baik menikmati setiap momen bersama keluarganya.

"Revan saatnya terapi yah" bunda datang kekamar ada suster juga jadi kalau anak berkebutuhan khusus tuh butuh terapi sebenarnya revan tidak memerlukan nya tapi yah dari pada kebanyakan diem juga badannya pegel Revan terima terima saja saat kakinya diterapi atau di berikan gerakan gerakan oleh suster.
Paman bersama ayah masuk

"Biar saya saja yang melakukannya" perintah paman pada suster

Sambil terapi kepala Revan dielus lembut oleh bunda, perutnya tengah dioleskan minyak zaitun agar lembab oleh ayah sesekali ayah menciumi perut gembul milik Revan, gimana engga gembul orang dia kerjaannya cuma makan, nyusu, bobo, digendong kemana mana.

"Sudah ayah geli heee" saat perutnya, lipatan ketiaknya diciumi oleh ayah.
Tenang Revan tuh wangi banget wangi bayi.

"Tuhan terimakasih masih memberikan kesempatan keluarga ku merasakan yang namanya kebahagiaan, ravan maaf kan bunda sayang, bunda akan menjaga Revan mulai sekarang. Jadi ravan tenang lah dan tunggu kami nanti yah disurga" pikiran bunda saat melihat pemandangan yang indah didepan matanya rasa syukur.

Revan sendiri mulai terbiasa dengan semua ini dia akhirnya menerima yag namanya kasih sayang walaupun dengan cara spesial yang bunda berikan padanya tapi dia menyukai ini semuanya.

Ayah juga sangat bersyukur keluarganya bisa tersenyum kembali dan melanjutkan kehidupannya yang tadinya dia pikir hidupnya sudah hancur setelah kematian ravan

Tamat
Terimakasih
Para pembaca
Maaf kalau aneh

sikembar cerebral palsy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang