Hari ini, Kinan sedang libur kuliah dan memutuskan untuk menemani Akselia ke pasar membeli sayur favoritnya.
"Huh, Akselia sebel sama Papa dan Mama," keluh Akselia sambil berjalan di samping Kinan.
"Loh, sebel kenapa?" tanya Kinan, menoleh dengan rasa penasaran.
"Papa sama Mama udah janji mau nemenin Akselia ke pasar, tapi malah batal," jawab Akselia, nadanya kesal.
"Kan ada Om yang nemenin Akselia," ucap Kinan sambil tersenyum lembut, mencoba meredakan kekesalan adiknya.
Akselia mendengus pelan, lalu menoleh ke Kinan dengan wajah cemberut. "Iya sih, tapi kan beda, Kak. Papa sama Mama yang janji mau nemenin. Akselia udah nungguin dari pagi, terus tiba-tiba mereka bilang gak jadi. Rasanya sedih aja," jawabnya dengan nada kecewa, sambil memandang jalanan yang ramai di depan mereka.
Kinan menepuk bahu Akselia pelan. "Om ngerti, pasti kecewa ya. Tapi yang penting kan Akselia masih bisa ke pasar, apalagi sayur favoritmu udah pasti kita beli, kan?"
Kinan lalu tersenyum lebih lebar dan mencoba membuat suasana lebih ceria. "Gimana kalau nanti kita mampir beli es krim setelah dari pasar? Yang rasa coklat kesukaanmu?"
Mendengar kata 'es krim', mata Akselia sedikit berbinar. "Beneran, Kak? Es krim coklat?" tanyanya, suaranya mulai menunjukkan sedikit antusiasme.
Kinan mengangguk, "Beneran. Kamu pasti suka, kan?"
Akselia tersenyum kecil. "Ya udah deh, kalau gitu Akselia gak terlalu sebel lagi."
Kini, Akselia dan Kinan sibuk berkeliling pasar, mencari sayur bayam yang menjadi favorit Akselia. Mereka melewati beberapa penjual sayuran, sambil memandangi tumpukan sayuran hijau segar yang berjajar di rak-rak kayu. Bau campuran rempah-rempah, sayuran, dan aroma khas pasar tradisional memenuhi udara, sementara suara pedagang yang menawarkan dagangan mereka terdengar ramai di sekeliling.
"Mbak, bayamnya ada?" tanya Kinan, menghentikan langkah di salah satu kios yang tampak menjual berbagai jenis sayur mayur.
Penjualnya, seorang ibu paruh baya dengan senyum ramah, mengangguk sambil menunjuk ke tumpukan bayam segar di sudut. "Ada, mas. Baru pagi ini datang, masih segar nih."
Akselia langsung mendekat, matanya bersinar saat melihat tumpukan bayam dengan daun yang tampak segar. "Yang itu aja, om, daunnya lebar dan hijau banget. Jangan yang layu, ya!" ucap Akselia dengan nada bersemangat, sembari menunjuk ke arah bayam yang ia incar.
Kinan tersenyum kecil melihat antusiasme adiknya. "Iya, iya, tenang aja. Kita pilih yang paling segar," jawabnya sambil mulai memilih bayam sesuai keinginan Akselia.
Saat Kinan sibuk memilih, Akselia melihat-lihat sekeliling, memperhatikan hiruk-pikuk pasar. Pedagang lain sibuk melayani pembeli, sementara suara ayam berkotek dan aroma sate yang sedang dipanggang semakin menambah semarak suasana. Meski masih ada sedikit rasa kecewa soal Papa dan Mama, namun perlahan-lahan, suasana pasar dan kehadiran Kinan membuat hatinya lebih tenang.
"Sudah, Akselia? Cukup ini?" tanya Kinan sambil menunjuk ke kantong berisi bayam yang sudah dipilihnya.
Akselia mengangguk puas. "Iya, ini udah bagus. Yuk, kita beli es krim habis ini, om!" ujarnya dengan senyum lebar, semangatnya kembali pulih.
Saat mereka berjalan keluar dari pasar, mata Akselia tiba-tiba tertuju pada deretan mainan yang dijajakan di sebuah kios kecil di dekat pintu keluar. Ada balon, boneka, dan di sebelahnya, terlihat ayam warna-warni yang menarik perhatiannya. Ayam-ayam kecil dengan bulu yang dicat dalam berbagai warna cerah—merah, kuning, hijau—berkeliaran di dalam kotak kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER
Aksimenceritakan tentang kehidupan Aaron Smith Orlando sebagai adek tiri Ainsley Hierra Clouwi dan sebagai kakak tiri dari Jenni Anavella Roan clouwi
