Bab 20: Bertemu Akselia

31 0 0
                                        

Hari itu, Kinan memutuskan untuk mengunjungi rumah Aron, tetapi kali ini bukan untuk bertemu Aron. Dia ingin bertemu dengan Akselia, putri kecil yang selama ini sering diceritakan oleh Aron dengan penuh kasih sayang.

Ketika Kinan tiba di rumah, Aron sedang pergi keluar sebentar untuk urusan penting, sehingga Akselia menyambutnya sendiri di depan pintu. Meski awalnya terlihat canggung, Kinan berhasil mencairkan suasana dengan candaan kecil. Akselia segera tertawa, menyambut Kinan dengan senyum lebar yang menggemaskan.

“Kamu suka main teka-teki, Akselia?” tanya Kinan sambil duduk di ruang tamu.

Akselia mengangguk antusias. “Suka banget, om Kinan! Papa  sering kasih aku teka-teki, tapi aku selalu berhasil jawab!”

“Wah, hebat sekali! Bagaimana kalau om kasih teka-teki baru?” Kinan tersenyum sambil memikirkan teka-teki yang cukup menantang.

Akselia menatap Kinan penuh harap, terlihat jelas bahwa ia sangat bersemangat. “Kasih aku teka-teki yang sulit ya, om Kinan!”

Kinan pun berpikir sejenak, lalu berkata, “Oke, ini teka-tekinya: ‘Aku ada di depanmu saat terang, tapi aku hilang saat gelap. Aku tak bisa kau pegang, namun selalu menirumu. Apa aku?’”

Akselia mengerutkan keningnya, tampak berpikir serius. Setelah beberapa detik, dia tersenyum lebar. “Bayangan! Itu bayangan, kan?”

Kinan terkekeh kagum. “Tepat sekali! Akselia memang pintar.”

Percakapan mereka terus mengalir dengan nyaman. Kinan mulai memahami mengapa Aron begitu menyayangi putri kecilnya ini. Akselia tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki kepribadian yang hangat. Dia bahkan mulai bercerita tentang mimpinya suatu hari nanti menjadi seorang guru, membuat Kinan tersenyum bangga mendengar cerita polosnya.

Di tengah percakapan, Kinan mengambil boneka kecil dari meja di ruang tamu. “Ini boneka siapa, Akselia?” tanyanya sambil menunjuk boneka beruang yang agak lusuh tetapi tetap terlihat sangat disukai.

“Itu namanya Bubu! Bubu sudah menemani aku sejak kecil,” jawab Akselia dengan penuh semangat. “Aku selalu cerita ke Bubu kalau aku lagi sedih atau senang. Papa  juga suka main sama Bubu dulu waktu kecil!”

Kinan tersenyum lembut. “Berarti Bubu adalah teman terbaikmu, ya?”

Akselia mengangguk. “Iya, dan sekarang aku juga punya teman baru, yaitu om Kinan.”

Kinan merasa tersentuh mendengar ucapan Akselia. Hari itu, dia menyadari bahwa ada hubungan yang kuat antara mereka berdua, meski ini bukan pertama kali mereka bertemu. Akselia berhasil membuat Kinan merasa diterima, seperti bagian dari keluarga.

Mereka menghabiskan sore bersama, bermain teka-teki dan bercanda, sampai akhirnya Aron pulang dan mendapati keduanya tertawa bersama di ruang tamu. Aron tersenyum melihat mereka, merasa bahagia karena Kinan dan Akselia bisa berinteraksi dengan begitu akrab.

Sore itu, setelah mereka selesai bermain teka-teki, Akselia menatap Kinan dengan mata berbinar seolah memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Dia tampak ragu-ragu sesaat sebelum akhirnya berkata dengan suara pelan, “om Kinan, aku punya rahasia.”

Kinan tersenyum lembut dan menunduk untuk menyamakan tinggi pandangannya dengan Akselia. “Wah, rahasia apa itu? Tenang saja, om janji nggak akan kasih tahu siapa pun,” katanya dengan nada menggoda.

Akselia menoleh ke sekitar, memastikan bahwa Aron tidak mendengarkan mereka dari kejauhan. “Aku suka nyimpen surat-surat rahasia di kotak khusus. Papa  nggak tahu soal ini, dan aku juga belum pernah kasih lihat ke siapa pun,” bisiknya.

Mendengar itu, Kinan merasa tersanjung. Dia tidak menyangka Akselia akan mempercayainya dengan rahasia kecilnya itu. “Wah, om merasa spesial nih! Boleh om lihat salah satu surat rahasianya?” tanya Kinan penuh rasa ingin tahu.

Akselia mengangguk malu-malu lalu berlari kecil menuju kamarnya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan sebuah kotak kecil berwarna biru, yang tampak penuh dengan kertas-kertas warna-warni di dalamnya. Akselia menyerahkan kotak itu kepada Kinan dan berkata, “Ini kotak rahasia aku. Di sini aku tulis semua keinginan dan impian aku.”

Kinan membuka kotak tersebut dan dengan hati-hati mengambil selembar kertas yang ditulis dengan tulisan tangan kecil. Di atasnya tertulis: “Semoga aku selalu bahagia dan bisa bikin papa bahagia.”

Membaca kata-kata itu, hati Kinan terenyuh. Dia tidak menyangka Akselia begitu peduli pada papanya, bahkan sampai menuliskan doa-doa untuk kebahagiaan Aron. “Akselia, kamu sangat baik. Papa  pasti beruntung punya putri sebaik kamu,” ucap Kinan, menatap Akselia dengan penuh kasih.

Akselia tersenyum, lalu melipat tangan di depan dadanya. “Aku tahu papa  selalu sibuk dan punya banyak pikiran, jadi aku selalu berharap dia bisa senyum terus.”

Kinan mengusap lembut kepala Akselia. “Kamu benar-benar pengertian, Akselia. Om yakin papa  sangat menghargai semua yang kamu lakukan.”

Mereka kembali tenggelam dalam obrolan, dengan Akselia terus menceritakan rahasia-rahasia kecilnya. Dia bahkan menceritakan keinginan kecilnya untuk pergi ke taman hiburan bersama Aron dan juga Kinan, berharap mereka bertiga bisa menghabiskan waktu bersama suatu hari nanti.

Kinan mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa terhubung dengan Akselia pada tingkat yang lebih dalam. Anak kecil ini memiliki kebesaran hati yang luar biasa, dan dia bisa merasakan bagaimana kasih sayang tulusnya kepada Aron. Saat itu, Kinan merasa yakin bahwa ia telah menjadi bagian dari sesuatu yang penting di hidup mereka berdua.

Malam semakin larut, dan akhirnya Akselia tertidur di sofa, kepalanya bersandar pada lengan Kinan. Melihat wajah polos Akselia yang tertidur, Kinan merasa semakin terikat dengan keluarga kecil ini. Di dalam hatinya, ia berjanji untuk menjaga kebahagiaan Akselia dan Aron, apa pun yang terjadi.

Ketika Aron kembali dari kegiatannya dan melihat putrinya tertidur di sisi Kinan, ia tersenyum dan berterima kasih kepada Kinan karena telah menemani Akselia sepanjang hari. Mereka berbagi senyum yang penuh pengertian, seolah tahu bahwa hari itu telah menciptakan ikatan baru di antara mereka bertiga.















Jangan lupa vote

~stepbrother~

STEPBROTHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang