Siang hari..
Taehyung duduk diatas sofa sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding sofa. Taehyung tengah meregangkan saraf saraf ototnya karena sedari pagi dirinya duduk sambil mengerjakan beberapa pekerjaan didepan laptopnya.
Senyum kotak Taehyung terulas diwajahnya saat melihat kedatangan istrinya, Raina.
"Istriku kenapa lama sekali sih." Keluh Taehyung begitu melihat kedatangan Raina.
"Astaga bahkan aku gak sampai 5 jam Taehyung." Raina menghampiri Taehyung lalu duduk disamping Taehyung.
"Satu detik saja tanpa kamu, duniaku serasa runtuh." Ucap Taehyung dengan nada terkesan manja.
"Lebay sekali Taehyung."
"Sudah makan siang?" Tanya Raina.
"Sayang bagaimana aku bisa makan sedangkan aku disini seperti duda di tinggal istrinya." Lagi lagi Taehyung mendramatis.
"Terlalu mendramatisir." Ucap Raina.
"Ayo dong sayang masak, aku kangen masakan istri aku yang cantik ini." Goda Taehyung.
"Sayang, aku lagi hamil besar gini masa disuruh masak." Ucap Raina pura pura cemberut.
Raina hendak menggoda Taehyung, pasalnya Raina juga ingin sekali memasak untuk Taehyung.
"Astaga Iya aku hampir lupa, istriku lagi hamil besar." Mengelus perut Raina.
"Sayang kamu dengerkan, papa mu bisa bisanya melupakan kamu." Ucap Raina tak kalah mendramatis sambil mengelus perutnya.
"Aniya sayang, papa tidak lupa."
"papa bohong baby."
"Sayang jangan ngomporin baby kim dong, nanti baby nya marah." Ucap Taehyung cemberut.
"Baby marah pasti ya, baby gak mau sama papa kan."
Tiba tiba baby didalam perut kamu bergerak, seolah mendengar percakapan Raina sama Taehyung.
" Tuh tuh lihat baby kim nya gerak sayang menandakan setuju sama perkataan aku." Ucap Raina.
"Sayang enggak ah, ini baby kim gerak karena mau protes kalau baby kim mau sama aku." Taehyung tidak ingin kalah.
Raina tertawa. Ada perasaan senang dan bahagia dalam hatinya karena rasa takut yang selama ini Raina rasakan tidak terjadi. Raina sangat bersyukur karena semasa kehamilannya ditemenin sang suami.
Raina takut kalau baby kim akan kehilangan sosok papa nya karena harus menikah lagi.
"Yasudah tunggu ya aku masak dulu."
"Aniya, biar aku saja yang masak."
"Istri aku duduk saja disini oke." Ucap Taehyung.
"Katanya kamu mau masakan aku."
"Bisa kapan lagi, sekarang kamu pasti capek karena habis dari luar, jadi gapapa biar aku aja." Titah Taehyung tidak bisa dibantah.
"Yasudah aku sama baby kim nunggu dimeja makan ya."
"Ngelihatin papa masak."
Taehyung tersenyum, seperti ada ribuan kupu kupu diperutnya karena salting disebut papa sama Raina.
Taehyung berjalan kedapur diikuti oleh Raina namun Raina menunggu dimeja makan sambil melihat Taehyung masak.
Taehyung mulai berkutat dengan alat masaknya.
*
Sementara itu di lain tempat.
Seorang wanita berumur 29 tahun menghampiri pria paruh baya yang sedang duduk diruang tamu sambil menatap layar laptop.
KAMU SEDANG MEMBACA
ꜰ ᴀ ɪ ʟ ᴜ ʀ ᴇ
FanfictionPernikahan yang ku anggap baik baik saja, ternyata hancur dalam sekejap. Dan malam ini akhir dari pernikahanku. "sayang izinkan aku untuk menikah lagi." "mari kita bercerai saja."
