"Eonni." Panggil Raina saat tahu siapa yang saat ini tengah memeluknya.
Annisa semakin mengeratkan pelukannya membuat Raina semakin menangis dipelukannya.
"Menangislah." Ucap Annisa.
Annisa mengelus punggung Raina mencoba menenangkan Raina.
setelah beberapa saat, Raina mulai tenang dan hanya terdengar suara isakan saja.
"Cerita padaku kalau kamu butuh orang untuk mendengarkan ceritamu."
"Meskipun Eonni tidak bisa memberimu saran setidaknya Eonni bisa menjadi pendengar yang baik."
"Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu, Eonni."
"Merepotkan Yoongi." Raina menunduk tidak enak karena Raina selalu merasa bahwa dia selalu saja merepotkan keluarga Yoongi.
"Bahkan Yoongi rela pulang pergi Daegu-Seoul hanya untuk melihat keadaan aku."
"Aku sudah terlalu banyak merepotkan disini." Ucap Raina tak enak.
"Kamu sudah seperti adikku, kamu tahu aku sangat menginginkan adik perempuan."
"Terkadang aku selalu meminta kepada Yoongi untuk segera menikah."
"Namun dia selalu saja menjawab masih ingin pokus bekerja."
"Dengarkan aku Raina." Annisa memegang bahu Raina.
"Apapun kesulitan kamu yang saat ini sedang kamu hadapi, percayalah ada aku ada Yoongi yang akan menjadi tempat untuk bersandar."
"Jangan selalu dipendam sendiri."
"Apa kamu tidak kasihan sama bayi yang ada diperutmu.?"
"Kalau kamu terlalu setres, itu akan mempengaruhi kandungan kamu."
"Sekarang fokuskan pada kandungan kamu saja jangan memikirkan hal yang membuatmu sakit." Ucap Annisa panjang lebar.
"Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang."
"Aku benar-benar bingung Eonni." Raina menundukan kepalanya dan lagi lagi air matanya kembali menetes.
"Bingung harus bagaimana menghadapi suamimu.?"
"Bingung antara kamu harus menyetujui pernikahannya atau tidak.?"
"Itu yang membuat kamu bingung hmm.?"
Raina hanya mengangguk.
Annisa dan Seokjin memang sudah mengetahui masalah yang saat ini sedang Raina hadapi. Annisa begitu tidak percaya atas apa yang dilakukan Taehyung terhadap Raina.
"Aku memang sangat naif jika aku berkata bahwa aku tidak mencintai Taehyung, Eonni."
"Aku bahkan masih sangat mencintainya."
"Namun perkataannya malam itu membuatku hancur sehancur hancurnya."
"Apa dia tidak memikirkan perasaan aku eonni."
"Apa dia juga tidak memikirkan bagaimana anaknya nanti."
"Dia begitu egois Eonni."
"Namun aku juga tidak bisa berhenti mencintainya."
"Tapi aku tidak mau jika aku harus diduakan." Jelas Raina seolah sedang meluapkan segala isi hatinya.
"Aku mengerti perasaanmu, Raina."
"Karena bagaimana pun dia ayah dari anak yang sedang kamu kandung."
"Tapi saat ini biarlah seperti ini dulu, kamu harus membiarkan suamimu berpikir bahwa keputusannya salah."
KAMU SEDANG MEMBACA
ꜰ ᴀ ɪ ʟ ᴜ ʀ ᴇ
FanfictionPernikahan yang ku anggap baik baik saja, ternyata hancur dalam sekejap. Dan malam ini akhir dari pernikahanku. "sayang izinkan aku untuk menikah lagi." "mari kita bercerai saja."
