Chapter 23: Bonding on the Threshold of the World

126 19 0
                                    

Freya menatap Angelina dengan campuran rasa takut dan tekad yang membara. Kata "kontrak" masih bergaung di kepalanya, seolah-olah membawa beban besar yang tidak terbayangkan. Di sebelahnya, Fiony tampak gelisah, masih berusaha memproses semuanya—bahwa hubungannya dengan Freya kini melibatkan lebih dari sekadar cinta, tapi juga ritual magis yang bisa mengubah nasib mereka selamanya.

"Apa maksudmu dengan kontrak?" Freya akhirnya bertanya, mencoba meredakan ketegangan yang menghimpitnya.

Angelina, yang berdiri di ambang jendela dengan sorot mata penuh arti, berbalik perlahan. "Kontrak antara manusia dan roh bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng, Freya. Itu adalah ikatan yang akan menghubungkan jiwa kalian lebih dalam lagi. Dengan kontrak itu, Fiony akan memperoleh kekuatan dari dunia ini tanpa harus menguras energimu. Tapi ada resikonya."

Fiony menatap Angelina dengan curiga. "Apa resiko yang kau maksud?"

Angelina berjalan mendekat, memandang mereka berdua dengan tatapan lembut tapi tegas. "Jika kontrak ini dilakukan, hubungan kalian akan semakin kuat, namun kalian berdua akan menjadi target dari makhluk-makhluk yang lebih kuat. Roh-roh jahat yang selama ini mengincar Freya akan semakin tergoda untuk merebut energinya karena mereka tahu bahwa kekuatanmu, Fiony, berasal dari ikatanmu dengannya. Dan Freya... kau akan selalu berada di ambang bahaya."

Freya menarik napas dalam-dalam, merasakan keputusasaan yang menggumpal di dadanya. Namun, di balik semua ketakutan itu, dia tahu bahwa cinta mereka lebih kuat daripada apa pun. Tidak ada jalan mundur sekarang. "Apa yang harus kami lakukan, untuk... menjalin kontrak itu?" tanyanya dengan suara mantap.

Angelina mengamati Freya. "Kau punya keberanian yang besar ya," gumamnya sebelum melanjutkan, "Kontrak itu membutuhkan komitmen penuh dari kalian berdua. Fiony harus berjanji untuk melindungimu, sementara kau, Freya, harus siap menerima kekuatannya dalam batas tertentu. Ini akan membuatmu lebih sensitif terhadap dunia roh, namun juga lebih rentan."

Fiony menggenggam tangan Freya erat-erat, ragu sejenak. "Freya, aku tidak ingin kau terluka karena ini. Kau sudah cukup menderita karena hubungan kita."

Namun Freya menatap Fiony dengan lembut, senyum kecil muncul di bibirnya. "Kita akan melalui ini bersama, Fiony. Aku tidak peduli seberapa besar resikonya. Aku ingin kita tetap bersama."

Angelina mengangguk pelan, lalu mulai menjelaskan langkah-langkah ritual yang harus dilakukan. "Untuk memulai kontrak, kalian harus berada di tempat yang seimbang antara dunia manusia dan roh. Tempat di mana kedua alam bertemu dengan cara alami. Kalian harus memberikan sebagian dari esensi jiwa kalian satu sama lain, sebagai simbol ikatan yang tak terpisahkan."

Freya merasa dadanya bergetar mendengar kata-kata itu. Esensi jiwa? Seberapa besar pengorbanan yang harus mereka lakukan? Namun, tanpa keraguan, dia mengangguk. "Di mana tempat itu?"

"Jembatan," jawab Angelina tegas. "Jembatan di mana Fiony meninggalkan dunia ini, di mana dia berada di antara dua alam."

Freya dan Fiony terdiam sesaat, menyadari betapa besar arti tempat itu bagi mereka berdua. Tempat yang penuh kenangan, luka, dan penebusan. Jembatan itu akan menjadi saksi dari ikatan mereka yang baru—sesuatu yang lebih dalam dari sekadar cinta biasa.

///

Malam itu, udara begitu dingin dan sunyi saat Freya, Fiony, dan Angelina berdiri di depan sebuah jembatan tua yang membentang di atas sungai. Cahaya bulan menyinari mereka, menciptakan bayangan gelap di sekitar jembatan yang seakan menyembunyikan cerita-cerita yang tak terungkap. Jembatan ini pernah menjadi tempat di mana segalanya berakhir untuk Fiony, tapi kini, itu akan menjadi tempat di mana segalanya dimulai kembali—di tempat terikatnya jiwa Fiony dengan dunia roh.

Bound by Love, Separated by DeathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang