13

53 2 0
                                        

Tidak ada yang menyangka, baik Caca maupun Aksa bahwa mereka berdua akan sefrekuensi dalam membahas banyak hal, mengobrol bersama Aksa membuat Caca merasa bahwa mereka sudah sangat lama berteman, lelucon yang pria itu keluarkan sangat nyambung dengan selera humor dirinya, dapat gadis itu simpulkan bahwa Aksa adalah orang yang sangat mudah bergaul dan friendly.

Sepanjang berdiskusi mengenai sponsor mana saja yang akan mereka ambil ini berjalan dengan santai dan asik, yang awalnya Caca pikir bakalan sangat membosankan namun kenyataannya berbanding terbalik, keadaan rapat saat ini sangat menyenangkan, tak hanya Aksa bahkan hampir semua anggota divisi sponsor ini sangat menyenangkan.

"Oke untuk Bank dan perusahaan Pupuk itu yang handle Caca sama Aksa ya.... " Penanggung jawab sponsor mulai membagikan jobdesk mereka, seperti yang dikatakan barusan bahwa Caca dan Aksa mendapatkan bagian yang sama untuk menaklukan sponsornya, Caca yang mendengar itu cukup lega, walaupun gadis itu tadi sempat merasa sangat cocok dengan semua anggota sponsor tapi begitu menyadari bahwa dirinya akan bekerja sama dengan Aksa yang notabene teman barunya membuat gadis itu sangat lega.

Setelah mendengar itu Aksa secara spontan mengalihkan pandangannya yang semula menatap fokus penanggung jawab sponsor yang tengah berbicara itu kini beralih kepada Caca, saat pandangan keduanya bertemu gadis itu mengulas senyuman kepada pria itu yang tentu saja dibalas dengan senyuman juga oleh Aksa.

+++++

Seperti yang dijelaskan oleh penanggung jawab divisi sponsor kemarin bahwasanya Aksa dan Caca bertanggung jawab untuk hal yang sama, maka kedua insan ini telah membuat janji mereka untuk bertemu langsung ke lokasi target yang akan membuat aliansi bersama dengan mereka

"Halo, gue udah di depan lo dimana?" Gadis itu menelpon rekannya itu, karena ketika ia tiba di lokasi tidak ada tanda tanda kehadiran pria itu.

"Gue masih nyari parkir Ca, lo masuk duluan aja kalo nunggu di luar nanti kepanasan, btw ga nyetir lo?" Sambut Aksa di seberang sana

"Nggak males gue, yaudah gue tunggu di dalamnya di depan resepsionis" Setelah mengatakan itu, Caca langsung saja memasuki gedung bertingkat itu menuju tempat duduk yang berada tak jauh dari resepsionis, tanpa memutuskan telepon antara dirinya dan Aksa.

"Oke ini gue udah jalan kesana" Jawab pria itu, Aksa juga tidak memutuskan sambungan telepon mereka, maka terdengar grasak grusuk ketika dirinya berjalan dan juga keheningan dari seberang sana.

Tepat ketika Caca mulai melihat kehadiran Aksa barulah gadis itu menutup sambungan telepon keduanya dan berganti melambaikan tangan kepada pria itu agar sadar dimana Caca sedang menunggu dirinya.

Setelah melihat rekannya itu tentu saja Aksa langsung menghampiri tanpa menunggu lagi, "Udah lama nunggu, Ca?" Itu kalimat pertama yang Aksa pilih untuk berbasa basi, padahal ketika Caca tadi menelepon dirinya gadis itu baru saja tiba, yang artinya gadis itu belum lama menunggu dirinya.

"Pertanyaan lo BBB Sa" Jawab gadis itu dengan nada lelucon, dan air muka Aksa nampak kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh gadis itu.

"BBB? Apa itu" Tanya dirinya karena tidak memahami apa itu BBB.

"Basa Basi Bangs–" Gadis itu tidak melanjutkan perkataannya namun digantikan oleh senyuman manis dirinya, yang benar saja.

"Kurang ajar lo, tapi bener sih" Setelah mengatakan itu Aksa juga terkekeh ringan, ada ada saja. "Btw Ca lo ada kenalan nggak di Bank ini masa kita yolo aja" Lanjutnya.

"Ada saudara dari nyokap, kata nyokap gue ntar ke resepsionis nya bilang aja mau ketemu tante gue, tapi gue nggak jamin 100% Acc ya" Ucap gadis itu tak mau rekannya ini berharap lebih pasalnya gadis itu pun tidak tahu apakah proposal mereka akan diterima atau tidak.

TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang