19

16 2 0
                                        

Walaupun ini merupakan hari yang sangat memuakkan bagi Caca untuk pergi ke kampus, bertemu semua orang yang ada di kampus terlebih lagi ia harus bertemu dengan Kafi pada saat di kampus, tapi apa boleh buat toh ia tak punya ada pilihan lain kan. Lagipula hidup tetap berjalan.

Mengapa Caca tidak memutuskan untuk bolos saja? Jawabannya simpel karena sekarang ini mereka sudah memasuki minggu minggu ujian akhir semester, jika gadis itu bolos maka dapat dipastikan bahwa ia akan mengulang mata kuliah itu di semester depan, tentu saja itu keputusan yang buruk.

Lagi pula di kampus masih ada Ivy dan Fio yang bisa membangun mood baik dirinya, Caca tidak sendirian di dunia ini tenang saja. Mengenai kejadian kemarin belum ada pertanyaan apapun yang dikeluarkan kedua sobat karib nya itu, mungkin mereka tidak mau membuat gadis itu tambah bersedih.

Kehidupan macam apa ini, kisah romansa berantakan tugas kuliah sangat menumpuk, pikiran Caca saat ini sangat penuh, sepertinya otak gadis itu mengalami deadlock karena sangat banyak yang menyerang pikiran sampai sampai ia bingung harus membereskan apa terlebih dahulu.

Tapi jika kalian pikir gadis itu akan murung dan menyendiri, kalian sangat salah besar, Caca sangat pandai menyimpan perasaan sedihnya dari semua orang, gadis itu menutupinya dengan suara lantang, senyum lebar dan suara tawa yang menggelegar, kalo sedih biar dirinya dan ia saja yang tahu orang lain tidak perlu.

"Balik ini nongkrong ke cafe depan yuk" Fio mengajak kedua temannya itu untuk sekedar melepaskan penat yang mereka lalui tadi saat jam pelajaran masih berlangsung.

"Gaasss gue mah, sumpah energi gue abis banget cok di MK itu sialan baru semester 3 aja capeknya gini apalagi semester 5, 6, 7, nanti mana libur nanti cuma sebulan bjir ga adil banget" Sahut Ivy, beginilah mahasiswa mengeluh paling kenceng giliran di minta untuk bertanya di kelas semuanya pada diam.

"Ayok aja gue mah, eh tapi gue udah ada janji sama Aksa kalo gue ajak dia bareng kita aja gimana?" Gadis itu lebih dahulu memiliki janji dengan Aksa akan tetapi ajakan Fio sangat menggoda dirinya, maka dari itu ia menggabungkan kedua janji itu, bisa saja.

"Sama nggak Vy pikiran kita?" Ucap Fio kepada Ivy seakan akan tidak ada Caca diantara mereka.

"Yoii tunggu aja nih tanggal mainnya" Balas Ivy, setelah itu kedua teman Caca itu tersenyum dengan penuh maksud yang ambigu. Sementara Caca, gadis itu hanya diam dan menggelengkan kepalanya, sudah biasa itu terjadi pikirnya.

"Jadi, boleh nggak?" Karena percakapan Ivy dan Fio di atas sangat tidak jelas maka gadis itu menanyakan pertanyaan yang sama lagi untuk memastikan.

"Iyaa cacak boleh kok" Ucap keduanya sangat kompak bagaikan anak kembar.

"Dia gue suruh langsung kesana aja ya" Ucapnya seraya mengetikan pesan kepada pria yang dimaksud.

+++++

"Tugas semua aman Sa?" Basa basi yang sangat basi itu dilontarkan oleh Fio saat mereka sedang duduk tenang di cafe yang mereka maksud tadi.

"Aman sejauh ini, paling agak stress di kepanitiaan aja" Sahut Aksa, jika dibilang canggung, ya Aksa bisa mengatakan bahwa ikut Caca nongkrong ini sedikit canggung, pasalnya ia tidak begitu akrab dengan teman teman Caca, tetapi tidak bisa dibilang juga tidak kenal, mereka kenal karena sama sama satu kelas dan satu organisasi.

"Oh iya lo sama Caca sama sama jadi penanggung jawab kan yaa untuk acara tahunan tahun ini, semangat deh lo berdua gue sama Ivy jadi anggota aja pusing" Lanjut Fio menanggapi jawaban yang dilontarkan oleh Aksa.

"Pasti semangat dong Fio" Ucap Ivy diiringi dengan senyuman yang menggoda dua insan pujangga itu.

"Oh iya, lupa gue" Setelah mengucapkan itu kedua teman Caca itu sontak tertawa.

TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang