24

15 1 0
                                        

Hari libur telah berakhir. Hari hari yang sangat menyenangkan bagi gadis itu telah usai, sudah saatnya ia kembali ke realita yang menyesakkan, kuliah. Semester semakin naik dan mata kuliah semakin serius, ahh Caca tidak suka ini, jika bisa memilih ia ingin kembali ke masa dimana dirinya masih menjadi mahasiswa baru, dimana sepulang kuliah di lanjut dengan nongkrong, nongkrong dan nongkrong. Tapi apa boleh buat.

"Day-1 kuliah harusnya mah belum belajar yang serius ya, masih pengenalan kontrak kuliah" Itu yang dipikir gadis itu, akan tetapi apa boleh buat jika kenyataannya berbanding terbalik, baru juga hari pertama kuliah mereka diminta untuk membuat kelompok dan berdiskusi.

"Keren banget ya baru juga masuk udah diminta diskusi projek tugas akhir aja nih kita" Ujar Ivy dengan volume suara kecil yang hanya dapat didengar oleh mereka bertiga saja.

"Mana ni projek bikin mumet banget lagi" Sambung Fio, sementara Caca, gadis itu hanya mengangguk menyetujui atas keluhan kedua temannya itu.

"Ntar malem kita lanjut ya buat kerkom di discord aja, atau mau sekalian pulang ini kita ke kafe buat ngerjain?" Ajak Ivy kepada kedua temannya itu, mereka diminta untuk satu kelompok itu 5 anggota, tebak siapa dua orang yang menjadi bagian dari kelompok mereka? Ya benar Aksa dan Kafi, ya Kafi kalian nggak salah denger kok.

"Males please, di dc aja ntar malem" Siapa lagi yang berbicara demikian jika bukan Caca.

Gadis itu menerima Kafi menjadi anggota kelompoknya dikarenakan usulan dari Aksa, dan kedua temannya menyetujui, jadi Caca rasa suara penolakannya nggak ada artinya jadilah ia mengikuti saja, untungnya Kafi itu termasuk dalam kategori pintar.

Begitu kelas di tutup oleh dosen, langsung saja mereka keluar kelas, tentu saja mereka akan pergi nongkrong, tidak tahu bakal nongkrong di Mall atau Kafe itu urusan nanti, yang penting sekarang keluar kelas saja dulu, karena aura kelas sungguh mencekam.

Begitu kelas di tutup oleh dosen, langsung saja mereka keluar kelas, tentu saja mereka akan pergi nongkrong, tidak tahu bakal nongkrong di Mall atau Kafe itu urusan nanti, yang penting sekarang keluar kelas saja dulu, karena aura kelas sungguh men...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aksa mau ikut nanti, kalian oke nggak?" Sesudah membaca pesan dari Aksa, gadis itu langsung menutup ponsel nya. "Kalian ada yang bawa mobil nggak? Kata Aksa dia aja yang bawa? Tapi ada Kafi" Ivy dan Fio mendengarkan ucapan temannya itu dengan berbagai macam ekspresi dari yang awalnya bingung, ke senang, kemudian kesal, kenapa harus ada Kafi?

"Hah"

"Hah"

Respon mereka kompak, nyaris bersamaan, membuat Caca sedikit tersenyum tipis.

"Satu gue sama Fio nggak ada yang bawa mobil, lo juga kan? Kedua iya gapapa kalo Aksa mau ikut, tapi kenapa Kafi juga ikut? Bukannya lo lagi berantem sama dia? Tar kalo lo nggak nyaman gimana?" Ucap Ivy. "Kalo gue sama Fio mah santai aja karena kita gada masalah sama Kafi, tapi kan lo, nanti lo banyak diamnya ga asik"

Caca menghela napas pelan, bukan karena kesal, tapi lebih ke arah menerima. Ia tahu maksud Ivy baik, benar-benar memikirkan perasaannya. "Gapapa, Ivy," jawabnya tenang. "Gue udah nggak marah. Capek juga kalo harus nyimpen dendam lama-lama."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 31 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang