2

98 8 0
                                        

Aksa Dewa Nugroho atau Aksa, begitu ia biasa memperkenalkan diri pada orang-orang yang baru dikenalnya juga merupakan mahasiswa baru angkatan 2022. Sama seperti Caca. Bukan hanya angkatan mereka yang sama, jurusan dan fakultasnya pun tak berbeda. Satu kampus, satu bidang studi, hanya jalur masuk yang membedakan. Aksa diterima melalui jalur UTBK, sementara Caca melalui jalur mandiri.

Bagi banyak orang, kelulusan Aksa lewat UTBK mungkin terdengar membanggakan. Namun, bagi Aksa sendiri, keberadaannya di bangku perkuliahan Indonesia terasa sedikit... terpaksa. Sejak lama, mimpinya adalah melanjutkan studi ke UK (United Kingdom), mengikuti jejak sang mama yang merupakan alumni salah satu universitas di sana. Bayangan hidup mandiri di negeri orang, suasana akademik yang berbeda, hingga kebanggaan berjalan di jalur yang sama dengan mamanya sempat menjadi tujuan besar dalam hidupnya.

Sayangnya, keinginan itu harus ia simpan rapat-rapat. Mama Aksa menolak keras rencana tersebut tanpa pernah benar-benar menjelaskan alasannya. Tidak ada larangan panjang, tidak pula argumen yang bisa diperdebatkan hanya penolakan tegas yang tak bisa diganggu gugat. Hingga kini, Aksa masih tidak tahu pasti apa alasan di balik keputusan itu. Yang ia tahu, ia harus mengalah, menurunkan ekspektasi, dan menerima kenyataan bahwa mimpinya tentang UK harus menunggu entah sampai kapan.

Dan begitulah akhirnya Aksa berdiri di titik yang sama dengan Caca, sebuah awal baru yang tidak sepenuhnya ia rencanakan, namun tetap harus ia jalani.

Dikarenakan perbedaan jalur kelulusan, Aksa dan Caca pun tidak berada di lokasi kampus yang sama. Jangankan satu kelas, satu kampus saja mereka tidak. Aksa menjalani perkuliahan di Kampus A, sementara Caca ditempatkan di Kampus B. Perbedaan itu terasa semakin nyata ketika pembagian kelas diumumkan. Jika Caca berada di kelas A, maka Aksa justru masuk ke kelas C+. Sebuah penamaan kelas yang terdengar sedikit "istimewa", konon karena mayoritas mahasiswa di kelas tersebut merupakan lulusan jalur UTBK—jalur yang dikenal ketat dan penuh persaingan.

Meski harus berkuliah di tempat yang sejak awal bukan pilihannya, Aksa tidak pernah setengah-setengah dalam mempersiapkan diri. Ia menyiapkan segala keperluan dengan sangat matang. Mulai dari melengkapi berkas daftar ulang, memastikan pembayaran UKT selesai tepat waktu, hingga mencari berbagai informasi tentang kehidupan perkuliahan yang akan segera ia jalani. Ia membaca forum, bertanya pada kakak tingkat, dan mencatat hal-hal penting yang menurutnya tidak boleh terlewat.

Aksa sadar betul bahwa dunia perkuliahan bukan lagi seperti masa SMA. Tidak ada guru yang terus-menerus mengingatkan, tidak ada sistem yang menuntun setiap langkah. Semua bergantung pada diri sendiri. Karena itulah, meski hatinya sempat kecewa, ia memilih bersikap realistis. Di titik ini, tidak ada lagi ruang untuk bermain-main. Ini adalah awal dari fase baru hidupnya dan Aksa berniat menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.

Sama seperti Caca, Aksa Dewa Nugroho pada hari ini juga sedang melakukan kegiatan belajar dan mengajar perdana di kampus, jika ditanya apakah Aksa sudah mempunyai teman di kelasnya maka jawabannya sudah, Aksa memiliki satu teman yang satu frekuensi dengannya namanya Kafi Adiansyah Daryono. Kafi dan Aksa memiliki selera yang sama hampir semuanya, mulai dari genre musik, sama sama suka video game, selera humor dan bahkan hal yang mereka suka yaitu tidak suka makan makanan pedas. Walaupun hampir semuanya sama tetapi penampilan mereka sangatlah berbeda jika Aksa seperti soft boy yang berpakaian rapi, wangi dan selalu memakai jam tangan juga terkadang memakai kacamata ketika jam pelajaran dimulai karena penglihatan Aksa sedikit buram, sedangkan Kafi lebih terlihat seperti starboy yang selalu memakai pakaian yang berdominan hitam, tidak lupa earphone wireless yang selalu ia gunakan, jika saja Kafi memakai kemeja lengan panjang maka lengannya itu selalu saja ia gulung. Jika melihat mereka secara kilat maka tidak ada persamaan dengan cara mereka berpakaian. 

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang