15

44 1 0
                                        

Hari ini merupakan H-2 acara puncak mereka dimana semua persiapan acara hampir 90% sudah selesai, baru saja Hanin menanyakan kepada Caca mengenai sponsor apa saja yang sudah di Acc, dan Caca pun hanya memberi tahu sesuai apa yang dirinya tahu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini merupakan H-2 acara puncak mereka dimana semua persiapan acara hampir 90% sudah selesai, baru saja Hanin menanyakan kepada Caca mengenai sponsor apa saja yang sudah di Acc, dan Caca pun hanya memberi tahu sesuai apa yang dirinya tahu. Pasalnya di grup sponsor juga belum ada pembahasan mengenai ini.

Berbicara mengenai sponsor yang telah Acc, Caca dan Aksa sama sama mendapatkan sponsor yang mereka pegang, akan tetapi yang terlebih dahulu di Acc ialah sponsor yang Aksa pegang jadi otomatis gadis itu kalah oleh taruhannya sendiri, gadis yang malang.

Saat ini gadis itu tengah beristirahat setelah melewati hari yang sangat sibuk ini, tepat saat adzan maghrib berkumandang dirinya baru saja sampai pada pekarangan rumahnya, besok dirinya akan semakin sibuk mengingat besok sudah memasuki H-1 acara puncaknya.

Setelah membersihkan diri, Caca memutuskan untuk melanjutkan mengerjakan semua tugas tugasnya yang sempat ia tunda kemarin kemarin karena sangat sibuk mencari sponsor sponsor dan membantu panitia divisi lainnya, sangat bulat tekad gadis itu untuk segera demisioner dari himpunan ini, oh tuhan tidak bisakah besok saja dirinya demisioner?

Himpunan itu sangat menyiksa bagi gadis ini belum lagi semua dosen yang tampaknya berlomba lomba memberikan tugas, sungguh Caca tidak apa apa jika dosennya memberikan tugas yang masuk di akal, masalahnya kebanyakan dosen hanya memberikan tugas tanpa mengajari terlebih dahulu, jika begitu apa gunanya berkuliah mahal mahal.

"Sialan tugas ini nggak kelar kelar bajingan" Monolog dirinya sembari mengerjakan tugas itu sendirian, percuma saja bertanya kepada Ivy maupun Fiona, kedua gadis itu sama saja tidak membantu, menambah pusing yang ada. "Apa gue joki aja ya, udah mentok banget ini otak gue" Lanjutnya.

Setelah mengeluh dengan amat sangat, getaran ponsel gadis itu memecah fokus dirinya, disana pop up nama Aksa tanda bahwa pria itu yang sedang menghubungi dirinya, lantas tanpa ragu Caca mengangkat telepon dari pria itu, entah apa keperluannya kepada Caca padahal tadi di kampus baru saja bertemu.

"Halo, kenapa?" Sahut Caca ketika panggilannya sudah terhubung

"Halo Ca? Ini gue mau nanya untuk sponsor itu tadi kata ketupel list yang udah fix yang kita cari kasih ke anak perlengkapan buat mereka untuk bikin plakat" Itulah tujuan pria itu menelepon gadis itu, hanya untuk itu.

"Dah itu doang? Tadi Hanin anak perlengkapan juga udah ngehubungin gue kok minta list jadi aman" Sekitar satu jam yang lalu Hanin sudah menghubungi gadis itu untuk meminta list yang dikatakan Aksa tadi.

"Iya itu doang, buru buru amat mau ke WC lo?" Dari nada bicara gadis itu seperti ingin cepat cepat menutup panggilan mereka seperti ada hal yang mendesak yang dirinya sedang lakukan.

"Ini tugas Pemrograman Berorientasi Objek gue nggak nemu celah bjir error mulu, Ivy sama Fio pun belum juga mana besok mau gladi dan dekorasi ke lokasi, mumet banget buset" Gadis itu mengeluh dengan amat sangat panjang kepada temannya itu.

TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang