17

56 2 0
                                        

Bacanya sambil dengerin lagu niki did you like her in the morning biar makin gacor

+++++

Flashback ....

Saat pertama melihat sesosok pria yang nampak asing bagi gadis ini rasa ingin tahu dirinya melonjak tinggi dan tanpa ragu dirinya menyapa terlebih dahulu kepada pria tersebut. Padahal dirinya bukan tipe orang yang dengan suka rela menyapa lebih dahulu kepada orang asing.

"Anak pindahan yaa? Siapa namanya?" Kafi tidak langsung menjawab, cukup lama dia memandangi wanita di depannya yang sedang mengajaknya berbicara.

"Iya, Kafi" Jawabnya singkat, membuat seseorang yang bertanya barusan sedikit menyesal. Yaa Caca menyesal bertanya seperti itu kepada Kafi, respon yang sangat jelek bintang satu.

Kesan pertama yang muncul dalam benak gadis itu adalah bahwa calon teman barunya ini sangat jutek dan sedikit sombong, menjawab seadanya tanpa bertanya balik padahal dirinya sudah sangat semangat untuk mengajak pria itu berkenalan untungnya gadis itu bukan tipe manusia yang pemikir, maka dirinya menganggap itu seperti hal biasa.

Tidak tahu sedang mengalami keberuntungan atau kesialan, pada saat pembagian kelompok untuk mata kuliah Agama, Caca dan Kafi terdapat dalam satu kelompok yang sama untuk pertama kalinya, awalnya gadis itu sangat membenci fakta bahwa dirinya harus berada di kelompok yang sama dengan pria itu, namun setelah melakukan belajar bersama dan berdiskusi Caca cukup menyukai bagaimana cara Kafi dalam menyelesaikan suatu masalah, cukup keren.

Namun sebelum mereka melakukan kerja kelompok, lagi lagi gadis itu menurunkan egonya untuk memberikan pesan terlebih dahulu kepada Kafi, untuk bertanya mengenai tugas yang diberikan kepada mereka, untung saja respon yang pria itu berikan baik yang dimana akhirnya dapat menggeser stigma sombong yang tertanam pada diri pria itu di mata Caca.

Saat pertama kali Kafi memanggil dirinya dengan sebutan Renjana, gadis itu tidak ambil pusing, karena yah siapa tahu pria itu hanya tidak mengenal dirinya toh pada saat Caca menanyakan nama Kafi, pria itu tidak bertanya balik kepadanya.

Namun prasangka Caca terlalu baik untuk pria itu, lihat saja bagaimana pada saat hari berikutnya di Lab Komputer, pria itu masih saja melabeli dirinya sebagai Renjana bukan Caca. Untung saja pada saat di Lab Komputer itu Kafi membantu Caca dalam menyelesaikan coding nya yang error.

+++++

Awalnya gadis itu sedikit merasakan risih ketika Kafi yang terus menerus memanggil dirinya dengan sebutan Renjana, namun akhirnya Caca tak ambil pusing toh yang dikatakan Kafi benar juga, Renjana kan nama tengah dirinya dan gadis itu cukup nyaman di panggil dengan nama tersebut.

Namun siapa sangka bahwa nama panggilan dari Kafi merupakan nama panggilan yang sangat ia sukai akan tetapi asal Kafi yang memanggilnya seperti itu jika orang lain dirinya tetap saja tidak menyukainya, lagi pula tidak ada yang memanggilnya demikian kecuali Kafi.

Caca hanya berfikir bahwa dirinya dan Kafi hanya akan sebatas teman baru di kelas seperti teman teman lelaki lainnya tanpa ada percakapan intens, namun sayangnya pesona Kafi sangat sulit untuk gadis itu tolak, setiap kali pria itu memasuki kelas atensi dirinya langsung tertuju pada pria itu, menurut gadis itu aura Kafi sangat sulit untuk di tolak bahkah diabaikan, maka dari itu dirinya sangat sering mencuri curi pandang kepada Kafi, namun sangat diluar prediksi dirinya ketika ia sedang memperhatikan Kafi, ia pikir bahwa dirinya yang akan tertangkap basah sedang memandangi Kafi, namun salah malah dirinya yang memergoki Kafi yang sedang memandang ke arah dirinya ketika pandangan mereka bertemu bukannya memutuskan pandangan malah Kafi memberikan senyumnya kepada Caca tanpa rasa canggung.

TURNING 20!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang