Setelah melewati beberapa minggu yang sangat hectic untuk mempersiapan acara tahunan dengan matang, akhirnya hari yang ditunggu tunggu itu datang juga. Tidak disangka mereka menjadi budak organisasi selama dua periode yang sangat melelahkan, Caca menanamkan tekad bahwa ini adalah tahun terakhir dirinya ikut serta pada kepanitiaan yang ada di kampus, sudah cukup pengalaman dua tahun itu untuk mengisi CV nya.
Semalam Aksa memberitahunya bahwa pagi ini Aksa harus pergi lebih awal ke lokasi acara karena ada beberapa hal yang harus diurus, maka dari itu pagi pagi sekali Caca meminta tolong kepada Papahnya untuk mengantarkan dirinya karena sudah biasa pergi pulang bersama Aksa jadilah Caca yang malas untuk menyetir mobilnya sendiri.
Di perjalanan tadi Ivy dan Fio sudah memberitahu gadis itu bahwa mereka sudah tiba di venue dengan memberikan foto mereka berdua yang sedang duduk anteng di dalam, karena mereka bertiga bukan panitia yang sibuk pada hari acara makanya Ivy dan Fiona hanya duduk manis menunggu kedatangan temannya tercinta. Berbeda dengan Aksa, ia merupakan panitia hari acara makanya tadi pagi pria itu pergi lebih dahulu daripada Caca.
Setelah Caca memasuki gedung acara dan mencari dimana letak temannya itu duduk, ia segera menghampirinya ketika kedua temannya itu berada di radarnya.
"Ujung banget nih duduknya?" Ucap gadis itu ketika pertama kali sampai di hadapan kedua temannya itu.
"Iya kata panitia yang mengatur tempat duduk kita dapetnya disini " Jawab Fio.
Karena tadi fokus gadis itu hanya pada kedua kunyuk kesayangannya itu, ia tak memperhatikan sekitarnya. Disaat ia sedang santai dan menikmati pembukaan acara Caca baru tersadar jika dua insan yang berada di depannya ini adalah Kafi dan Hanin. Yang benar saja, panitia yang mengatur tempat duduk ada masalah apa dengan dirinya.
"Cuyyy!!...." Ucap Caca dengan sedikit tinggi karena dirinya kaget bukan main. Sebelum ia membuat keributan yang sangat ribut, kedua temannya menahan gadis itu untuk meneruskan kalimat yang akan dikeluarkan. "Ini gue kena sial ini pasti fix banget, siapa sih yang ngatur posisi tempat duduk ini anying berantem sini sama gue" Lanjutnya.
"Gue mau ketawa banget maaf" Ivy adalah sosok teman sejati, dimana ketika temannya lagi menderita bukannya menolong ia malah menertawakan.
"Kasian banget ya tuhan temen gue, di hantui dua sejoli, kali ini kalo dia nuduh lo aneh aneh tenang aja Ca ada kita, biar gue jambak rambut tuh cewek." Ucap Fio yang sudah sangat muak dengan Kafi dan Hanin, ternyata memang benar rumor jika musuh kita adalah musuh teman juga.
"hahaha dihantui dua sejoli" Ivy sudah tidak dapat menahan tawanya lebih lama lagi.
+++++
Tadi pagi saat dirinya baru memasuki venue dia sangat jelas melihat kehadiran Aksa bersama ketua pelaksana yang sedang sibuk berbincang, ia Caca sangat yakin 1000% bahwa yang dilihatnya itu Aksa. Namun sekarang saat acara inti sudah dimulai ia tidak melihat batang hidung pria itu, entah pria itu di tempatkan duduk dimana.
"Lo nyari siapa sih? Aksa? Nggak ada dia di sekitar sini" Fio yang sedikit kesal melihat temannya ini menoleh kekanan dan kekiri terus menerus.
"Tadi gue liat kok dia di sekitar pintu masuk, waktu gue baru dateng kok sekarang nggak keliatan ada di kursi sih?" Ternyata tebakan Fio akurat 1000% bahwa temannya ini sedang mencari keberadaan Aksa.
"Nggak tau dah gue ada urusan diluar kali, nggak ngurus juga" Mendengar jawaban dari Fio itu membuat Caca semakin bete.
"Lo udah check hp? Siapa tau dia ngabarin? Atau nggak lo aja tanya dimana dia, gitu doang ribet dah" Ah benar juga apa yang dikatakan Ivy, mengapa gadis itu tidak membuka ponselnya sedari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
TURNING 20!!!
Fiksi RemajaApa yang akan kalian rasakan ketika melihat orang yang kalian suka bahkan orang yang kalian sayangi, ternyata sedang berjuang untuk orang lain? Sakit? Tentu saja. Perasaan kecewa, marah, dan sedih bercampur menjadi satu, meninggalkan luka yang tidak...
