Sudah tiga hari sikap chaeyoung kembali dingin pada lisa. Membuat wanita berponi itu menyimpan banyak pertanyaan di lubuk hatinya. Semua berubah sejak pertemuan terakhir mereka di bukit sore itu, saat pulang pun chaeyoung hanya diam sambil menatap kondisi luar melalui jendela mobil.
"Ada apa lagi dengan kalian?" Tanya nayeon yang menyadari perubahan atmosfer di antara lisa dan chaeyoung.
"Aku pikir chae marah karena aku baru memberitahu tentang pertunangan padanya. Apa waktunya kurang pas untuk dia tahu yah nay?" Tanya lisa kebingungan sendiri.
"Tapi kan kalian tidak memiliki komunikasi apapun, kalau mau menyalahkan, seharusnya chae yang salah karena dia menghilang sementara kamu pun tidak hanya diam di sini, kamu terus coba mencarinya, kenapa juga dia harus marah karena kamu baru memberitahunya tentang pertunangan itu padanya" Komen nayeon sangat realistis.
"Atau dia patah hati yah, aku mengajaknya menikah bersama di tempat spesial kami. Tapi dia bilang cintanya tidak akan pernah terbalas sementara aku sudah mengajaknya menikah secara bersama-sama. Apa itu bisa menjadi alasan sikap dinginnya sekarang?" Tanya lisa menatap nayeon.
"Oh dia mengalami patah hati, kasihan sekali. Kalau memang benar itu alasannya, lebih baik kamu segera hibur chae. Dia sangat butuh dukungan apalagi sedang patah hati seperti sekarang ini" Kata nayeon bersimpati. Dia sempat kesal karena chae terlihat egois jika benar-benar hanya karena lisa baru memberitahu tentang pertunngannya dengan Sean.
"Baiklah, aku akan coba menghiburnya. Terima kasih sudah mendengar curhatanku." Ucap lisa tersenyum.
"Sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu yah. Sepertinya kelas chae akan selesai, lebih baik kamu temui sekarang"
"Baiklah, aku pergi sekarang. Hati-hati pulangnya nay" Kata lisa di balas acungan jempol oleh nayeon.
Lisa berjalan menuju studio vokal yang letaknya persis di samping studio tari miliknya. Ketika hampir sampai, dia melihat siswa yang mulai keluar satu per satu. Tanda jika kelas memang sudah selesai.
"Sore miss lisa" Sapa beberapa siswa yang melihat kedatangan lisa.
"Sore anak-anak, hati-hati pulangnya yha"
"Iya miss, kami duluan yah. Bye miss lisa"
Lisa tersenyum pada siswa yang berpamitan, dia segera masuk dan menemukan chaeyoung yang sedang membereskan barang-barangnya.
"Makan es krim yuk" Ajaknya membuat chaeyoung tersentak kaget.
"Aku lelah li, mau langsung istirahat saja" Tolaknya membuat lisa tampak kecewa.
"Kalau begitu aku beli es krim, nanti aku datang ke rumahmu yah, kita makan di sana saja sambil menonton drama mungkin" Saran lisa masih mencoba berusaha.
"Terserah kamu li, aku mau pulang sekarang"
Chaeyoung berjalan keluar meninggalkan lisa yang menggantungkan tangan di udara, dia berniat untuk mengantarnya juga tapi chaeyoung sudah lebih dulu pergi.
"Ya sudah, lebih baik aku pergi beli es krim. Lagipula tadi chaeyoung tidak menolak kan" Lisa mencoba tersenyum, dia segera pergi menuju parkiran mobilnya.
Saat mobilnya keluar, dia melihat chaeyoung yang sudah masuk ke dalam taksi. Hatinya menjadi lega karena chaeyoung tidak perlu menunggu lama di sana, suasana sekolah sudah sepi. Lisa lah guru terakhir yang pulang.
Lisa mampir ke kedai es krim, dia membeli es krim berbagai rasa yang di masukan ke dalam cup plastik dan segera membawa nya ke apartemen chaeyoung.
Tanpa membuang waktu lama, lisa langsung berlari memasuki gedung. Beberapa petugas yang sudah hafal mukanya pun menyapa ramah lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
PROTECT YOU
FanfictionCeritanya sensitif, jadi yang kurang nyaman bisa skip aja yah..thank you Ingat ini cuma sebatas karangan yang aku selipin sesuatu yang terjadi di sekitar aku.. G×G G×B
