11. frustasi

243 27 8
                                        

Tidak ada perubahan yang terjadi, justru chaeyoung semakin bersikap dingin pada lisa membuat nayeon kembali bertanya-tanya. Setelah chaeyoung pergi mengajar, nayeon pun menghampiri lisa di ruang guru.

"Li, sebenarnya ada apa sih? Kenapa chaeyoung menjadi semakin menjauhimu?" Tanya nayeon degan rasa penasaran yang amat tinggi.

"Aku tidak tahu nay, dia yang belum memberi aku jawabannya. Aku tidak tahu apa penyebab dia berubah seperti ini"

"Besok grup yang dia tangani akan mengikuti lomba kan, cobalah untuk memberi dukungan lebih untuknya. Mungkin dia stres juga memikirkan lomba ini" Saran nayeon.

"Aku juga berniat untuk datang dan mendukungnya secara langsung nay, makanya besok aku minta izin pada miss sowon agar bisa ikut mendampingi chaeyoung" Kata lisa dengan inisiatif yang dia ambil lebih awal.

"Baguslah, aku harap kalian segera berbaikan. Melihat kalian yang seperti ini sangat membuatku ikut sedih, aku rindu ketika kalian berdua dekat seperti waktu itu" Gumam nayeon terlihat sedih.

"Akupun sama nay" Balas lisa dengan helaan nafas dalamnya.

Untuk mencari jawaban, lisa mencoba untuk menghubungi jisoo dan jennie. Siapa tahu keduanya menyimpan rahasia yang selama ini tidak lisa ketahui. Termasuk alasan kenapa kali ini sikap chaeyoung berubah kembali.

"Nay, aku duluan yah. Aku ada janji dengan Sean" Pamit lisa.

"Oke li, aku harus lembur sebentar di sini, pergilah. Titip salam untuk Sean yah" Ucap nayeon.

"Oke nay, see you"

Lisa buru-buru pergi apalagi Sean sudah menghubungi nomornya, dia sengaja tidak membawa mobil hari ini karena akan pergi fitting baju bersama dengan Sean.

Ketika sampai di luar, lisa langsung masuk ke dalam mobil milik Sean. Mereka pun pergi dari sana segera.

Sementara itu, satu jam kemudian, chaeyoung kembali ke ruang guru. Di sana masih ada nayeon yang juga baru saja menyelesaikan tugasnya.

"Hai chae, emm good luck untuk besok yah. Aku harap hasil terbaik bisa kamu persembahkan untuk sekolah" Ucap nayeon dengan riang.

"Terima kasih nay, aku percaya anak-anak mampu menampilkan yang terbaik besok. Ehmm tumben kamu sendirian?"

Nayeon dalam hati tersenyum, dia jadi gemas kenapa chaeyoung tidak langsung bertanya dimana lisa.

"Iya aku harus lembur sebentar, kalau lisa sedang pergi dengan Sean. Seingatku mereka ada jadwal fitting baju untuk minggu ini, mungkin hari ini mereka fittingnya"

Penjelasan itu membuat hati chaeyoung kembali tergores, dia hanya butuh dimana lisa karena tidak biasanya pergi sebelum dia kembali. Walau sering mengabaikan tapi chaeyoung senang dengan sikap lisa, dia sengaja menunggu dengan urusan entah apa itu hanya untuk memperhatikan chaeyoung agar sampai di apartemen dengan baik-baik saja.

"Oh begitu, mau pulang sekarang?" Tanya chaeyoung di balas anggukan oleh nayeon.

"Kebetulan aku bawa mobil, aku antar kamu sekalian yuk" Tawar nayeon berbaik hati.

"Eh itu akan merepotkan apalagi arah rumah kita berbeda" Tolak chaeyoung hati-hati.

"Tidak masalah, mau yah. Lagipula aku belum pernah main ke apartemenmu. Yah yah.... " Nayeon terus memohon dan memaksa, alhasil chaeyoung pun menganggukinya.

Mereka pun akhirnya pulang bersama, lebih tepatnya nayeon mengantar chaeyoung. Setelah sampai wanita bergigi kelinci itu ikut masuk karena chaeyoung menawarkan untuk mampir terlebih dahulu. Lumayan mengisi waktu kosong nya setelah mengajar hari ini, toh di apartemen pun dia bingung harus melakukan apa.
.
.
.
.
.

PROTECT YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang