10 - Ceritanya Pak Cui

1.4K 189 4
                                        

Mari kita kembali pada malam itu, tapi kali ini dari sudut pandang petugas medis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mari kita kembali pada malam itu, tapi kali ini dari sudut pandang petugas medis. Ku harap kalian tidak bosan.

Malam itu, sekitar 1 jam setelah kepolisian menerima alarm penembakan. Pihak EMS mendapatkan sinyal darurat dari wilayah gurun pasir, Sandy Shores.

"Aduh, gimana ini Pak Sui? Tidak ada petugas lain selain kita, apa kita saja yang merespon?"

"Iya, keadaan darurat juga kan."

Sebenarnya mereka tidak harus turun ke jalan untuk mengobati pasien, kecuali pak Sui yang memang lebih suka turun ke jalan. Namun ini keadaan darurat, pasalnya hanya tersisa mereka berdua di rumah sakit, Sui dan Viona. Karena beberapa anggota EMS ada yang sedang bertugas menangani pasien lain di luar, dan ada juga yang sudah off duty.

Langsung saja pak Sui mengeluarkan mobil EMS, dan kedua dokter itu berangkat menuju lokasi yang tertera di GPS.

⋆☾⋆⁺₊✧⋆

"Pak Sui, entah kenapa hawanya agak berbeda ya?"

"Iya." Sui memperhatikan setiap sudut bangunan kumuh itu, merasakan adanya kejanggalan. Hawa di luar saja sudah seperti ini, lantas bagaimana dengan kondisi di dalam.

Angin menerpa wajah, sekilas tercium bau anyir darah. Sui ingat kalau tadi ada penembakan di Kota. Jika firasatnya benar, maka.

"Viona, saya takut ini ada hubungannya sama penembakan tadi. Jadi kamu jangan sentuh apapun yang ada di dalam. Kita tetap memeriksa pasien, tapi tanpa menyentuh. Analisis jenis luka pada tubuh pasien."

"Baik Pak Sui." Viona setuju, lagi pula hal ini dilakukan agar mereka tidak terseret dalam masalah.

"Oke, ayo masuk."

Dokter Viona jalan lebih dulu, saat pak Sui hendak menyusul. Walaupun samar-samar, tapi pak Sui melihat ada jejak kaki kecil. Dilihat dari ukurannya, sepertinya itu jejak kaki perempuan. Jelas itu bukan milik Viona, karena jejak itu berjalan menjauhi gedung.

"Tar dulu Pak Sui. Yakin Pak Sui itu jejak kaki? Bukan hal lain?" Rion memotong cerita pak Sui. Maaf saja, dirinya tidak tahan untuk bertanya.

"Iya Rion, aku yakin. Aku ada fotonya di hp. Nanti di akhir aku tunjukkin."

"Oke-oke. Tapi bener kaki perempuan, bukan laki-laki?" Rion bertanya pada pak Sui. Namun yang menjawab adalah anak bontotnya. "Bagus dong Pih kalo itu jejak kaki perempuan. Jadi kemungkinan besar kalo itu ulah Rache."

Rion mengernyit bingung. "Lah? Rache itu cewek?"

"Lah?"
"Loh?"
"Heh?"
"Ha?"

Rion bingung, keluarganya bingung, yang nulis pun bingung. Apa-apaan ini, jadi selama ini bapak mereka mengira Rache itu laki-laki yang gagah dan perkasa? What?

꧁༒༺ 𝕆𝕦𝕣 𝕃𝕚𝕥𝕥𝕝𝕖 𝕊𝕚𝕤𝕥𝕖𝕣 ༻༒꧂  || 𝙏𝙉𝙁 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang