18 - Kepercayaan?

1.1K 146 4
                                        

"Nih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nih."

"Apaan nih?"

Rion membuka penutup dari botol kecil yang Rache berikan padanya. Di dalam terdapat sekumpulan obat berbentuk kapsul berjenis softgel, yang berarti obat di dalamnya bersifat cair.

Rion mengambil satu kapsul lalu menunjukkannya pada Rache. "Lu ngasih gue apaan? Aneh gini warnanya?"

Ku beritahu kenapa Rion bertanya begitu. Kapsul yang Rache berikan itu berwarna merah gimana gitu. Mungkin kalau bukan Rache yang ngasih, dia gak akan tanya.

"Itu obat buatan gue. Lu kira gue segila apa sampai ngasih lu darah."

Rache sudah menduga isi pikiran Rion begitu melihat kapsul merah pemberiannya. "Gue kira lu ngasih gue cairan aneh itu. Sapa tau kan."

Manik ruby menatap Rion datar, dilanjutkan dengan helaan napas sang gadis. "Makan obatnya, satu aja. Karena lu baru pertama kali, mungkin bakal terasa aneh."

Rion melirik Rache dan kapsul secara bergantian. "Amankan tapi?"

"Aman. Kalo lu mati, gue juga bakalan ikut mati. Santai aja." Yang dikatakan Rache tidak sepenuhnya bohong. Meskipun anak-anak TNF terlihat mengabaikan keduanya, tapi mereka masih curi pandang mengawasi dua insan itu.

"See? Makan aja." Ucap si gadis menyadari Rion sempat melirik pada anggota keluarganya.

Sebelum memakannya, ia memandang Rache dengan penuh keyakinan. "Gak bakalan gue mati semudah itu." Dan langsung menelan obat tersebut.

Rache menyuruhnya untuk menunggu sampai obat itu bekerja. Walau dia bingung, karena tidak ada obat yang langsung menunjukkan khasiatnya saat pertama kali dikonsumsi.

Si surai ungu hanya diam menuruti keinginan gadis di depannya. Bahkan dia tidak melawan ketika Rache membuka balutan perban di lengan kirinya—pak Sui tadi sempat mengobati Rion, sebelum mengobati yang lain.

Sekitar 5 menit menunggu, akhirnya obat itu mulai menunjukkan khasiatnya. Rion benar-benar tidak percaya melihat apa yang baru saja terjadi.

Kalian ingin tahu?

Luka yang tadi menghiasi lengannya, kini telah lenyap sempurna, tanpa bekas. Orang yang tidak tahu, pasti tidak akan percaya kalau lengan kirinya pernah tertusuk pisau.

Luka tusukan pisau yang cukup dalam itu, berhasil lenyap beserta rasa sakitnya. Normalnya, luka itu pasti akan sembuh dalam beberapa minggu. Tapi ini bahkan tidak sampai satu malam, dan lukanya sudah sembuh total.

Rion menatap Rache tidak percaya. "Penyihir lu yak? Buset, manjur bener tu obat gue liat-liat." Tuduhnya asal pada Rache.

"Ngaco. Itu murni obat biasa. Sudahlah, cepat berikan pada keluargamu yang terluka. Lu udah pastiin itu aman kan."

"Napa kagak lu aja?" Itu pertanyaan bodoh menurut Rache. Tapi tak apa.

"Mereka gak percaya sama gue. Jadi mending lu aja. Satu orang satu. Obatnya pas, gak lebih, gak kurang." Jelas Rache datar.

꧁༒༺ 𝕆𝕦𝕣 𝕃𝕚𝕥𝕥𝕝𝕖 𝕊𝕚𝕤𝕥𝕖𝕣 ༻༒꧂  || 𝙏𝙉𝙁 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang