𝑻𝒐𝒌𝒚𝒐 𝑵𝒐𝒊𝒓 𝑭𝒂𝒎𝒊𝒍𝒊𝒂 𝒙 𝑳𝒊𝒕𝒕𝒍𝒆! 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒆𝒓
Gadis kecil yang selalu dikenal dengan keramahan dan keimutannya. Hampir semua orang di Kota mengenal dirinya.
"Selamat pagi Kakak."
Dia yang selalu memanggil orang lain Kakak, membuat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
─────────FLASHBACK────────
"Udah tiga hari Mia ga ngeliat Dedek di uwu. Ditambah hari ini, jadi empat hari. Dedek baik-baik aja kan ya, Kak Mako?" Gadis imut itu memberitahukan kekhawatirannya pada pemuda yang duduk di kursi pengemudi.
Mereka baru saja dari UwU dan sedang dalam perjalanan kembali ke rumah. Mako menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. "Kalo kamu memang sekhawatir itu sama Dedek. Gimana kalo kita ke apartemennya? Kita cek keadaan Dedek."
"Sekarang Kak Mako!" Seru Mia bersemangat.
"Nanti lah. Kita antar dulu makanan ini ke rumah."
"Yah..."
°❀.ೃ࿔°
Siang harinya, Mia dan Mako pergi menuju Apartemen Alta. Begitu sampai di parkiran Alta, datanglah sebuah mobil yang mereka kenali.
Mia spontan berucap saat melihat Kakak-kakaknya keluar dari mobil itu. "Loh? Kak Echi, Kak Selia, Kak Aenon sama Kak Riji, kok ada di sini? Bukannya tadi izin ke Papi mau keluar Kota sebentar?"
"Bohong mereka. Aslinya mah cuma mau main ke Alta doang." Ungkap Riji.
"Lagian si tua. Tiap ke Kota ada aja agendanya. Kan aku juga pengen ya, main sama Dedek gemash tanpa diganggu." Echi nyeletuk sembari melontarkan sindiran pada Rion.
Mia yang menyadari maksud dari kalimat Echi, lantas berseru senang. "Jadi kalian mau nemuin Dedek juga! Sama dong, Mia juga ke Alta buat nemuin Dedek. Kita bareng aja gimana?"
Echi, Selia, Aenon menyetujui usulan Mia, kecuali dua lelaki yang tidak memberi respon. "Gue tunggu sini aja. Udah ada Riji kan." Tutur Mako.
Tampaknya Riji keberatan, namun sebelum sempat membantah, Selia sudah lebih dulu menariknya untuk ikut masuk ke apartemen.
°❀.ೃ࿔°
"Bener ini unitnya Mia?"
"Iya Kak Riji, Mia ingat Dedek sempat kasih tau Mia waktu itu."
Kelima orang itu kini berada di depan pintu bernomor 205, dengan raut wajah yang terlihat kebingungan. Pasalnya, tidak ada satu pun diantara mereka yang mengetahui nomor unit apartemen (name).
Kenapa tidak tanya pada resepsionis atau penjaga Alta?
Begini, kalian tidak bisa menyamakan Apartemen Alta dengan apartemen lain. Sistem di sini berbeda. Di Alta, tidak ada resepsionis atau semacamnya, hanya ada penjaga apartemen saja.
Namun, ketika mereka hendak bertanya pada penjaga Alta. Mereka tidak menemukan penjaga itu di lobby. Karena sudah jam makan siang, jadi mereka berpikir kalau penjaga yang bertugas sedang beristirahat.