16 - Menggila

1.1K 163 2
                                        

Dak!Bruk!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dak!
Bruk!

Tendangan Gin berhasil membuat Rache jatuh terduduk di lantai. Beberapa terlihat puas dengan tindakan Gin.

Mia segera menghampiri Rion, menanyakan keadaannya. "Papi gapapa kan Pih? Ada yang luka ga? Mia obatin ya Pih." Mia bertanya dengan nada penuh kekhawatiran.

"Gapapa. Papi baik-baik aja kok."

Krow, Istmo, Mako, Echi, Aenon, Jaki, Garin, Souta ikut bergabung dengan Gin. Berbaris membentuk lingkaran yang membuat Rache berada di tengah.

Sedangkan anggota yang tersisa memilih untuk menolong Riji. "Aku sama Key manggil Pak Sui dulu ya Mami." Duo dispenser menawarkan diri untuk memanggil pak Sui, dokter keluarga mereka.

"Iya. Pak Sui ada di atas ya." Caine berucap dengan lembut. "Oke Mami."

°❀.ೃ࿔°

"Kakak Dokter, kenapa di bawah ramai sekali?" (Name) bertanya dengan lemas pada Sui yang tengah memeriksa dirinya. Anak itu terbangun setelah mendengar kebisingan dari lantai bawah.

Mulanya (name) berpikir kalau ia salah dengar, karena pak Sui terlihat biasa saja. Tapi lambat laun, telinganya mulai mendengar suara-suara lain, dan itu cukup mengganggunya.

Pak Sui tidak menjawab, ia ingin menyelesaikan pemeriksaan ini terlebih dahulu. "Tadi malam Dedek tidur berapa jam?"

"(Name) tadi malam masih kesulitan untuk tidur. Tapi karena ada Kakak-kakak yang membantu (name). (Name) jadi bisa tidur sedikit, mungkin sekitar empat jam." Pak Sui memandang (name) yang menjawab dengan suara lemahnya. Tangannya terulur mengusap lembut kepala (name). "Itu sebuah peningkatan. Kalo nanti malam Dedek kebangun lagi. Panggil aja kami."

Pak Sui mengangkat tangannya dari kepala (name), saat mendengar panggilan yang ditujukan padanya dari luar kamar. (Name) memperhatikan pak Sui yang perlahan mendekati pintu.

Krieeet

"Kenapa Key, Elya?" Tanya pak Sui pada duo dispenser yang memanggilnya. Key lantas menjelaskan maksud kedatangan keduanya. Pak Sui cepat mengerti. Ia hendak beranjak pergi, namun (name) menghentikannya.

"Kakak Dokter belum menjawab pertanyaan (name)." Tiga manusia dewasa itu menatap (name), begitu pun sebaliknya. "Di bawah sedang ada perkelahian kan. Tolong izinkan (name) untuk ikut ke bawah."

'(Name) khawatir kalau itu Kakak.' Batinnya.

"Sekarang nggak dulu. (Name) di sini aja sama Key dan Elya." Tegas pak Sui.

°❀.ೃ࿔°

Dikepung oleh anggota mafia, tidak membuat Rache takut. Dia cukup berani untuk masuk ke sarang mafia yang paling disegani di Kota. 'Aku sudah pernah berada di situasi yang lebih buruk dari ini.'

꧁༒༺ 𝕆𝕦𝕣 𝕃𝕚𝕥𝕥𝕝𝕖 𝕊𝕚𝕤𝕥𝕖𝕣 ༻༒꧂  || 𝙏𝙉𝙁 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang