20 - Kehangatan Yang Kembali

1.6K 173 8
                                        

Kebenaran telah terungkap, kini kita tahu kejadian sebenar di balik rekaman CCTV itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kebenaran telah terungkap, kini kita tahu kejadian sebenar di balik rekaman CCTV itu.

"Bagaimana menurutmu? Setelah mendengar penjelasan dari anak-anak saya?"

Caine tadi sempat menyarankan pada Rache untuk membicarakan kesalahpahaman ini secara baik-baik. Karena ia yakin, keluarganya tidak seperti yang Rache bayangkan.

Butuh usaha extra untuk membuat Rache setuju. Berbeda dengan anak-anaknya yang langsung menuruti ucapannya.

Gadis bersurai hitam itu kembali membuka kelopak matanya. Saat mendengarkan Selia bercerita—dibantu Mia, Echi, Aenon—selama itu pula ia memejamkan matanya.

Bisa dibilang, ia sedikit percaya pada cerita Selia. Ia dapat melihat dari sikap (name) yang seolah melindungi mereka. Ditambah, pengakuan (name) yang mengatakan bahwa mereka telah merawatnya.

Tapi, Rache merasakan sebuah kejanggalan. "Satu dari kalian, ada yang punya handphone tidak terpakai?" Ya, lagi pula dia sudah setuju untuk bicara baik-baik.

Rion hendak memberikan handphonenya, namun Rache menolak. "Tidak perlu. Aku butuh handphone yang tidak terpakai dan bersih dari data pribadi. Bukan handphone milikmu."

Rache mungkin penjahat, tapi dia tidak sekotor itu. Ia tahu kalau handphone yang Rion berikan, pasti berisi data-data penting tentang kejahatan.

Pria itu tersenyum tipis. Lalu netranya menangkap isyarat dari Funin, Rion mengangguk. Funin berjalan mendekati Rache, ia memberikan handphone lamanya.

"Terima kasih."

Si surai merah hanya mengangguk, kemudian kembali ke tempat semula. Tangan lentiknya mengotak-atik hp, menjadikan benda itu sebagai miliknya. "Sudah ku transfer ya." Ucap Rache seraya menatap pada Funin.

Ting!

??? mengirimi Anda uang sebesar 2.000.000!

Anggota lain yang ikut melihat tidak menyangka Rache akan membayar untuk hp bekas itu. Apalagi setelah melihat nominal yang tinggi, dia bahkan bisa mendapatkan beberapa hp baru dengan uang segitu, di Kota ini.

"Gak usah dibayar. Aku masih punya hp lain, jadi pake aja." Funin merasa tidak enak, ia mencoba mentransfer balik namun tidak bisa. "Jangan di perpanjang. Aku lebih nyaman memakai barangku sendiri."

Selang beberapa menit, Rache menunjukkan layar hpnya pada anggota TNF. "Aku ingin konfirmasi. Kau berkata kalau penerangan di kamar mati, namun di rekaman CCTV masih tampak terang."

Rache tidak mengada-ada, bukti rekaman yang ia tunjukkan, sama persis dengan kejadian yang Selia ceritakan. Bedanya, di rekaman itu pencahayaannya cukup terang.

"Tapi pas kita masuk beneran gelap kamarnya, cuma ada cahaya remang-remang dari jendela." Pembelaan dari Selia.

"Coba perhatiin tangan aku. Kalau kamarnya beneran terang, ga mungkin aku sibuk nyari sakelar buat nyalain lampu." Ucapan Mia membuat mereka fokus pada dirinya yang berada di layar. Dan semua orang melihatnya, tangan Mia yang sibuk mencari sakelar.

꧁༒༺ 𝕆𝕦𝕣 𝕃𝕚𝕥𝕥𝕝𝕖 𝕊𝕚𝕤𝕥𝕖𝕣 ༻༒꧂  || 𝙏𝙉𝙁 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang