14 - Hilang

1.2K 150 4
                                        

Sudah satu minggu berlalu sejak Rache bermain Truth or Dare bersama (name)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah satu minggu berlalu sejak Rache bermain Truth or Dare bersama (name). Akan ku beritahu apa saja kegiatan Rache selama seminggu itu.

Dia hanya mengurung diri di 'ruangan'-nya, tanpa ada niatan untuk mengecek keadaan di luar. Tentu Rache punya alasan melakukannya. Dan alasannya adalah, untuk menghindari Dedek.

"Bukan! Apa-apaan kau, bahkan kita baru mulai." Rache menyangkal dengan keras. Dasar, kau pikir aku tidak tahu isi pikiranmu yang sebenarnya.

Baiklah, akan ku beri alasan lain.

Rache sebenarnya sedang memperbaiki alat-alat yang biasa dia gunakan saat beraksi. Kalian ingat mobilnya yang hancur dihujani timah panas? Kali ini dia tengah membuat yang baru. Membuat.

Rache lebih memilih membuat baru daripada harus memperbaiki yang lama. Lagi pula mobilnya itu disita oleh kepolisian, dan kondisinya juga sudah hancur parah.

Jangan berpikir dia membuat semuanya dari awal. Mula-mula Rache akan membeli mobil lalu memodifikasinya di 'ruangan'. Gadis ini tidak seluang itu sampai bisa merakit mobil dari awal sekali.

Rache juga memperbaiki alat lain. Seperti sepatunya yang ikut rusak karena seorang polisi menembak kakinya. Baru sekarang dia sempat memperbaiki. Syukurlah saat ia dibawa Cakra dan Lewis, sepatunya masih berfungsi. Jika tidak...

Apa?

Rache selalu punya cara jika alatnya tidak bisa digunakan. Sepatu ini adalah jawaban dari pertanyaan Lewis kala itu.

"Bagaimana kau bisa sampai lebih dulu?"

Tentu karena sepatunya. Sepatu Rache itu bisa dibilang alat transportasi yang bisa bergerak dengan cepat. Salah satu penemuan yang paling sering ia pakai.

Gadis cantik itu meregangkan tangannya ke atas, guna merilekskan otot-ototnya yang kaku. Rache menghela napas kasar. Punggungnya ia sandarkan pada sandaran kursi, sedikit lelah karena terduduk di kursi selama berjam-jam.

"Sudah berapa lama aku berada di sini?" Tanya si gadis pada dirinya sendiri. Ia kemudian menengok pada kalender digital yang terpasang di dinding sebelah kanannya. Mengira-ngira sudah berapa hari yang ia lewati selama berada di tempat ini.

Rache kemudian mengangkat punggungnya dari sandaran kursi. "Satu minggu. Aku terlalu fokus pada pekerjaanku sampai lupa kalau waktu terus berputar." Tangannya bergerak menopang dagu, dengan mata yang menatap langit-langit.

Si gadis merasa ada hal penting yang ia lupakan selama seminggu ini. Otaknya berpikir, hingga Rache mengingat hal penting itu.

"(Name)!"

Netranya sedikit terbelalak begitu mengingat (name) yang ia tinggalkan selama seminggu tanpa pengawasan. Buru-buru Rache mengecek jam tangan yang biasa bertenger di pergelangan tangannya.

Nihil.

Rache baru ingat kalau terakhir kali dia sempat melempar jam itu ke tembok hingga hancur. Dia memukul kepalanya, merutuki kebodohan yang ia lakukan waktu itu. "Bodoh. Kau seharusnya tak melakukan itu sialan!"

꧁༒༺ 𝕆𝕦𝕣 𝕃𝕚𝕥𝕥𝕝𝕖 𝕊𝕚𝕤𝕥𝕖𝕣 ༻༒꧂  || 𝙏𝙉𝙁 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang