Setelah kejadian hari itu liam membentak dellyn, liam tak pernah melihat dellyn ke sekolah, satu sisi liam merasa bersalah tapi sisi lain rasa bencinya terhadap gadis itu masih ada, tidak dia bukan benci hanya saja dia belum bisa menerima semuanya yang terjadi.
Liam terus melamun memikirkan delyn yang hilang entah kemana, hingga membuat teman temanya heran melihat liam yang murung akhir akhir ini.
"Woi li, lu kenapa dah murung terus dari kemarin." Tanya Nino.
"Tau lu kenapa sih li." Ucap Gio.
Liam tersenyum dan menggeleng lemah, lion yang melihat itu sontak tahu jika temannya itu mencari kakak nya.
"Lo cari kak delyn?." Tanya lion menaikan alisnya.
"Ngga." Jawab Liam singkat.
Lion tersenyum mendengar perkataan liam. "Gak usah bohong bilang aja iya." Ucap Lion.
Liam menghela nafasnya berat lalu menatap lion dengan serius. "Kemana dia?." Tanya Liam.
Lion terkekeh. "Liam liam lo tu gengsinya gede banget ya, kak dellyn sakit semenjak di bentak lo waktu itu dia nangis nangis dan sekarang ya dia sakit di rumah, lagian lo kenapa sih li sampe segitunya sama kak delyn." Ucap Lion.
Liam yang mendengar itu semakin merasa bersalah dengan dellyn, sekarang ia tak tahu harus berbuat apa ia hanya diam saja setelah mendengar perkataan lion.
"Li mending lu samperin terus minta maaf." Celetuk Gio.
"Gw takut gi." Jawab liam.
"Takut kenapa, justru lo harus minta maaf ke kak dellyn li kalo lo terus gini yang ada lo malah di hantui rasa bersalah lo sama dia." Ucap Nino.
"Nah betul li, mending lo pulang sekolah ikut sama si lion lu coba minta maaf turunin gengsi lu." Timpal Gio.
Liam menghela nafasnya "Iya gw bakal minta maaf sama dia." Jawab Liam. Teman temannya yg mendengar itu pun tersenyum senang.
"Nah itu baru temen gw, lagian ya li dengan lu kaya gitu ke kak dellyn dengan lu benci ke ka dellyn emang bakal buat moreen tenang engga kan." Ucap Nino.
"Iya li lu harus bisa nerima itu seharusnya jangan sampe lu dendam ke orang yang ga bersalah." Ucap Gio.
"Udah udah lagian juga semuanya udah berlalu kan, yaudah li berati pulang sekolah lu ikut gw ke rumah." Lerai Lion yg di angguki oleh liam.
skip.
Setelah pulang sekolah liam pun ikut pulang bersama lion, tujuan nya yaitu meminta maaf pada gadis yg sudah ia bentak hari lalu.
Sesampainya di rumah lion, liam berdiri sejenak memandang pintu rumah lion iya enggan masuk kedalam rumah lion karna dirinya merasa takut dan gugup sekarang.
Lion yg melihat liam hanya diam pun menepuk pundak liam.
Puk.
"Heh li lu kenapa bengong ayo masuk." Ucap Lion membubarkan lamunan liam.
"E-eh ayo lin." Jawab Liam.
Liam pun memasuki rumah lion, disana tidak ada siapa siapa mungkin orang tua lion sedang bekerja.
"Lo masuk aja ke kamar kak dellyn dia ada di dalem, tapi inget jangan macem macem lu." Ucap lion seraya memperingati liam.
"I-iyaa lin." Jawab liam gugup.
Liam menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar dellyn sesampainya ia depan pintu kamar dellyn ia mulai gugup lagi, tapi ia melawan rasa gugupnya itu dan mengetuk pintu kamar dellyn.
Sedangkan disisi lain dellyn sedang menonton film kesukaannya sedang asik asik menonton film tiba tiba pintu kamarnya ada yg mengetuk dellyn pikir itu adiknya.
"Masuk aja dek ga di kunci."
Liam pun membuka pintu kamar dellyn dan alangkah terkejutnya dellyn ketika mengetahui laki laki yang membentaknya hari lalu kini berada di hadapannya, meskipun dellyn tetkejut tetapi ia mencoba untuk tenang dan biasa saja.
tbc.
hai gays maaf karna ngga ada kejelasan dengan cerita ini karna tahun tahun kemarin banyak kejadian yang mungkin susah buat di terima ya, full taun kemarin aku sakit guys aku kena usus buntu dan infeksi lambung, cerita ini bakal author lanjut mulai sekarang karna udah pulih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.