*Hate To Be Jealous*
POV...
Rintik hujan mulai turun membasahi persimpangan jalan, dedaunan kering mulai berderai, berguguran, jatuh dan menyebar tertiup angin, menutupi permukaan apapun yg dilalui.
Sebuah pepohonan, menjulang, berdiri kokoh di batas gerbang.
Pun menjadi saksi, segerombolan siswa-siswi lalu lalang berkejar-kejaran, saat awan hitam disertai hujan mulai menampakkan diri menutupi sebagian cahaya bumi.
Menjatuhkan bulir bulir air yg menitik deras, merembes ke kulit kayu pepohonan dan besi-besi pagar dan kursi penghias trotoar.
Gedung sekolah yg megah itu menjadi tujuan workshop mereka kali ini, untuk melakukan berbagai kegiatan olah fisik.
Sekolah ini juga nantinya yg akan mereka gunakan untuk set lokasi syuting pembuatan drama ini.
Mereka akan memakai tempat ini untuk beberapa hari ke depan selama latihan.
Mulai dari kegiatan climbing, lomba lari, lompat jauh, senam, estafet dan latihan kebugaran lain.
***
Gedung Sekolah...
Dua bus minivan, baru saja melaju masuk melewati batas gerbang sekolah menuju parkiran.
Mereka selalu antusias dan semangat setiap kali mengenal tempat baru untuk menggali pengalaman.
Satu persatu mereka pun keluar dari minivan tersebut.
Beberapa aktor mulai tampak genit, melambaikan tangan dan melempar mata wink dan senyuman ke penggemar, yg merupakan siswa/siswi sekolah ini yg mengintip dari berbagai arah.
Tentunya memicu berbagai reaksi dari mereka dengan berteriak dan menjerit, merasa bangga karena di notis oleh idolanya.
"Ekhemm.."
Samuel mendehem serak, mengusik ke-confident-nan seseorang yg lebih asik melambaikan tangan dan flying love kesana kemari, ia yg paling semangat dari yg lain.
"Gao Tian Yaaaangg!!!"
Ia menjewer telinga Andy, tak tanggung², ia juga memilinnya berkali-kali.
"Kita baru latihan, bukan jumpa Fans!
Jaga sikapmu! Jangan sampai ada spoiler yg muncul!" -bisiknya lagi, tepat sekali di lobang telinga Andy, seperti di hembus-hembus angin.
Andy memerah, melebihi telinganya,
"Tega sekali kau Gee!!!" -ucapnya mau nangis sambil mengelus-elus telinganya yg pedih.
"Makanyaaa... jangan genit²!" -ucap Pipi, tampak jengkel namun gemess versi anak bayik.
Melihat keduanya, membuat beberapa orang tertawa, ngakak, geleng-geleng kepala.
Tidak habis pikir dengan tingkah lucu mereka.
_
"Heh,, brother!
Sini.. sini..." Jed menambahkan, sambil merangkul leher temannya ini.
Ia terlihat cukup baik awalnya, namun malah savage menarik/ menyeretnya melewati parkiran menuju salah satu ruangan sambil terus nyinyir²an.
"Kalau kau berulah lagi, jatahmu malam ini gak bakal ku kasih" - candanya melambai, bicara seolah² seperti seorang istri yg sedang memarahi suaminya yg nakal.
"Kalau kau pelit²,,, aku selingkuh nih!" ,-canda Andy menimpali dengan berusaha mendekati Benjamin.
"Aiihh, lu tau aja yg bening-bening...
Awaasss! ntar direcokin racun sama Eric mau?!"
"Woii, jan bawak² Eric lah Weh, takut!" -ucapnya lagi sambil menjauh.
Dan kali ini ekspresinya keliatan serius, seserius otaknya berpikir sambil melihat ekspresi Benjamin.
Tidak ada yg salah dengan ekspresi yg masih cool itu, hanya sedikit menyungging senyum melihat tingkah mereka sambil menunggu hujan teduh.
Sementara mereka masih terperangkap diruangan ini sambil menghibur diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric) On going...
FanfictionMain role : Benjamin Tsang & Eric Liu Support : All Cast Genre : Boys Love ( BxB ) Chapter : PS. : Cerita ini terinspirasi dari series "The Only One", namun tidak ada kesamaan alur/nama cast yg ada di series. Semua cast memaka...
