~ PARTY II : ROASTING ~

126 12 0
                                        

* We Can Be Closer, Bestie! *

Ruang depan kamar Eric...

Setelah beberapa kali accident kecil itu terjadi, mereka mulai kehilangan Eric lagi.

Karena Eric kembali masuk ke kamarnya untuk mandi dan mengganti bajunya lagi menjadi lebih wangi.

'Wuaahh'

Mereka terpesona melihat Eric 'ganteng' kembali, karena Eric keluar dari kamar dengan kaos lengan pendek - boxer rumahan yg memperlihatkan keseksiannya saat berjalan mondar- mandir di depan teman² nya saat ini.

Hapus!

Hapus!

Hapus!

Begitu isi pikiran Eric sambil mengecek ponsel pemain² muda ini satu-persatu, karena mereka yg paling jahil mengirim clip tertentu yg bisa membuat Benjamin cemburu.

"Eh, udah! Dong Qin!!"

"Kembaliin HP gue pliss!!!"

"Iya nih! lama banget ih!"

"Ntah! banyak kerjaan gue disanaa weh!"

"Cch elu kenapa sih Ben? punya Eric gini amat?
Protektif!!"

"Ho'oh takut dimarahin kali?!"

Segala asumsi mereka terhadap Ben dan Eric, ditantang satu-persatu oleh Eric dengan bola mata yg bulat, melotot. Membuat para pemain senyap.

_

Huhf...

Eric sedikit lega setelah menyelesaikan ritualnya, menghapus bukti² ke Benjamin melalui chat pribadi masing².

"Awas ya kalau masih ada yg ngawur, ngirim²!
Gue jitak lu!" -ujar Eric sambil menekuk lutut, meneguk minuman alkohol setelah duduk bareng teman²nya.

Pemain muda² ini terdiam, tidak sanggup berucap melihat mode make sense 'Liu Dong Qin'.

Ini bukan lagi mode 'Sheng Wang' yg bisa mereka 'kerjain' abis-abisan.

Melihat Eric meneguk botol minuman secara gamblang, membuatnya terlihat semakin gentleman dan seksi dimata semua orang.

"Gini ya Dong Qin kalau lagi 'panas'!" -kata Pipi saat Mimi hampir tak berkedip menatap Eric.

"Pernah ga sih, dia kepikiran gitu buat 'HS' (Having Sex) sama Benjamin?" -ucap Mimi lagi, ngawur! membuat Pipi menggeplak lututnya.

"Ssttt jangan keras² ngomongnya, nanti dia denger!"

Ehemm...

Kedua gadis inipun tersentak dari lamunan atas pikiran mereka yg liar setelah Eric menghabiskan 1 botol minuman sekali hap.

Eric menyelesaikan detik terakhir tegukannya dengan mendehem dengan suara 'deep', membuat orang lain terpana tak berkutik.

"Bukan Sheng Wang lagi namanya kek gini, tapi Liu Dong Qin!" -kata Adam, hampir ngences, mengucek matanya melihat 'ketampanan' pemain utamanya ini.

Eric sendawa dengan keras, barulah semua pemain mengangkat tangan ke atas (give up), menunduk ke belakang, bahkan ada yg sengaja tumbang, dan rebahan.

Tidak sanggup melihat Liu Dong Qin dalam mode Sheng Wang.
Pasti kena geplak kepala mereka satu persatu kalau diperhatiin terus-terusan.

_

"Woi, ayolah! kita main lagi!" -pinta Eric, dalam sedikit mode kliyengan, menepuk semua pemain dengan suara lantang.

HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric)  On going...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang