__
Ben malu.
Apalagi Eric.
Setelah having sex pertamanya, Eric makin tidak ingin melihat Benjamin.
Malu banget.
Eric mempererat pelukannya dengan mengalungkan kedua lengannya di leher Ben.
"sampai kapan kau akan 'menunggangi' ku seperti ini?"
Ben bertanya sembari menggerakkan sedikit pahanya.
Ben Eric meringis, menahan 'ngilu' pada bagian tubuh mereka.
Ben meraih t-shirt yg dia pakai sebelum shirtless,
Lalu memakaikannya ke badan Eric.
'trus, celanaku?'
Eric bergumam sendiri, setelah membantu dirinya sendiri memakai t-shirt tersebut.
Ben ingin bergerak lebih, tapi tidak bisa.
Beban tubuh diatasnya terlalu 'berat' menghimpitnya.
'wait'
Eric beranjak, membuat Ben bernafas lega.
__
Setelah memakai boxer nya, Eric kembali terdiam memandangi view di luar jendela.
"Abis ini kita mau kemana?"
Ben bertanya setelah memakai t-shirt tanpa lengan yg dipakai Eric sebelumnya.
"Mm.. kemana aja" -
Jawabannya ngambang, tanpa menoleh. membuat Ben tersenyum sambil menggeleng kepala.
Mereka canggung, malu dan salah tingkah.
Sampai tidak sanggup melihat wajah pasangannya saat duduk bersebelahan.
Ben memutuskan pindah ke jok drive, hendak mengemudi mengantarkan Eric pulang ke Apartemennya.
"tunggu!"
Eric menahan langkahnya, saat Ben hendak keluar dari mobilnya.
Ia memeluk Ben sambil bernafas disana.
"thank you telah berbagi pengalaman ini denganku Ben" -
Eric berucap sembari mempererat pelukannya.
Sebenarnya ia sangat malu menjadi 'gay'.
Karena cintanya, Ia semakin dilema ketika Ben mempererat pelukannya.
Beberapa saat, mereka 'tenggelam' dalam perasaan yg tak bertujuan.
Air matanya tumpah.
Eric menghapus air mata yg mengalir disudut pipinya, mempererat pelukannya lagi disaat Ben juga melakukan hal yg sama pada tubuhnya.
"Aku mencintaimu Ben"
"Mn, aku juga.
Thank you...
Telah menjadi yg pertama untukku"
Eric mengangguk sembari melepas pelukannya.
Ben mencium Eric di dahinya.
Ia tersipu, wajahnya merona, jantungnya tidak aman, salting nya bertambah.
'jangan mencari ku lagi, jika kau membutuhkannya" - guman Eric dalam hati, sembari menarik diri dari pelukan Benjamin.
Ia menghapus air matanya yg terakhir.
Masih sakit terasa disudut hatinya, mengingat kejadian yg baru saja dialaminya.
Sedikit trauma menghampiri, tidak mau 'bermain' dengan 'laki-laki'.
Ben mengelus pundaknya, sebelum beranjak ke jok kemudi.
Ia pindah posisi tanpa menjejakkan kakinya ke tanah.
Ia melompat ke jok driving.
Menyetir dengan pelan, dengan Eric yg masih berada di belakangnya.
***
Sesampai di Apartemen.
Ben turun, membukakan pintu mobil untuk pemuda di belakangnya.
Eric nurut, tanpa menggubris tatapan Ben.
Ia nyelonong begitu saja tanpa pamit pada Benjamin.
Ben menahan langkahnya, kembali memeluknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric) On going...
ФанфикшнMain role : Benjamin Tsang & Eric Liu Support : All Cast Genre : Boys Love ( BxB ) Chapter : PS. : Cerita ini terinspirasi dari series "The Only One", namun tidak ada kesamaan alur/nama cast yg ada di series. Semua cast memaka...
