* Don't Tease Me *
VIP Room...
Ponsel Eric telah berdering berulang kali saat Benjamin membuka naskahnya pagi ini.
Eric masih di kamar mandi saat Ben mengambil ponsel tersebut di atas meja,di samping tempat tidur. Terlihat beberapa list panggilan tak terjawab di layar ponsel sebelum Ben memencet tombol lock screen pada ponsel Eric.
Saat Eric keluar dari kamar mandi, memakai baju kaos longgar berwarna
coklat tanpa lengan dengan celana boxer berwarna hitam menghiasi pahanya yg seksi. Dengan rambut terurai setengah basah ia berjalan mendekati Benjamin.
Eric kaget melihat ponselnya berada di meja sofa, di samping Ben yg sedang berdiri depan kulkas, mengambil 2 botol minuman dari dalam sana.
"Dimana kau menemukannya?"
Eric bertanya tentang ponselnya, tetapi Ben menjawab tentang minumannya,
"Kemarin aku yg bawa, tapi kau tidak meminumnya sama sekali"
Pletakkk... (bunyi dua botol minuman di tekan sedemikian rupa di atas meja, sedikit berdetak karena Ben cukup emosi melihat Eric mengabaikan bawaannya)
"Oh"
Mulut Eric membulat membentuk huruf O, melihat ekspresi Ben yg tampak seperti menahan amarah menjawab pertanyaannya.
Ia tahu ia telah keliru memberi pertanyaan pada Ben, seharunya ia bertanya tentang ponselnya secara terang-terangan, bukan tentang minuman yg dia bawakan untuknya.
Sehingga membuat Eric mengambil ponselnya sendiri di atas meja, tanpa bertanya apapun lagi pada Benjamin.
Terlihat beberapa panggilan tak terjawab di layar ponselnya, beberapa rekan kerja bertanya tentang keadaannya di Taiwan.
Beberapa lagi teman dekat sepermainan didekat rumah orang tuanya di Beijing.
Dan yg terakhir dari 'My Lovely Brother', tetapi Eric malah menyingkat nama kontak tersebut menjadi 'My Lovely B"
Tentu saja Benjamin tau kalau itu bukan nomor nya, tetapi nomor tersebut yg acap kali menderingkan ponsel Eric sejak tadi, hingga membuat Ben mematikan panggilan tersebut dengan menekan lock screen.
_
"Hallo..
God morning..."
Eric mengangkat telpon tersebut setelah ponselnya berdering lagi.
Ia berjalan ke tempat tidur yg baru saja ia tempati bersama Ben.
Terlihat langkah kaki Eric yg terus menerus di perhatikan oleh Benjamin.
Kaki yg terkesan biasa saja dimata lelaki lain, tapi dimata Ben, ini adalah 'alasannya' untuk tidak memberikan pemuda ini kepada siapapun juga.
Eric memegang ponselnya sambil terus berjalan menjauhi Ben.
Disitulah emosinya mulai naik.
Ia mulai memperhatikan segala sisi di tubuh Dong Qin, barangkali masih ada yg 'tersisa' yg mungkin tidak bisa ia bagi dengan orang lain.
Eric terlalu 'menawan' dimata Serigala ini.
Ia melangkah kesana kemari bak putri salju, sambil mempertontonkan kakinya yg basah namun tampak glowing karena endapan air yg menempel pada kulit, yg ditumbuhi bulu-bulu halus yg terlihat cantik,
Suara Eric nyaris tak terdengar ditelinga Benjamin, karena ia cukup sibuk menghitung langkah kaki pemuda ini.
Seberapa percent langkah kaki ini membawanya tertawa ngakak mengitari ruangan ini.
Kaki yg baru saja ia gunakan untuk 'merangsang' setiap inci persendian Eric, kini tampak lihai berjalan mendekati ranjang rumah sakit.
_
Eric meletakkan ponselnya sejenak, berhenti mengeringkan rambutnya dengan handuk, yg melilit di lehernya sejak tadi.
Kemudian berganti dengan pesona menyisir rambutnya yg basah dengan jari yg lentik.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric) On going...
FanfictionMain role : Benjamin Tsang & Eric Liu Support : All Cast Genre : Boys Love ( BxB ) Chapter : PS. : Cerita ini terinspirasi dari series "The Only One", namun tidak ada kesamaan alur/nama cast yg ada di series. Semua cast memaka...
