* Please! Coming Back Right Here! *
'Hueekkk'
Stan berlari menyusul Eric ke kamar mandi yg terletak di kamar Eric.
mencoba mengurut punggung Eric, disusul pemain muda lainnya, masuk ke dalam kamar tersebut.
Namun, ada juga yg menunggu mereka di ruang tamu.
Ruang tamu...
"Begini nih! kalau di biarin.
Eric memang begitu orangnya.
Dia mudah sekali ditebak, dia sama sekali tidak memperhatikan dirinya sendiri dan kesehatannya sejak tadi" -ucap Mr. Liu pada semua orang yg berkumpul, mereka saling melempar pandangan dan kembali memperhatikan ke depan.
"Jadi nanti... selama syuting Only one,
Jangan ada satu pun yg 'mengganggu' Eric, jika di luar kontek kerja/lokasi syuting.
Karena gini...
Eric ini gampang sekali dipengaruhi lingkungan,
Kenapa?
Karena dia impulsif sekali,
Dia selalu melakukan apapun, agar semua orang senang dengan keberadaannya.
Dia selalu 'memaksa' dirinya untuk 'ikut' dalam 'kegiatan' orang tersebut.
Dia menyenangkan, tapi tidak untuk dirinya pribadi.
Seperti sekarang,
Padahal saya sudah mewanti² agar Eric tidak ikut bergabung dengan kita disini (tunjuk ruangan ini), dia bisa istirahat di kamarnya sendiri (tunjuk kamar Eric) tanpa mempedulikan kegiatan kita hari ini.
Kalian lihat Benjamin,
Dia meminta izin untuk tidak ikut party,
Silahkan!
No problem for me!
Because this is party, not a working!"
Semua terdiam, mendengar pak Director ceramah panjang lebar tapi bijaksana jika di dengar.
'Membawa' semua aktornya dalam mode 'merenung' dengan memikirkan orang-orang disekitar.
"Jadi lain kali, jika ada kegiatan seperti ini lagi,
Tapi saya pastikan ada sih!
Karena kita sama-sama bekerja sama.
Saya tidak mau yg lain bingung, karena tidak mendapat informasi apapun dalam melakukan pekerjaan ini.
Semua pasti saya arahkan dengan baik.
Sebagian tadi ada yg datang terlambat, its oke! (Mr. Wang mengangguk setelah di pandang Mr. Liu sejenak)
Lalu, ada juga yg rebahan mendengar saya ngomong, terserah!
Itu hak semua orang untuk mengistirahatkan badan.
Selagi tidak ada satupun kamera yg terpampang disekitar kita,
Lakukan yg kalian suka!"
Riuh tepuk tangan dan senyum sumringah para kru dan semua pemain, membangkitkan kembali gairah mereka malam ini.
Malam telah larut memang, sekitar Apartemen sudah mulai sepi, tapi tidak di ruangan ini.
Jam dinding di kamar Eric menunjukkan waktu setengah 1 dini hari.
Disaat semua orang masih sibuk berkumpul menikmati hiruk-pikuk Party.
Benjamin justru sibuk 'mondar-mandir' pikirannya untuk menghubungi Eric.
_.
Ia gelisah,
Ia menekan kontak Eric sejak tadi, tapi tidak diangkat juga oleh pujaan hatinya ini.
Sementara beberapa kru, masih melakukan live streaming di ruangan tamu yg terpampang wajah semua orang yg hadir.
Sedangkan Eric tidak terlihat sama sekali di ruangan itu, bahkan pemain lain juga ikutan 'tidur' di kamar Eric saat ini.
Andy sengaja membuat Story, memperlihatkan kamar Eric yg baru.
Sangat bagus dengan pemandangan kasur yg empuk, beralaskan sprei warna putih dengan selimut tebal yg kusut.
Siapa lagi kalau bukan kerjaan Andy dan teman² saat ini.
Mereka berinisiatif 'menguasai' kamar Eric malam ini.
***
Eric's Bathroom...
"Woi minggir woi!"
Cssshhhh
Bunyi kasur di timpa sebatang tubuh, kemudian sisanya mereka menjatuhkan diri berhamburan sambil tertawa riang.
"Mampusss kasur gue ancur!"
Begitulah kira² ungkapan hati Eric jika ia melihat pemandangan ini.
Tapi Eric sama sekali tidak mempedulikannya.
Tangannya yg di perban, masih tergantung di wastafel kamar mandi, ia duduk di sebuah kursi kecil yg diambil Stan dari kamarnya.
Stan masih mengelus punggungnya yg hampir berkeringat setelah muntah.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric) On going...
FanfictionMain role : Benjamin Tsang & Eric Liu Support : All Cast Genre : Boys Love ( BxB ) Chapter : PS. : Cerita ini terinspirasi dari series "The Only One", namun tidak ada kesamaan alur/nama cast yg ada di series. Semua cast memaka...
