POV :
Jed telah kembali ke rumahnya di Wanhua District. Setelah di tinggal Benjamin di depan pintu masuk, ia tidak ada niat apapun untuk tetap bertahan disitu.
Ia pulang dengan tubuh lunglai, letih, lesu, ngantuk.
Tidak ada yg bisa dilakukannya di rumah selain tidur. Sambil menunggu keajaiban hari esok,
Semoga Ben Eric baik-baik saja.
Begitulah doa Jed sebelum tidur.
***
Back to Apartemen...
Sementara itu,
Setelah ngobrol sebentar dengan semua tamu yg hadir, satu persatu mulai berpamitan pada Benjamin.
Mereka senang, Benjamin datang tepat waktu disaat mereka hendak bubar meninggalkan Apartemen pasangannya itu.
Hampir semua tamu meminta agar Ben menjaga 'pasangannya' dengan baik, karena mereka akan segera syuting drama tersebut.
Mungkin bagi mereka, hubungan Ben dan Eric hanya sekedar/sebatas 'partner kerja' yg dapat di konsumsi publik.
Tapi tidak dengan Ben dan Eric.
Mereka benar² menjaga hubungan mereka dengan baik, agar tidak satupun orang yg tau selain Manager mereka masing².
Meski mereka tidak mengkonfirmasi secara resmi.
Tapi melihat gelagat keduanya,
Siapa yg tidak paham dengan situasi mereka?
Bahkan Manager Chen terang-terangan mengatakan kalau luka di tangan Eric ulah kenakalannya mengejar cinta Benjamin.
Bahkan Chen juga melihat mereka guling² di tepi jalan, saling memeluk, bahkan Ben dan Eric hampir saja ciuman. Meski akhirnya mulut mereka, mereka tutupi dengan tangan pasangan masing².
"Oh, Ben, kau tidak tidur?!" -sapa Manager Han, setelah melepas kepergian semua kru dan pemain The only one.
Hanya mereka berdua di ruangan ini sekarang, tidak ada siapapun selain mereka. Sementara Manager Chen sudah istirahat di kamarnya sejak tadi karena kecapek'an, cintanya ditolak pak guru tampan.
"Mn!" -jawab Ben, sedikit mengangguk dengan mata yg tidak mengantuk.
Ia menyandarkan dirinya di sofa, melihat kamar Eric yg telah tertutup rapat.
"Jika kau ngantuk, kau bisa tidur dulu di kamar Chen.
Aku harus kembali ke rumah ku sekarang!" -ucap Manager Han bijak, karena ia tahu hanya kamar Chen yg mampu ia ketuk dan bisa diganggu waktu istirahatnya.
(Tapi siapa bilang Ben tidak berani mengetuk pintu kamar pacarnya itu)
Ia hanya tidak mau bersikap lancang, sehingga Manager Han bisa berpikir yg bukan-bukan.
"No problem, its oke!
I think i will turn it here now!"
Ben membaringkan langsung tubuhnya di sofa yg agak panjang, meski agak semerawut karena keramaian yg baru saja terjadi di ruangan ini, membuatnya menutup mata dengan punggung lengannya, untuk menutupi cahaya lampu yg menusuk.
Tiktak...
Manager Han mematikan kontak lampu ruangan tersebut, kemudian berjalan keluar ruangan dan bergegas menutup pintu.
_
Fik.
Hanya Ben sendiri yg berada di ruangan ini sekarang.
Setelah kepergian Manager Han, ia membuka matanya lagi, memantau kamar Eric dari sofa.
Masih terlihat pantulan cahaya terang benderang disana.
Demi apa ia bisa melihat adanya 'kehidupan' dari 'kegelapan' ruangan yg ia tempati sekarang.
Bahkan tak sedikit cahaya yg keluar dari sela² batas pintu.
Chik chlakkk
Bunyi pintu kamar Eric dibuka seseorang.
Dengan cepat Ben menutup matanya lagi, pura² tidur kali ini.
Ia tidak tahu, entah siapa yg akan keluar dari sana,
Namun, suara serak Adam cukup membuat Ben kembali membuka mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO BE YOURS (Benjamin & Zayn Eric) On going...
Fan-FictionMain role : Benjamin Tsang & Eric Liu Support : All Cast Genre : Boys Love ( BxB ) Chapter : PS. : Cerita ini terinspirasi dari series "The Only One", namun tidak ada kesamaan alur/nama cast yg ada di series. Semua cast memaka...
