Setelah bel pulang sekolah,semua siswa siswi berhamburan untuk pulang,namun ada beberapa yang masih menetap disekolah.
Saat aeron sibuk membereskan bukunya,nnael menepuk pelan pundak aeron,yang membuat empunya menoleh.
"Kenapa?"Tanya aeron.
"Aku ga bisa anterin kamu pulang,soalnya ada urusan,aku pesenin taxi online ya"Ujar nnael,aeron mengangguk dan keluar dari kelas diikuti oleh nnael.
"Kalo udah sampe rumah,kabarin aku ya"Ucap nnael,aeron lagi-lagi hanya mengangguk saja.
"ngomong dong sayang,jangan ngangguk doang"Ucap nnael dengan sedikit merengek,aeron yang mendengar itu hanya terkekeh.
"Iya sayang"Nnael langsung mengecup pipi aeron dan mengusap rambutnya sayang.
"Yaudah kita pisah disini,paypay"Ucap nnael,karna mereka akan berjalan berlawanan arah.
Cukup lama aeron menunggu taxi pesanannya,tapi tak berselang lama datang sebuah mobil didepan aeron,kaca mobil itu terbuka.
"Dengan aeronshiki?"Tanya orang itu,aeron hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil.
"Sesuai alamat ya pak"
"Iya dek"
Selama perjalanan aeron hanya memainkan ponselnya,melihat aktivitas teman-temannya di sosial media.
Keadaan masih aman damai,manun beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi aeron oleng,tentu itu membuat kedua orang didalam mobil itu panik.
"Pak ini kenapa!"Panik aeron.
"Tadi ada yang nyalip dek"Jawab sopir itu.
mobil sudah kembali stabil,Namun saat sampai di persimpangan sebuah mobil truk menghantam dengan sangat kencang,yang membuat mobil yang ditumpangi aeron terbalik.
Aeron melihat sang sopir yang sudah tak sadarkan diri,sedangkan ia sedang menahan rasa sakit akibat terjepit.
Ia mengambil ponselnya,sekuat tenaga aeron mengetik beberapa angka dan menunggu yang ditelpon mengangkatnya.
"Halo sayang,kamu udah sampai?"Tanya nnael disebrang sana.
"T-tolongh..." Lirih aeron.
"Sayang kamu kenapa!,aeron!...sayang....jawab aku!"Panik nnael karna tak mendapat jawaban dari aeron.
Dan ternyata aeron sudah tak sadarkan diri,dan diangkut oleh ambulance untuk dilarikan kerumah sakit terdekat.
Sedangkan disisi lain nnael sangat panik dengan keadaan aeron,ia tidak tau apa yang dialami oleh kekasihnya itu.
Nnael mengotak Atik ponselnya untuk melacak keberadaan aeron,karna sebelumnya ia sudah memasang GPS di ponsel aeron.
Setelah menemukan posisi ponsel aeron,nnael langsung bergegas pergi menuju tempat tujuannya.
"Eh nnael mau kemana lu?"Tanya temannya.
Nnael tak menjawab dan pergi begitu saja.
"Itu si nnael kenapa?"Tanya Kairi temannya nnael.
"Ga tau,tapi wajahnya panik gitu pas ngangkat telpon dari pacarnya"Jawab kiboy,dan kairi hanya mengangguk saja.
.
.
.
Kini nnael sudah sampai dititik ponsel aeron berada,disana sudah ada alat berat yang mengangkut mobil yang sudah ringsek ,dan beberapa pengendara yang berhenti untuk melihat apa yang terjadi.
Nnael kemudian menghampiri salah satu polisi yang ada disana.
"Permisi pak,apakah ada korban atas nama aeronshiki"Nnael berharap bukan jawaban iya.
"Iya ada,tadi ada seorang pelajar yang terjepit dimobil itu,dan saya menemukan dompet berisi kartu pelajar dan satu ponsel yang sepertinya milik korban"Ujar polisi itu.
"Boleh saya lihat pak,soalnya dari identitas korban,itu seperti adik saya"Ucap nnael.
Kemudian polisi itu memberikan dompet dan ponsel itu,dan benar saja itu milik dari aeron.
"Pak ini milik adik saya,sekarang adik saya ada dimana"Tanya nnael dengan panik.
"Korban sudah dilarikan kerumah sakit terdekat,anda bisa kesana"
"terima kasih pak"Setelah itu nnael langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat.
.
.
.
Sampai dirumah sakit,ia bertanya pada resepsionis rumah sakit.
"Permisi,Apakah ada pasien bernama aeronshiki?"Tanya nnael.
"ah,yang kecelakaan itu ya?"Nnael hanya mengangguk
"Tadi dilarikan ke UGD,tempatnya ada lorong sana,lalu belok kiri"Tanpa mengatakan apapun nnael langsung pergi.
Nnael menunggu didepan pintu UGD,sampai seorang dokter keluar.
"Gimana dok keadaan aeron"Tanya nnael khawatir.
"Anda siapa?"Tanya dokter tersebut.
"Manuel,temannya aeron"
"Mohon maaf,namun saudara aeron telah tiada,dan jenazahnya sudah dibawa ke bandung oleh Oma nya beberapa menit yang lalu"Ucap dokter itu,nnael hanya terdiam dengan tatapan kosong.
"Kalau begitu saya permisi"Dokter itu meninggalkan nnael yang masih setia dengan tatapan kosongnya.
Nnael terduduk lemas dilantai,air matanya turun dengan sendirinya.
"Ga...ga mungkin,ga mungkin"Gumam nnael dan menunduk menatap lantai.
Beberapa saat ia menangis dilantai rumah sakit,akhirnya ia pulang karna seorang suster menyuruhnya untuk pulang saja.
Di apartemen nnael....
Nnael masih setia menangisi aeron,ia duduk dilantai, bersandar dikasur sambil memeluk foto aeron dengan dirinya yang tersenyum bahagia.
"Maaf...maaf bunda tia,saya gagal buat ngejaga aeron...bahkan sekarang saya tidak tau aeron ada dimana"Ucap nnael.
"Agghhh! "Nnael berteriak dan melempar foto yang ada digenggamannya.
"Pembohong!"
"Shiki lu pembohong!"Teriak nnael
"Lo bilang ga bakal ninggalin gue,tapi sekarang apa...bahkan Lo ga ngijinin gue buat nganterin Lo ketempat peristirahatan terakhir"
"Lo nganggep gue apa...."Nnael menunduk dan meremas rambutnya prustasi.
Keadaan nnael sangat kacau,rambut berantakan,mata sembab akibat menangis,kamar yang berantakan dengan serpihan kaca,lampu yang sengaja tidak dinyalakan.
Nnael tertidur dengan keadaan kacau.
Hai guys tebak cerita ini bakal happy end atau sad end?
btw udah fiks ya book ke2 gue bakal elron lagi.
Jangan lupa votemen thankyou
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih sama [ELRON]
Teen FictionIni hanya cerita fiksi,jangan di anggap serius,dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan nama yang berada pada karakter tokoh yang saya buat. #BXB #homophobic menjauh
![Masih sama [ELRON]](https://img.wattpad.com/cover/383157442-64-k252227.jpg)