Sore harinya saat pulang sekolah, nnael beserta kawan-kawannya pergi menuju kediaman nnael.
Mereka semua pergi menggunakan kendaraan masing-masing, setelah menempuh perjalan cukup lama, akhirnya mereka sudah sampai dirumah nnael.
Teman-temannya sedikit tercengang melihat rumah mewah tapi penghuninya hanya 2 orang.
"Nnael, lu yakin di rumah cuma berdua sama aeron?"–Dyren.
"Ya iya, emang ngapa dah?"Tanya nnael heran.
"Siapa tau ada hantu ikut numpang"Ucap Deden, banana yang mendengar itu memukul kepala Deden cukup kuat.
Plak
"Jaga omongan"Ujar banana.
Nnael mempersilahkan mereka untuk masuk, saat sudah berada didalam, mereka melihat jika aeron tertidur di sopa dengan tv yang terus menyala.
Nnael mendekat dan mematikan tv tersebut, lalu mendekat ke arah nnael untuk membangunkan kesayangannya itu.
"Yon bangun, ada temen-temen kamu"Ujar nnael dengan lembut, aeron yang merasa terusikpun menggeliat dan menatap nnael.
Aeron semangat melihat teman-temannya ada disini, ia pun langsung menyapanya.
"Hallo guys kalian kangen aku ga?"Tanya aeron dengan semangat.
Teman-temannya hanya diam, dan menatap satu sama lain, seolah-olah aeron tidak ada disekitar mereka.
"Nnael, lu yakin si aeron ada disini?"–deden.
"Mana njir?wah lu halu ya?"–Banana.
Sedangkan nnael hanya menggelengkan kepalanya, melihat teman-temannya mengerjai aeron.
Sedangkan aeron menatap teman-temannya tajam.
"Gue belom meninggoy!"Ujar aeron dengan kesal.
Namun teman-temannya masih saja berakting jika aeron memang tidak terlihat, sedangkan aeron sendiri sudah hampir menangis, terlihat dari matanya yang memerah dan bibirnya yang melengkung ke bawah.
Nnael yang melihat itu menghela nafas dan memeluk aeron "Udah woy jangan dikerjain terus, kasian udah mau nangis" Ujar nnael.
"Hehe maaf yon"–Banana.
"Idenya Deden ini"Dyren menunjuk Deden sebagai pelaku utama.
"Gue lagi yang disalahin"Ucap Deden sambil menghela nafas pasrah.
"Ya emang elu"Ucap banana dan dyren secara bersamaan.
"Siap salah"–Deden.
Kini aeron sudah tidak sedih lagi, mungkin candaan tadi tidak terlalu dianggap serius.
Akhirnya mereka bermain dirumah nnael untuk melepas rasa rindu, dan juga mendengar penjelasan aeron, mengapa ia dikabarkan meninggal waktu itu.
Tak terasa waktu semakin larut, akhirnya D2B (Deden,dyren,banana), memutuskan untuk pulang.
Sebelumnya mereka sudah menanyakan perihal mengapa aeron tidak kembali ke sekolah, tapi hanya kata "malas" yang menjawab pertanyaan teman-temannya itu.
"Yaudah kita pamit ya, lain kali kita mampir buat ngabisin makanan yang ada disini"Ujar dyren, akhirnya D2B pergi dari pekarangan rumah nnael.
Dan dirumah mewah itu hanya tersisa aeron dan nnael. Kini mereka berdua sedang bersantai dikamar.
"El, Tadi pagi tumben banget pesenin aku makan pake secarik surat segala"Tanya aeron sambil terkekeh, biasanya nnael hanya mengirim makanan saja.
"Hah?pesenin makan?, tadi pagi aku ga pesenin kamu makan, tapi aku naruh uang di atas kulkas buat kamu beli makan sendiri"Ujar nnael heran.
"Lah terus siapa doang?"Tanya aeron sedikit takut.
"Suratnya masih ada?"Tanya nnael, aeron mengangguk dan mengambil surat itu yang ia taruh di laci.
Aeron memberikan kertas itu, lalu nnael membaca dengan seksama, dan ia tau mengapa aeron mengira jika dirinya yang mengirim makan.
"Form N?"Gumam nnael.
"Aku kira N itu Nnael"–Aeron.
"ini bukan tulisan aku"Ucap nnael.
Mendengar itu membuat aeron sedikit merinding, karna takut akhirnya aeron memeluk nnael dan menenggelamkan wajahnya di dada nnael.
Nnael yang peka jika aeron takut pun membalas pelukannya.
"Jangan takut, kan ada aku"Ucap nnael sambil mengelus punggung aeron.
Jangan lupa votemen thankyou.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih sama [ELRON]
Teen FictionIni hanya cerita fiksi,jangan di anggap serius,dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan nama yang berada pada karakter tokoh yang saya buat. #BXB #homophobic menjauh
![Masih sama [ELRON]](https://img.wattpad.com/cover/383157442-64-k252227.jpg)