#Aeron POV
Gue ga tau harus gimana sekarang, gue udah rapih pake kemeja khas orang kondangan, yang bikin gue bingung itu, gue harus datang atau nggak.
Kalo gue datang, apakah gue bisa menjamin ga bakal nangis kalo liat orang yang gue cinta ngucap janji suci didepan mata.
Menghela nafas sejenak dan menguatkan tekad kalo gue ga bakal nangis, gue bisa datang ke acara pernikahan nnael.
"Yok bisa yok"
Akhirnya gue mutusin buat datang keacara pernikahan nnael sama Bella, gue pergi naik taxi yang sebelumnya gue pesan, tak lama taxi itu datang, gue langsung masuk dan pergi kealamat yang udah dikasih nnael sebelumnya.
#aeron POV end
Selama perjalanan aeron terus melamun dan memandang jalan yang ramai oleh pengendara, ia menghela nafas dan membuka ponselnya.
Ia mengetik beberapa angka pada ponselnya dan menekan tombol hijau untuk menyambungkan telpon.
"Lu dimana ren?"Tanya aeron pada dyren, orang yang sedang ia telpon.
"Gue udah di lokasi nih, lu dimana?"
"Gue masih dijalan, kira-kira masih sempet ga?"–aeron.
"Sempet kok, si Bella juga masih make up kayaknya....btw ini ada si nnael, lu mau ngobrol?"Tanya dyren, nnael yang mendengar namanya disebut pun menoleh.
"Siapa?"Bisik nnael. Dyren menjauhkan ponselnya agar suaranya dan nnael tak terdengar oleh orang disebrang sana.
"Aeron"Nnael hanya mengangguk.
Sedangkan aeron mengerutkan alisnya, telponnya masih terhubung, tapi tak ada suara apapun kala ia memanggil.
"Woy duren!"Ujar aeron sedikit keras.
"Eh...iya apa yon"–dyren.
"Ada nnael disamping lu?"Tanya aeron.
"Iya, lu mau ngobrol?"–dyren.
"Ngga usah, bentar lagi gue nyampe kok"
"Oke"
Telpon itu ditutup oleh aeron, dan lagi-lagi aeron menghela nafas untuk yang kesekian kalinya.
Beberapa menit kemudian taxi yang aeron tumpangi sudah sampai dilokasi.
Ia turun dan langsung pergi karna sebelumnya taxi tersebut sudah dibayar.
Aeron memandang bangunan luas dan megah, terkagum dengan apa yang ia lihat saat ini. Terlalu lena menatap bangunan indah itu sampai aeron tak mendengar saat dyren memanggilnya, hal itu membuat dyren menghampiri aeron dan menepuk pelan bahunya.
Aeron tersadar dan menoleh kebelakang.
"Hai ren...hai....el"Sapa aeron sambil tersenyum.
"Gue harus bisa pertahankan senyum ini" batin aeron.
"Hai juga aeron"sapa nnael.
Aeron terpana melihat nnael yang sangat tampan dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya. Nnael hanya tersenyum tipis saat melihat aeron yang terus menatapnya.
Dyren memukul kepala aeron sampai membuat empunya meringis.
"Apaan sih, sakit anjir"Ujar aeron kesal.
"Inget, calon suami orang itu"Ujar dyren, mendengar itu membuat aeron sesak.
"Udah ayok kita ke dalam aja"ajak nnael, akhirnya mereka memasuki ruangan yang sudah diisi oleh banyak tamu undangan.
Nnael mendekat ke arah om Candra yang sudah menunggunya dengan sang penghulu.
Tak lama kemudian pempelai wanita datang, berjalan dengan anggun dengan dres yang begitu cantik, itu adalah Bella.
Bella tak menghampiri nnael tapi malah menghampiri aeron, ia menarik lengan aeron dan membawanya untuk duduk disamping nnael.
Nnael tersenyum saat aeron duduk disampingnya, sedangkan aeron masih terdiam membisu, ia bingung dengan semua ini.
Bella yang menariknya untuk duduk didepan penghulu bersama nnael, sedangkan Bella sendiri malah duduk bersama para tamu, nnael yang hanya tersenyum, hal itu membuatnya bingung, ada apa dengan semua ini.
Sampai tiba waktunya, nnael menjabat lengan penghulu itu dan mengucapkan janji dengan membawa nama aeron, bukan nama Bella.
"Apakah para saksi sah?"Tanya penghulu itu.
"Sah!"Ujar para tamu serentak.
"I-ini maksudnya apa sih?"Tanya aeron yang masih bingung.
Tanpa mengatakan apapun, nnael langsung menggendong aeron dan membawanya ke salah satu ruangan yang menjadi tempat rias.
Om canda dan Bella hanya menggeleng melihat kelakuan nnael
"Ayok silahkan dinikmati hidangannya untuk para tamu undangan"Ujar om Candra.
Disisi lain yaitu kamar rias, ada dua remaja yang baru saja mengikat sebuah tali pernikahan.
"El.... sebenernya ada apasih, kok nama aku yang kamu ikat bukan Bella"Tanya aeron.
"Karna aku emang nikahnya sama kamu, bukan sama Bella"Jawab nnael santai.
"Maksudnya?"
"Ini idenya Bella sama papa Candra, mereka mau liat keseriusan kamu, Bella bilang kalo kamu datang ke pernikahan aku, itu artinya kamu menghargai aku"
"Coba kalo kamu ga datang tadi, siapa yang bakal aku nikahin coba?"Ujar nnael sedikit terkekeh.
Mendengar itu aeron melengkungkan bibirnya kebawah, matanya sudah memerah, nnael yang peka jika aeron ingin menangis pun langsung memeluknya.
"Jangan nangis dong, ini kan hari bahagia kita, kok kamu nangis sih"Ejek nnael.
"Sia-sia dong aku galau hampir seminggu"Nnael malah tertawa mendengar pernyataan aeron.
Nnael melepas pelukannya, jarinya tergerak untuk menghapus jejak air mata yang mengalir dipipi aeron.
"Ingat ini aeron, aku cuma sayang kamu, aku cuma cinta sama kamu, sampai kapanpun itu, ga akan ada yang bisa pisahkan kita kecuali maut"Ujar nnael. Aeron kembali menangis dan memeluk nnael.
"Aku ga nyangka sama apa yang terjadi hari ini"Ujar aeron.
Saat sedang menikmati suasana haru, tiba-tiba suara perut yang berbunyi membuat suasana haru itu buyar.
"Kamu laper"tanya nnael sambil terkekeh.
"Iya, dari kemarin aku belum makan karna kepikiran kamu!, kemarin aku bingung mau datang atau enggak, pokoknya ini semua gara-gara kamu!"Aeron memukul dada nnael.
"Iya aku minta maaf, sekarang kita makan ya"Akhirnya nnael dan aeron keluar untuk makan dan menyapa para tamu undangan.
Nnael tersenyum kala melihat aeron yang terus tersenyum bahagia menyapa para tamu.
"Aku bakal jaga senyuman itu, maaf kalo aku sering bikin kamu nangis, aku udah janji sama bunda tia buat jaga dan bahagiain kamu, iloveyou sultan aeron"–Manuel Simbolon.
Akhirnya cerita ini end juga...
Mana yang kemarin hujat author!
Tinggal lanjutin book kedua deh, judulnya (temen?), jangan lupa baca juga book kedua gue hehe
Jangan lupa votemen thankyou.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih sama [ELRON]
Teen FictionIni hanya cerita fiksi,jangan di anggap serius,dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan nama yang berada pada karakter tokoh yang saya buat. #BXB #homophobic menjauh
![Masih sama [ELRON]](https://img.wattpad.com/cover/383157442-64-k252227.jpg)