22

689 59 0
                                        

Setelah aeron memberi sedikit nasehat kepada Gugun,sekarang Gugun mengerti,dan wajahnya sudah ceria seperti sedia kala.

"Woy Gugun"Teriak aeron dari kejauhan saat melihat Gugun berjalan seorang diri dikoridor.

Gugun yang merasa dipanggil pun menoleh kebelakang,dan melihat aeron yang melambaikan tangan sambil berlari,ia pun sama berlari menghampiri aeron kemudian memeluknya erat.

Sedangkan nnael dibelakang menatap jealous kearah Gugun.

"Aeron acuuu" ucap gugun saat dirinya dan aeron berpelukan.

Baru beberapa detik berpelukan,pelukan itu harus terlepas karna nnael menarik aeron dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

"Pacar gue ini,ga usah peluk-peluk" Ucap nnael dan menatap tajam Gugun.

"Nyebelin banget anjing"Setelah mengucapkankan itu Gugun langsung pergi meninggalkan aeron dan nnael yang terlihat tertawa.

Akhirnya aeron dan nnael pergi mengikuti langkah Gugun yang sama tujuannya,yaitu ke kelas.

Selama perjalanan aeron berceletuk hal random,salah satunya ini.

"Ayang,Gugun lucu ya,kalo jadi pacar aku pasti tambah lucu"Ucap aeron sambil memandang Gugun yang tak jauh dari pandangannya.

Nnael yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya,kemudian memutar tubuh aeron sampai berhadapan dengannya.

Nnael memperhatikan aeron dari atas sampai bawah,kemudian menatap wajahnya.

Aeron menggaruk kepalanya heran "Kenapa?" tanya aeron.

"Kamu ga cocok sama gugun"Ucap nnael dengan tatapan serius.

"Terus cocoknya sama siapa"Ucap aeron dengan nada pelan.

"Coba sebutin satu cowok yang menurut kamu cocok buat jadi pacar kamu"Ujar nnael sambil tersenyum miring.

"Udah pasti Manuel Alias gue" batin nnael.

Aeron berpikir sejenak,lalu berkata "Kata orang-orang aku cocok sama bang rinz"

Raut wajah nnael langsung datar "Rinz siapa?"Tanya nnael.

"Itu temennya bang favian"Jawab aeron santai.

Nnael Langsung pergi tanpa sepatah kata pun,dan aeron sadar jika pacarnya itu lagi mode ngambek,jadi harus dibujuk.

Sampai ditaman belakang,nnael menghentikan langkahnya dan duduk direrumputan,kemudian menutup wajahnya dengan telapak tangan.

Aeron menghampiri nnael dan duduk disebelahnya.

"Yang,kamu kenapa?"Tanya aeron

Terdengar Isakan kecil dari mulut nnael,dan tentu aeron terkejut mendengarnya.

"Ayang,kamu nangis"Aeron langsung menarik tangan nnael,dan benar saja,wajah nnael sudah memerah dengan air mata yang membanjiri pipinya.

"Yang kenapa nangis"Tanya aeron dengan sedikit terkekeh.

"Kenapa ga pilih aku"Bibir nnael sudah melengkung kebawah, memandakan jika ia sedang kecewa.

(Hampir tiap moment juga Lo selalu kecewa El).

"Aku bercanda aja"

"Cuma kamu yang cocok sama aku,ga ada yang lain"Saat aeron mengatakan hal itu,senyum manis nnael langsung terukir.

Aeron merasa lucu dengan tingkah nnael yang sekarang,dengan gemas aeron mencubit pelan pipi nnael.

"Kamu lucu banget sih...."Ucap aeron sambil memainkan pipi nnael.

Nnael berusaha melepaskan tangan aeron dari pipinya,karna ia merasa nyeri jika terus-menerus dicubit.

"Sayang jangan gitu,nanti aura keren aku ilang" Ucap nnael.

"Siapa bayi besar aku?" Ujar aeron dengan sedikit terkekeh

"Acuuu"Jawab nnael dengan pose dua jadi dipipinya.

Aeron langsung tertawa puas saat nnael menjawab dengan nada ceria dan berpose dua jari.

Aeron berdiri kemudia mengulurkan tangannya ke arah nnael.

"Ayo kekelas,bertar lagi bel masuk"nnael menerima uluran tangan aeron,setelah berdiri nnael langsung mencuri satu kecupan dibibir dan lari,takut jika aeron akan memukulnya.

Dan aeron yang terkejut karena perlakuan nnael pul berteriak "Manuellllll" Kemudian berlari mengejar nnael yang pergi ke kelas.







Segini dulu.

Book ke duaku jadinya elron ya,melihat dari coment kalian yang nyaranin elron lagi.

Btw votemen thankyou.

Masih sama [ELRON]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang