Chap12 ( Kabar yang tak mengenakan )

163 8 0
                                        

Jangan lupa Vote and Komen
Happy reading.

•••

” AHHKKK! ”

” Cih, merepotkan. Azril! Cepat kemari. ”

” Jelaskan kondisi di luar. ” Pria paruh baya itu memegang erat pistol yang ia pegang, lalu pria lainnya juga begitu dan terkadang mengintip melihat situasi.

” Kondisi nya sangat tidak terkendali, sepertinya kita kalah jumlah. ” Jawab Azril, Erlan kembali berdecak kesal. Bisa-bisanya di saat mereka sedang mengambil pistol-pistol yang di beli secara ilegal membuat mereka harus bertarung karna bertemu bandit di perjalanan kapal.

” Minta bala bantuan, aku akan menghadang mereka. ” Azril mengangguk lalu perlahan mundur untuk sekedar menelfon atau mencari bala bantuan, sedangkan Erlan terus menahan pasukan yang menyerbu kapal mereka.

Tembakan dan tembakan terus terdengar dari segala arah, teriakan dan genangan darah menyebar di setiap sudut kapal.

Kini menyisakan Erlan sendiri yang sedang bersembunyi, sedangkan para musuh masih banyak jumlahmya.

” Sudahlah, kami tidak akan membunuhmu. Keluarlah, tapi tidak menjamin kau pulang dalam keadaan baik-baik saja. ” Ucap salah satunya, Erlan menghilangkan hawa keberadaanya dan terus mendengarkan apa yang di ucapkan musuhnya.

” Kami bukan ingin mengambil pistol yang kalian pesan, tetapi...

Mata Erlan terbelalak tak percaya, dia berdecih dan ingin pergi dari sana agar apa yang musuh inginkan tidak mereka dapatkan.

Dor

” Ahhkk ”

Darah mengalir dari kaki Erlan, beberapa musuh nya lalu mendekat mendapati Erlan yang sudah terluka. Tembakan itu tepat mengenai kaki nya hingga darah segar mengalir di sana.

” Pak Atthaya Denantara, saya sudah berkata bukan. Kau tidak bisa pulang begitu saja tanpa luka. ” Salah satu nya berjongkok, nampak nya itu adalah bos dari organisasi yang menyerang mereka.

” Saya memberimu surat, pulanglah dengan surat itu lalu kumpulkan keluarga mu untuk berdiskusi tentang apa yang ku minta. Lalu minggu depan tepat di hari yang sama aku akan meminta permintaanku, jelas apa yang ku katakan bukan—

” Cih. ” Erlan berluda di depan musuh nya sembari tersenyum miring, hanya karna gertakan dia akan kalah? Itu tidak mungkin.

” Ahhkk ” Kepalanya di jambak dan kepalanya di todongkan pistol oleh musuhnya, aurah mengerikan lalu keluar dari Erlan begitupun musuhnya yang juga seorang Alpha.

” Ingatlah, kau harus janji. Kami sangat tidak suka jika orang yang berjanji kepada kami mengingkarinya, ok? ” Orang itu lalu pergi meninggalkan Erlan yang kesal nya minta ampun, tapi terhalang oleh kaki. Jika saja kaki nya tidak terluka mungkin walau mati dia terima asal bisa menonjok ketuanya barusan.

” BEDEBAH! AKU TIDAK AKAN MENYERAHKANNYA—

DOR

” AHHKK! ” Erlan memegang kaki nya lagi, di kaki yang sama orang itu menembaknya. Kaki nya mati rasa, sakit begitu terasa dan peluru bersarang di sana. Erlan lalu menyobek lengan bajunya dan membalutnya di kaki, tak lama Azril kembali.

Mine S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang