Chapter 30

110 6 3
                                        

•••

” Usia kandungannya sudah 2 bulan, kandungannya lemah karna kurangnya nutrisi. Jadi, mohon di jaga dengan baik dan jangan sampai kurang makan. Itu berbahaya, meskipun sedikit, setidaknya kau harus makan. Karna, di dirimu bukan hanya ada kau, tetapi bayi di dalam kandunganmu juga. ” Mata Rayya membulat, seketika dia memegang perut nya.

” A-aku... Hiks aku masih punya dia.. ” Tangis Rayya, ia mulai memegangi perut nya sembari menangis pilu. Seolah mengundang  semua yang melihat nya ikut menangis, Rayya menangis sembari tersenyum memegang perutnya.

” Aku masih punya orang yang harus ku cintai... Hiks ”

” Jadi, selama ini kau tidak mencintai ku begitu? Kau hanya mencintai anak yang kau lahirkan. ” Ujar Melan, semua nya menatapnya tak terkecuali Rayya.

” A-aku—

” 23 tahun ini aku hanya mencintai, menjaga, dan menyayangi seseorang yang bahkan tidak mencintaiku? ”

Rayya mulai berdiri, dia hendak menjelaskan pada Melan lalu pria Alpha itu dengan kasar memegang kedua Lengan Rayya dengan kuat membuatnya merintis.

Juan hendak melerai namun dia tidak bisa karna kursi roda, dan Mean malah di hadang oleh Mahen agar tak ikut campur.

” Jadi 23 tahun ini semua nya yang ku lakukan tidak berarti apapun bagi mu? ” Rayya tertegun menatap takut pada Melan.

” SEMUA HAL YANG MATI-MATIAN KU PERJUANGKAN UNTUK MU ITU SIA-SIA?!! ”

” M-Me—

” Aku mencintai mu, karna itu aku akan melepaskanmu. ” Melan lalu melepaskan pegangan erat nya pada lengan Rayya dan mengambil ponsel di saku nya.

” Tanda tangan lah tidak ada penolakan—

” Tunggu manis, Rayya sedang hamil ingat? ” Cegat Alfin, Melan menatap kakak nya itu. Ternyata Alfin masih bisa kembali ke sini setelah mendapat dua pukulan maut itu.

” Lalu? ”

” Setidaknya tunggu sampai bayi itu lahir, baru lah kalian pertimbangkan lagi. Menikah bukan lah hal sepele yang bisa kalian mainkan, pikirkan dengan sangat matang. ”

” Aku tahu jika pernikahan itu bukanlah mainan, jadi tidak perlu mengoceh—

” Aku tidak mengoceh, hanya ingin menyadarkanmu. Apa dampak dari perpisahan kalian, bagaimana dengan bayi yang akan lahir itu? Ketika dia di besarkan tanpa sosok seorang Papa, dan bagaimana nasib nya dan Rayya ketika tidak adanya perlindunganmu sebagai Alpha. ”

” Aku akan membiayai anak itu, dan tentu seminggu sekali aku akan mengunjunginya jadi—

” Apa itu cukup? Perpisahan orang tua itu berdampak pada anak nya, mereka akan jadi pribadi yang berfikir jika orang lain itu tidak memikirkan mereka. Dan itu bahaya bagi anak itu, karna perkembangannya bisa tertahan dengan pola pikir 'Aku bukan mereka' . ”

” Apa maksud mu? Kau—

” Yang di katakan Alfin benar Melan, dampak negatif sangat besar nanti nya untuk anak itu. Dia bisa depresi, aku sudah banyak menangani pasien yang mempunyai gejala yang sama.

Berawal dari pecah nya keluarga, tak di dukung dari keluarga, tidak di dukung dari pertemanan, lalu pada akhirnya mereka akan memilih bunuh diri karna tak sanggup menghadapi masalah yang rumit. ” sela Mahen, Melan menatap kesal kedua kakak nya itu.

” Anak itu saja belum lahir, dan kalian malah berfikir hal yang seperti itu. Semuanya itu terpaku pada cara mendidik nya, jika aku dan Rayya bisa mendidiknya tanpa harus kami bersama. Maka biarlah, anak itu bisa mengerti, jika kami bersama, maka nasib nya akan sama seperti Juan. ”

Mine S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang