Chap 16 ( Shinta )

149 13 3
                                        

•••

Kondisi makan pagi itu terasa canggung terutama Kiano yang di letakan menjadi sorot pandangan semuanya.

” Kata kan keinginanmu dan ucapanmu semalam. ” Tegas Melan, Kiano menelan saliva nya kasar. Dia lalu menatap Qasta yang kebingungan, mata rusa kakaknya itu tidak bisa membuatnya menghancurkan mata yang kini telah di isi kebahagiaan.

” A-aku akan pulang hari ini. ” Singkatnya.

” Ohok-ohok...

” Juan kau tidak papa? ” Tanya Rayya yang duduk di pinggir putranya, Juan meletakan segelas air yang hendak dia minun dan berdiri menatap Kiano tak percaya.

” JELASKAN KENAPA KAU INGIN PERGI HAH?! ” Bentak Juan, Kiano mendongak menatap sampingnya. Aurah Juan membuat badannya membeku.

” Juan! ”

Prank.

Pisau yang di gunakan untuk makan Juan lempar hingga menggores pipi Melan yang hendak membentaknya, dengan kesal Juan mendekati Kiano.

” Omega sampah! Aku bersikap lembut dan halus kepadamu bukan berati aku membiarkanmu untuk pergi! ”

Brak.

” BEDEBAH KAU AL! KAU MEMBUAT ISTRIKU KETAKUTAN! ” Semua atensi mata menatap Mean setelah pemuda itu menendang meja hingga meja panjang nan besar itu sedikit tergeser, semuanya lalu menatap Qasta yang terbelalak dengan air mata yang mengalir deras.

” Lalu apa hah? Bocah, kau hanya—

Prank.

Sebotol bir yang di siapkan di dekat meja makan Mean lemparkan hingga mengenai kepala Al, Alpha itu langsung bercucur darah.

Sedangkan para Alpha dewasa lebih memfokuskan diri untuk melindungi Omega mereka dahulu, dan melindungi Kiano dan juga Qasta.

” Aku akan membunuhmu, jika kau memicu kemunculan istriku dengan paksa. ” Tekan Mean, Aurah Mean tiba-tiba berubah lebih mengerikan. Azril dengan sigap membawa Crish langsung pergi, dia takut jika kandungan Crish terpengaruh.

” Hah? M-Mahen... Berani juga kau muncul sekarang. ” Al langsung menjadi kikuk, dia ingat penderitaan yang begitu dia rasakan dulu saat Mahen mencoba mencabut jiwa nya secara paksa dari dalam tubuh Alfin.

” Ku tegaskan kepadamu, jika Kean muncul karna di picu dengan tekanan batin Kiano. Maka akan ku musnahkan kau selamanya, aku tidak mau jika Kean muncul dengan paksaan. ” Kaki dan tangan Al dingin dan bergetar, lalu tak lama tubuh Mean ambruk lalu pingsan di saat itu juga dengan kesadaran masih samar-samar.

Al merasakan pusing yang seolah mencabik kepalanya, dengan spontan dia memegang kepalanya dan mulai merintis kesakitan.

” Ahhkk! ” Teriaknya, Melan di sana mulai berjalan mendekati Al. Lalu perlahan dia menarik kerah baju Al dan mulai berbisik.

” Putraku bisa mati karnamu, aku tidak mau Rayya menangis jika tahu wadah yang kau gunakan meninggal. Maka keluarlah, atau akan ku lakukan metode yang pernah Mahen lalukan dulu kepadamu. ” Bisik nya, lalu Melan langsung menonjok wajah Al hingga terkapar pingsan.

” Sekarang, biarkan orang dewasa yang menyelesaikannya. Kiano, ajak lah kakakmu pulang. Aku akan menyuruh Azril untuk mengantarmu pulang. ” Ucap Melan datar, perlahan dia mendekati tubuh Juan dan memikul putranya.

” Ayya... Kembalilah ke kamar dulu, serahkan Juan kepadaku. ” Pintanya, Rayya yang masih tak mengerti dan dalam keadaan Shok itu mengangguk.

Sedangkan Erlan menatap Mean yang perlahan mulai bangun dari pingsan nya.

Mine S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang