•••
Suasana di dalam mobil rasanya begitu canggung bagi Kean, setelah sekian lama akhirnya dia bisa bersama Mahen lagi. Namun yang membuatnya malu, sekarang dia tahu jika Alpha di sampingnya ini telah mengakui perasaanya.
Kean melirik Mahen yang menatap jendela mobil dan melihat jalanan, mata pria itu dingin dan itu sudah biasa bagi Kean.
” T-tuan, tadi—
” Jangan bicara. ” Tekannya, seketika Kean terdiam. Omega itu mengangguk, ia menunduk lalu tak lama kemudian melirik Mahen lagi. Ntah kenapa Kean merasa bahwa Mahen sedang memikirkan sesuatu, ia ingin bertanya namun nampak nya alpha itu tak suka di ajak bicara sekarang.
” kau tidak kenapa-napa kan? " Setelah hening beberapaa saat, akhirnya Mahen sendiri yang membuka percakapan. Kean tersenyum senang menatap pria itu, meskipun tatapan Mahen tak tertuju padanya dan masih datar ia tetap senang.
” Emm... Aku baik-baik saja, kalau tuan bagaimana? ” Tanyanya balik, Mahen menghela nafas lalu menyenderkan tubuh di kursi penumpang. Mata Pria itu akhirnya melirik nya, membuat Kean menjadi sedikit gugup.
” Ku rasa baik. ” Balas Mahen, Kean tersenyum senang.
” Hey... Sepertinya, aku tidak menyukaimu. " Ucap Mahen, seketika Kean mendelik kan matanya. Ia termenung sebentar mencerna apa yang di katakan Alpha ini.
" A-apa? A-aku tidak salah dengar kan? "
” nampak nya kau perlu ke dokter untuk memeriksa telingamu. " Kesal nya, Mahen lalu kembali menatap kaca mobil dengan raut wajah yang sedikit jengkel. Kean masih terdiam, padahal dia sudah sangat senang karna waktu itu Mahen mengungkapkan perasaan padanya.
Tapi sepertinya, saat itu Mahen bercanda. Kean menunduk lesu, ia lalu menatap kursi kemudi mobil di mana Zoy yang tengah menyetir mobil itu.
Sampailah mereka di rumah Atthaya dan Alexandra, hening yang menyelimuti kedua bangunan megah dan besar itu.
” Seperti kuburan. " Gumam Kean, Mahen seketika meliriknya dengan keheranan. Raut pria Alpha itu tak bisa dia sembunyikan, orang gila mana yang mengira Mansion sebesar ini dan di penuhi Maid dan Bodyguard menyamakannya dengan kuburan, dan itu Kean.
” Zoy. ” Panggil Mahen, Zoy yang berjalan mendahului mereka seketika membalik badan dan membungkuk sebagai respon dari panggilan Mahen.
” Siapkan rumah untukku, sekarang. Aku tidak suka di sini. ” Ucap nya, Zoy sedikit membulatkan matanya.
” Tapi—
” Tidak ada kata tapi, kembali ke mobil dan bawa aku ke rumah baru. Aku tidak suka di sini. ” Titah nya, Mahen berbalik dan berjalan kembali ke mobil. Kean dan Zoy hanya bisa terdiam, Kean lalu menatap Zoy yang menghela nafas.
” Susah kan jadi anak buah nya. ” Ucap Kean.
” Hah?! ” Serkas Mahen, Kean seketika menelan ludah nya dan langsung mengikuti langkah Mahen. Dia sedikit tertawa pelan, kalau dulu mungkin dia akan di gampar dengan keras oleh Alpha itu. Tetapi, keajaiban apa yang terjadi sehingga Mahen tak memukulnya.
Hari semakin sore, pada akhirnya Zoy hanya bisa mencarikan apartemen untuk Mahen. Walaupun sangat mengecewakan bagi pria Alpha itu, tapi apa boleh buat.
” Hah... ” Keluh Mahen, ia menyenderkan tubuh di atas sofa apartemen. Setelah banyak rintangan akhirnya sampai lah dia di apartemen ini, Kean lalu berjalan mendekati Mahen dan duduk di depan nya.
” Sabar, lagi pula yang di katakan ibu-ibu itu benar. Tuan memang tampan xixi... ” Lagi-lagi Kean tertawa pelan, tetapi tawanya hanya sebentar ketika Mahen menjulitinya. Mahen lagi-lagi mengeluh dan menutup wajahnya dengan tangan kananya, dia malu karna ibu-ibu yang menghentikan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine S2
General FictionS2 dari 'Mine' Bagi yang belum baca S1 di sarankan untuk membaca terlebih dahulu.
